7 Manusia Pilihan
Ahmad Zanin Nu’man, M.Pd.I
Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
Allah ﷻ telah
memperingatkan hamba-Nya untuk senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi
hari yang sangat dahsyat, yaitu hari kiamat, di mana pada hari tersebut
matahari akan didekatkan hingga jaraknya sangat dekat dengan manusia. Akibatnya,
banyak manusia yang akan tenggelam dalam keringatnya sesuai dengan amal
perbuatan masing-masing, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,
عن
سُلَيْم بْن عَامِرٍ حَدَّثَنِي الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ مِنْ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ قَالَ
سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ
أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمْ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ قَالَ فَيَكُونُ
النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى
كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ
إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا قَالَ
وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ
Dari Sulaiman bin Amir, ia berkata, “Miqdad bin al-Aswad radhiallahu ‘anhu pernah bercerita kepada saya. Ia berkata, ‘Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada hari kiamat kelak, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga jarak antara matahari dan mereka hanya sekitar satu mil.”’” Sulaiman bin Amir berkata, “Demi Allah, saya tidak mengetahui apakah yang dimaksud dengan satu mil itu adalah ukuran jarak sebagaimana yang dikenal di dunia, ataukah mil yang digunakan untuk celak mata.” Rasulullah ﷺ bersabda selanjutnya, “Pada saat itu, keringat manusia akan sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Di antara mereka ada yang keringatnya menggenangi mata kaki, ada yang menggenangi lutut, ada yang menggenangi pinggang, dan ada pula yang tenggelam dalam keringatnya.” Miqdad berkata, “Rasulullah ﷺ memberi isyarat dengan tangannya ke arah mulut beliau.” (HR. Muslim 8/158)
Dalam keadaan yang sangat genting tersebut, Allah ﷻ telah memilih tujuh golongan manusia yang akan diperlakukan secara khusus oleh Allah ﷻ, yaitu mendapatkan naungan dari Allah ﷻ, sehingga panasnya matahari tidak akan mampu menyengat kulit mereka. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الْإِمَامُ
الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي
الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا
عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي
أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ
يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ
عَيْنَاهُ
“Tujuh golongan yang dinaungi Allah ﷻ pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya: imam yang adil; pemuda yang selalu beribadah kepada Allah; orang yang hatinya selalu terikat dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berjumpa dan berpisah karena-Nya; orang yang digoda oleh seorang perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’; orang yang bersedekah lalu menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya; serta orang yang berdzikir kepada Allah hingga kedua matanya bercucuran air mata.” (HR. Muslim 3/93)
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
7 Manusia pilihan yang dimaksud dalam hadits di
atas adalah:
1. Pemimpin yang adil
Masalah kepemimpinan
adalah masalah yang sangat penting. Karenanya seseorang mendapat naungan Allah ﷻ, karenanya pula seseorang tidak
akan dilihat oleh Allah ﷻ, dan tidak dimasukkan ke dalam surga. Rasulullah ﷺ
bersabda,
مَا
مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ إِلَّا
لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanat kepemimpinan, namun dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, selain tak bakalan mendapat bau surga.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain juga disebutkan,
مَا
مِنْ وَالٍ يَلِي رَعِيَّةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لَهُمْ
إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang pemimpin memimpin masyarakat muslimin, lantas dia meninggal dalam keadaan menipu mereka, selain Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Bukhari)
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
2. Pemuda yang hidup dalam kataatan
kepada Allah ﷻ
Mereka adalah pemuda yang
ketika azan shalat berkumandang, mereka bergerak memenuhinya. Mereka adalah pemuda
yang lisannya basah karena zikir kepada Allah ﷻ, juga karena melazimi bacaan Al-Qur’an
dan menghayatinya. Mereka adalah pemuda yang hidupnya dipenuhi dengan ketaatan
kepada Allah ﷻ.
Ketika darah muda menjadi
pendorong yang kuat kepada hawa nafsu, maka menjadi perkara yang menakjubkan,
jika ada seorang pemuda yang membiasakan dirinya dengan ketaatan dan
sungguh-sungguh di dalamnya. Oleh karena itulah ia layak menjadi salah satu
dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah ﷻ.
3. Seseorang yang hatinya selalu merindukan masjid
Masjid
adalah rumah Allah ﷻ.
Maka, barang siapa yang memasukinya berarti ia telah bertamu kepada Allah ﷻ.
Tidak ada hati yang lebih baik dan tidak ada jiwa yang lebih tenang daripada
seseorang yang bertamu kepada Allah ﷻ
di rumah-Nya dan berada di bawah pengawasan-Nya. Mereka inilah yang sebenarnya
layak disebut sebagai orang-orang yang memakmurkan masjid, sebagaimana Allah ﷻ
berfirman tentang mereka,
اِنَّمَا
يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ
الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى
اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9]: 18)
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا
تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لَا
يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً
إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً حَتَّى
يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ
“Apabila
salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaknya ia memperbagus
wudhunya. Kemudian ketika datang ke masjid hendaknya tidak ada dorongan lain
kecuali untuk shalat, tidak ada keinginan lain kecuali untuk shalat; maka
tidaklah dia akan melangkahkan satu langkah melainkan Allah akan mengangkatnya
dengan langkah itu satu derajat, dan dengan satu langkah tersebut akar
dihapuskan salah satu kesalahan (dosanya) hingga dia masuk.” (Muttafaq ‘Alaih)
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah ﷻ di mana dia berkumpul dan berpisah kerena Allah ﷻ
Di dalam
sebuah hadits disebutkan dari Abi Umamah radhiallahu
‘anhu berkata, Rasullah ﷺ bersabda,
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ
لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ
“Siapa yang cintanya karena Allah, bencinya karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” (HR. Abu Dawud 4.681)
Dalam hadits lain disebutkan, dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai, tidakkah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Ini adalah salah satu perkara yang apabila terdapat di dalam pribadi seseorang maka dia akan merasakan kenikmatan dan kelezatan iman. Dua orang lelaki ini tidak dipertemukan oleh hubungan kekerabatan, kekeluargaan dan kepentingan duniawi, mereka hanya dipertemukan oleh rasa saling mencintai karena Allah ﷻ dan mereka tetap dalam kondisi yang demikian itu sehingga kematian menjemput mereka.
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
5. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan untuk berbuat mesum dengan dirinya
Dia bukanlah perempuan biasa, namun dia adalah perempuan yang memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi, dan Allah ﷻ memberinya kecantikan yang membuat dorongan fitnah semakin besar, dan ketertarikan hati semakin kuat, namun dia menolaknya karena takut kepada Allah ﷻ.
Zina adalah sebuah perbuatan yang dilarang keras dalam Islam. Namun dalam realita saat ini banyak praktik zina dilakukan bahkan sudah tidak lagi muncul rasa malu. Padahal Allah ﷻ menegaskan pengharamannya dalam firman-Nya, “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat…” (QS. Al-Furqan [25]: 68-70)
Imam Ahmad berkata, “Aku tidak mengetahui sebuah dosa setelah dosa membunuh jiwa yang lebih besar dari dosa zina.”
6. Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi
Hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Banyak orang bersedakah dan sungguh besar pahala yang mereka dapatakan di sisi Allah ﷻ. Namun hal istimewa yang membedakan orang ini sehingga mendapatkan naungan Allah ﷻ adalah keikhlasan dirinya dalam bersedekah tersebut, karena ikhlasnya yang begitu tinggi sehingga hampir saja dia menyembunyikannya dari pribadinya. Maka jadilah ahli sedekah karena ada banyak keutamaan yang akan kita dapatkan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Ath-Thabrani)
Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
7. Orang yang berzikir kepada Allah ﷻ dalam kesunyian
Hingga kedua matanya basah karena menangis. Mereka adalah orang yang menghindarkan dirinya dari dilihat manusia untuk menghindari sikap ujub. Mereka menangis karena takut terhadap siksaan Allah ﷻ atau rindu ingin bertemu dengan-Nya. Maka Allah ﷻ akan memilihnya sebagai salah satu golongan yang mendapatkan naungan-Nya.
Seorang muslim hendaknya selalu menghiasi lisannya dengan berzikir karena Rasulullah ﷺ dalam banya hadits telah menjelaskan tentang keutamaan berdzikir. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,
إِنَّ
اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَنَا مَعَ عَبْدِي إِذَا هُوَ ذَكَرَنِي
وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ
“Sesungguhnya Allah ﷻ berfirman, “Aku (selalu akan) bersama hamba-Ku selama ia berzikir kepada-Ku, dan (selama) kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku”.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadits lain dijelaskan, dari Abu Darda' radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
أَلَا
أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَرْضَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ
وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ
وَالْوَرِقِ وَمِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ
وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ذِكْرُ
اللَّهِ وقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ مَا عَمِلَ امْرُؤٌ بِعَمَلٍ أَنْجَى لَهُ
مِنْ عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
"Maukah kalian aku beritahukan tentang sebaik-baiknya amalan kalian dan lebih dicintai oleh Tuhan kalian, paling tinggi di antara derajat kalian, lebih mulia bagi kalian dari bersedekah dengan emas dan perak, serta dari bertempur dengan musuh-musuh kalian kemudian kalian tebas batang leher mereka dan (atau) mereka tebas batang leher kalian?" Para sahabat bertanya, "Amalan apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berzikir kepada Allah.'' Mu'adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu berkata, "Tidaklah suatu amalan yang dikerjakan oleh seseorang lebih dapat melindungi dirinya dari azab Allah ﷻ selain berdzikir kepada-Nya.”
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah...
Itulah 7 manusia pilihan Allah ﷻ yang akan mendapatkan naungan dari-Nya besok di hari kiamat. Mudah-mudahan kita termasuk salah satu dari mereka. Aamiin... Wallahu A’lam bis Shawab.

Tidak ada komentar