Khutbah Jumat: Keutamaan Membangun Masjid
Andika
Rahmawan
Wakil
Sekretaris Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
Khutbah
Pertama
إِنَّ الـحَمْدَ
لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا
مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ
إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ
خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ
الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Jamaah
Shalat Jum’at yang dirahmati Allah...
Marilah
kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benar
takwa. Karena dengannya, kita akan bertemu Allah SWT dengan sebaik-baik
pertemuan. Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah SWT curahkan untuk
junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang
yang istiqamah meniti jalan lurus yang beliau tuntunkan.
Jamaah
Shalat Jum’at yang dirahmati Allah...
Masjid
merupakan salah satu simbol kebesaran syi’ar Islam. Karenanya membangun masjid
juga mempunyai keutamaan yang sangat besar dalam ajaran islam. Rasulullah SAW
bersabda,
وَمَنْ
بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa
membangun masjid karena Allah maka Allah akan membangunkan untuknya istana di
surga.” (HR. al-Bazzar)
Dalam
riwayat lain Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ
بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Siapa
yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal
itu di surga.” (HR. Al Bukhari No. 450 dan Muslim No. 533)
Imam
An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa maksud akan dibangunkan
baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran: Pertama, Allah SWT akan
membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun
sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri.
Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar
oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya. Dan Kedua,
Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga
lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah
di dunia.
Jamaah
Shalat Jum’at yang dirahmati Allah...
Pahala
besar membangun masjid tidak hanya untuk satu orang pembangun yang menyokong
pendanaan secara total, tapi mencakup pembangunan masjid secara kolektif atau
iuran. Itu artinya siapa pun yang berkontribusi atas kokohnya bangunan masjid,
ia mendapat keutamaan dibangunkan rumah di surga. Bahkan semua pihak yang
berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Baik penyandang dananya,
pekerja/tukang bangunannya, panitianya, dan semua yang telah berkontribusi
dalam pembangunan masjid tersebut seberapa kecil apapun kontribusinya.
Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ
بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ
بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa
yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung
bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu
pula di surga.” (HR. Ibnu Majah, sahih)
Imam
Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahwa hadis tersebut dapat diartikan dengan
membangun masjid yang ukurannya kecil. Penjelasan tersebut bisa pula diartikan
dengan kontribusi yang kecil dalam pembangunan masjid tersebut. Misalkan dengan
satu sak semen saja, atau bahkan satu batu bata, atau hal-hal kecil lain yang
mungkin secara nominal dinilai kecil, insyaallah akan dibalas Allah SWT dengan
rumah atau istana di surga. Kuncinya adalah keikhlasan dari kita saat
berkontribusi untuk masjid tersebut.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
الحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ
وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Jamaah
Shalat Jum’at yang dirahmati Allah...
Dari
Anas RA, Nabi SAW bersabda,
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِى الْمَسَاجِدِ
“Kiamat
tidaklah terjadi hingga manusia berbangga-bangga dalam membangun masjid.”
(HR. Abu Dawud)
Sangat
disayangkan bila motivasi membangun masjid karena tujuan-tujuan yang menyimpang
seperti mencari popularitas, megah-megahan, memburu kekuasaan, dan lain-lain.
Sebab tujuan-tujuan yang salah dapat menghilangkan pahala ibadah sebagaimana
dijelaskan oleh para ulama dalam pembahasan tentang riya’ (pamer).
Semoga
khutbah singkat ini semakin memotivasi kita untuk membangun masjid atau
berkontribusi dalam pembangunan masjid di dunia, sehingga Allah SWT menjadikan
kita rumah yang indah dan penuh kenikmatan di surga.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ.
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ
إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً.
رَبَّنَا لَا
تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا
إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا
تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا
وَٱرْحَمْنَا أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ.
اللَّهُمَّ إِنِّى
أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
اَللَّهُمَّ أَرِنَا
الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ
رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
*) Dimuat di Majalah Tabligh edisi No. 2/XXIII | Februari 2025 M/Sya’ban 1446 H
Tidak ada komentar