Header Ads

Header ADS

Keutamaan Shalat Berjamaah

 

Sungguh sangat memprihatinkan melihat kondisi umat Islam saat ini. Jika kita sedikit memalingkan pandangan ke masjid-masjid, kita akan menyaksikan bahwa rumah Allah sangat sedikit dihuni oleh jamaah ketika muadzin meneriakkan ayya ‘alaṣ-ṣalāh.

Berlatar belakang kondisi inilah, dalam risalah yang ringkas ini kami berusaha mendorong setiap pembaca untuk melaksanakan shalat yang memiliki banyak keutamaan, yaitu shalat berjamaah. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua.


Pertama: Shalat Berjamaah Memiliki Pahala yang Berlipat Dibandingkan Shalat Sendirian

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)


Kedua: Dengan Shalat Berjamaah Akan Mendapatkan Pengampunan Dosa

Dari ‘Utsman bin ‘Affān radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلاَّهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِى الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ

Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan shalat wajib yaitu dia melaksanakan shalat bersama manusia atau bersama jama’ah atau melaksanakan shalat di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)


Ketiga: Setiap Langkah Menuju Masjid untuk Melaksanakan Shalat Berjamaah Akan Meninggikan Derajat dan Menghapuskan Dosa, serta Ketika Menunggu Shalat Malaikat Senantiasa Mendoakannya

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda,

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا، وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ‏.‏ وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ

Shalat seseorang dalam berjamaah dilipatgandakan pahalanya menjadi dua puluh lima kali lipat dibandingkan dengan shalatnya di rumah atau di pasar (sendirian). Dan ini karena jika ia berwudhu dan melakukannya dengan baik, kemudian pergi ke masjid dengan niat hanya untuk shalat, maka setiap langkah yang diambilnya menuju masjid, ia akan diangkat satu derajat dalam pahala dan satu dosanya dihapus. Ketika ia shalat, para malaikat terus meminta berkah dan ampunan Allah untuknya selama ia berada di tempat shalatnya. Mereka berkata, ‘Ya Allah! Curahkanlah berkah-Mu kepadanya, rahmatilah dia.’ Dan seseorang dianggap dalam shalat selama ia menunggu shalat.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)


Keutamaan Shalat Isya dan Subuh Berjamaah

Dari ‘Utsmān bin ‘Affān radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah bersabda,

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa mengerjakan shalat isya’ dengan berjamaah (di masjid bersama kaum muslimin), maka sama dengan dia shalat setengah malam. Dan barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh juga dengan berjamaah, maka seakan-akan dia shalat malam sepenuhnya.” (HR. Muslim)


Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata: “Bahwasanya Rasulullah bersabda,

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً

“Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada shalat isya’ dan shalat subuh (berupa pahala yang Allah siapkan), niscaya mereka akan mendatangi shalat tersebut walaupun dengan merangkak.” (Muttafaqun ‘alaih)


Ancaman bagi yang meninggalkan shalat jamaah

Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu bahwa Rasulullah  bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

“Demi jiwaku yang ada pada tangan-Nya, aku telah bermaksud memerintahkan untuk mengambilkan kayu bakar, lalu dikumpulkan, kemudian aku memerintahkan azan shalat untuk dikumandangkan. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang berjama’ah, kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjama’ah lalu aku membakar rumah mereka.” (HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651)


Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah  dan berkata,

يا رَسُولَ اللهِ، لَيسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إلى الْمَسْجِدِ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ ﷺ أنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّي فِي بَيْتِهِ، فَرَخَّصَ لَهُ، فَلَّمَا وَلَّى دَعَاهُ، فَقَالَ لَهُ: هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأجِبْ!

Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku ke masjid.” Maka ia meminta kepada Rasulullah  untuk memberinya keringanan sehingga dapat shalat di rumahnya. Lalu  memberinya keringanan tersebut. Namun ketika orang itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu berkata kepadanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Maka penuhilah panggilan azan tersebut.” (HR. Muslim, no. 503)


Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Dari ‘Abdullah -ada yang mengatakan, “Amr bin Qais -yang dikenal sebagai Ibnu Ummi Maktum sang muazin radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللهِ، إنَّ المَدينَةَ كَثِيْرَةُ الهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ رَسُول اللهِ ﷺ: تَسْمَعُ حَيَّ عَلَى الصَّلاةِ حَيَّ عَلَى الفَلاحِ؟ فَحَيَّهلاً!

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya di Madinah banyak terdapat binatang melata dan binatang buas.” Maka Rasulullah  berkata, “Apakah engkau mendengar hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falah (azan)? Jika iya, maka penuhilah”.” (HR. Abu Dawud, no. 553 dan An-Nasa’i, no. 852).


Semoga dengan risalah yang singkat ini, dapat mendorong kita untuk melaksanakan shalat berjama’ah di masjid. Semoga masjid-masjid kaum muslimin dapat terisi terus dengan banyaknya jama’ah.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.