Header Ads

Header ADS

Al-Quds Asy-Syarif


LALU, APAKAH yang dimaksud dengan al-Quds dan Yerusalem? Dan, bagaimana hubungannya dengan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis (Al-Ardhu al-Muqaddasah)?

Saat Nabi Muhammad ï·º hidup hingga awal-awal Islam, istilah yang dikenal saat itu untuk menyebut Yerusalem dan sekitarnya adalah Iliya, sebagai adaptasi dari nama koloni Romawi atas daerah ini, Colonia Aelia Capitolina. Namun Nabi ï·º lebih sering menyebut dalam hadis-hadisnya istilah Baitul Maqdis untuk kawasan sucinya—sesekali untuk kota dan masjid—dan Masjidil Aqsha atau al-Baitul Muqaddas untuk nama masjidnya.


Penodaan Demi Penodaan Baitul Maqdis

Adapun untuk nama kota, bisa dengan istilah al-Madinah Baitul Maqdis (kotanya Baitul Maqdis). Istilah al-Quds atau al-Quds asy-Syarif untuk menyebut nama kota baru muncul pada masa berikutnya dan tidak dikenal pada masa awal-awal Islam. Yaitu, ketika Khalifah Abbasiyyah al-Ma'mun merenovasi Qubbah ash-Shakhrah lalu mencetak uang koin bertuliskan "al-Quds" pada tahun 217 H. (832 M) (Abd al-Fattah El-Awaisi, op.cit., hlm. 143–166). Orang-orang Yahudi biasa menyebut kota ini dengan Yerushalayim atau nama lamanya, Ursalim. Dilatinkan menjadi Jerusalem atau Yerusalem.

Dalam sebuah hadis, Nabi Sulaiman 'alaihis salam juga menyebut istilah membangun (merenovasi) Baitul Maqdis dan mendoakan jamaah masjidnya (H.R. an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه. Shahih). Di penghujung umur, ketika Malaikat Maut datang hendak mencabut nyawanya, Nabi Musa 'alaihis salam berdoa, "(Wahai Tuhanku), sekarang kupilih kematian itu dalam waktu dekat. Matikanlah aku sedekat lemparan batu dari al-Ardhu al-Muqaddasah." (H.R. Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه). Itulah beberapa istilah dan pengertiannya yang perlu kita pahami.


Sumber: Kalender tahun 2024, Spesial Series: Baitul Maqdis. Yogyakarta: Pro-U Media.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.