Header Ads

Header ADS

Dakwah Digital Jadi Kunci, Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sukoharjo Cetak Mubaligh Milenial


SUKOHARJO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo resmi meluncurkan Sekolah Tabligh 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Ahad (03/05/2026). Program strategis ini berfokus pada penguatan dakwah digital untuk menjawab tantangan zaman dan menyasar generasi muda di ruang siber.

Sebanyak 48 mubaligh terpilih dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo mengikuti kuliah perdana ini. Kegiatan yang dikelola Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama PDM Sukoharjo ini dibuka langsung oleh Ketua PDM Sukoharjo, H. Jumari, S.Ag., M.S.I.

Transformasi Syiar di Era Media Sosial

Kurikulum utama dalam program ini mengintegrasikan keterampilan dakwah digital sebagai pilar kompetensi masa kini. Para dai dibekali kemampuan memproduksi konten kreatif untuk platform populer seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Langkah ini bertujuan agar pesan-pesan Islam tetap relevan bagi netizen.

Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo, Ahmad Zanin Nu’man, M.Pd.I, menegaskan bahwa inovasi ini adalah kebutuhan mendesak. "Program ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman," ujarnya saat memberikan sambutan di depan para peserta.

Selain literasi digital, peserta juga mendalami penguatan studi Islam, manhaj, dan tarjih. Integrasi empat pilar kompetensi ini diharapkan mampu menjaga kualitas syiar Muhammadiyah di tengah gempuran informasi di dunia maya.

Target Seribu Mubaligh dan Metode Belajar Modern

Program yang berlangsung hingga Desember 2026 ini menggunakan metode blended learning. Peserta mengikuti materi daring melalui video dan Zoom, serta pertemuan luring satu kali setiap bulan untuk penguatan soft skills dan simulasi ceramah.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, suasana peluncuran berlangsung khidmat. Para pemateri seperti Dr. H. Hakimudin Salim dan Dr. Sri Lahir memberikan materi retorika serta komunikasi dakwah yang disambut antusias oleh para peserta yang mengenakan batik seragam hijau khas Muhammadiyah.

Ketua Panitia sekaligus Ketua KMM Sukoharjo, Harjanto, M.Pd, mengungkapkan misi besar di balik sekolah ini. "Kami menargetkan ketersediaan 1.000 mubaligh yang aktif dan terdata secara digital pada tahun 2027," ungkapnya optimis.

Pencapaian target tersebut dinilai sangat penting untuk memperluas jangkauan dakwah mencerahkan hingga ke pelosok Sukoharjo. Melalui sinergi lintas cabang, PDM Sukoharjo berharap dakwah digital ini menjadi solusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat di semua tingkatan.

Kontributor: Harjanto, M.Pd.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.