Penodaan Demi Penodaan Baitul Maqdis
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu 'anhu dari Nabi ï·º,
"Ketika Sulaiman bin Dawud 'alaihis salam selesai membangun ulang Baitul Maqdis dia meminta Allah tiga hal; 1) hukum yang sesuai dengan hukum-Nya; 2) kerajaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang setelahnya; dan 3) tidak ada seorang pun yang mendatangi masjid ini (al-Aqsha) kecuali untuk shalat, melainkan akan keluar semua dosanya sebagaimana bayi yang dilahirkan ibunya."
Lalu Nabi ï·º bersabda,
"Dua perkara pertama telah dikabulkan, dan aku berharap yang ketiga juga telah diberikan."
(H.R. an-Nasa'i dan Ibnu Majah. Shahih)
Timeline Pemakmuran dan Pembebasan Baitul Maqdis
KAWASAN SUCI Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha dalam pasang surut sejarahnya pernah mengalami beberapa kali penodaan. Beberapa tragedi besar yang tercatat:
Setelah dibangun pertama kalinya pada zaman Nabi Adam 'alaihis salam — menurut jumhur ulama — manusia pada masa Nabi Nuh 'alaihis salam mulai lalai pada dua masjid suci Ka'bah dan al-Aqsha, lalu azab banjir bandang menjadikan keduanya terendam dan menjadi puing-puing. Maka, Nabi Sulaiman bin Dawud 'alaihis salam merenovasi al-Aqsha. Oleh orang Yahudi ini diklaim sebagai “pembangunan yang pertama”;
Diluluhlantakkan oleh Raja Babilonia Nebukadnezar II (Bukhtanashar) pada tahun 587 SM. Kerajaan Bani Israil warisan Nabi Dawud dan Sulaiman 'alaihis salam hancur, banyak rakyat Bani Israil dijadikan budak termasuk Nabi Daniyal (Daniel) 'alaihis salam. Masjidil Aqsha yang dibaguskan oleh Nabi Sulaiman pun ikut luluh lantak seakan tak berbekas;

Kota Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha dibangun ulang oleh Raja Israil (klien/bawahan Romawi) Herodes tetapi dihancurkan lagi pada tahun 70 M oleh Kaisar Romawi Titus dalam Perang Romawi-Israil. Sesudah itu puing-puing Masjidil Aqsha sebagai masjid di pusat Baitul Maqdis tidak pernah didirikan ulang;

Islam berhasil memakmurkan kawasan ini dan mengembalikan kesuciannya setelah pembebasan Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu 637/8 M, tetapi lepas dengan berdarah-darah oleh pasukan Salibis dari Frank (Eropa Barat) dalam Perang Salib I hingga II. Selain kekejaman kepada manusia, pasukan Salib juga menodai beberapa bagian di kompleks Masjidil Aqsha;
Sultan Shalahuddin al-Ayyubi rahimahullah berhasil membebaskan kembali kawasan ini ke pangkuan Islam, tetapi kembali dinodai oleh Sekutu (Prancis dan Inggris) mulai akhir abad 18 M. Puncak penodaan ini adalah “resmi” berdirinya negara Zionis Israel pada tahun 1948 M di kawasan suci yang sebelumnya damai dan aman bagi semua pihak.

Tidak ada komentar