Header Ads

Header ADS

Penguatan Ideologi Muhammadiyah, Ratusan Dosen dan Karyawan UMKLA Bedah MKCH


KLATEN— Ratusan dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) dari pelbagai fakultas berkumpul memenuhi Ruang B.14 kampus setempat pada Jumat (11/9/2026) pagi. Kehadiran civitas akademika tersebut bertujuan untuk mengikuti agenda Pengajian Rutin yang pada kesempatan tersebut membedah Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM).

Langkah penguatan ideologi ini menjadi pijakan vital kampus dalam meneguhkan komitmen pelayanan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam murni. Diawali dengan tilawah Al-Qur'an bersama-sama, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan pemateri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten Ustadz Drs. KH. Agus Krisnadi yang memaparkan pentingnya pemahaman dasar perjuangan Muhammadiyah bagi seluruh pegawai.

Meneguhkan Asas dan Ideologi Organisasi
Dalam pemaparannya, Ustadz Agus Krisnadi menjelaskan bahwa sejarah pembentukan MKCH berawal dari Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta yang mengusung semangat tajdid atau pembaharuan. Rumusan ini kemudian dimatangkan pada Tanwir Ponorogo tahun 1969 dan disempurnakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 1970.

Ia menekankan bahwa MKCH terdiri dari lima poin utama yang terbagi menjadi tiga kelompok besar, yakni kelompok ideologis, paham agama, serta fungsi dan misi Muhammadiyah dalam bermasyarakat dan bernegara.

"Muhammadiyah adalah gerakan berasas Islam yang bercita-cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya untuk melaksanakan fungsi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi," tegas Ustadz Agus Krisnadi di hadapan jamaah.

Penerapan Ajaran Agama dan Misi Bangsa
Lebih lanjut, materi pengajian menguraikan landasan pengamalan Islam yang berdasar pada Al-Qur'an dan Sunnah Sahih dengan memfungsikan akal pikiran secara jernih melalui metode ijtihad jama'i (kolektif). Ajaran tersebut mencakup empat bidang utama: aqidah yang bersih dari kemusyrikan dan khurafat, akhlak mulia, ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, serta muamalah duniawiyah.

Selain penguatan internal, civitas akademika UMKLA diajak untuk memperluas kontribusi sosial dan kebangsaan. Muhammadiyah secara konsisten mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan potensi tanah air Indonesia yang berfilsafat Pancasila demi mewujudkan negara yang adil, makmur, dan diridhai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.