Header Ads

Header ADS

Safari Dakwah Muhammadiyah di Colomadu Perkuat Syiar Islam Berkemajuan


KARANGANYAR — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu sukses menggelar puncaknya kegiatan Safari Dakwah Muhammadiyah Solo Raya putaran ke-5. Ratusan jamaah memadati Masjid An Nur SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu pada Ahad (26/7/2026) pagi.

Melalui pengajian Ahad pagi ini, panitia mengusung semangat untuk memperkuat iman, memperluas manfaat, mencerahkan umat, serta membangun peradaban. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh gerakan dakwah di tingkat cabang hingga ranting.


Mendorong Semangat Tolabul Ilmi Jamaah

Ketua PCM Colomadu, Seno Ariyanto, S.E., mengapresiasi kehadiran lebih dari 500 jamaah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Ia menegaskan bahwa Safari Dakwah Muhammadiyah menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemantik semangat belajar agama.

"Dengan adanya Safari Dakwah Muhammadiyah ini, menjadi momentum dakwah kita untuk tetap bersemangat tolabul ilmi dan memajukan persyarikatan," ujar Seno Ariyanto dalam sambutannya.

Selain itu, Seno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan sumbangsih nyata. Kehadiran aktif warga dalam pengajian Ahad pagi sangat menentukan keberlanjutan syiar Islam di wilayah Colomadu.


Lima Pilar Wujudkan Islam Berkemajuan

Pada sesi inti, Ustadz Muhammad Muslih, M.Ag., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali menyampaikan materi khutbah dan kajian utama. Ia memaparkan langkah konkrit dalam mewujudkan Islam Berkemajuan di tengah masyarakat modern.

"Fondasi pertama adalah kepemilikan tauhid yang murni dan kuat tanpa noda syirik, khurafat, maupun tahayul," terangnya.

Selanjutnya, jamaah harus memperdalam Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan rajin menghadiri majelis ilmu serta mempedomani hadis Nabi.

Kemudian, ia menekankan pentingnya gerakan tajdid atau pembaruan pemikiran secara konsisten. Langkah tersebut harus mendatangkan kasih sayang bagi sesama, sehingga puncak perjuangan dakwah ini berakhir manis di surga.


Empat Waktu Utama Membaca Tasbih

Di samping pilar dakwah, Ustadz Muslih membagikan tuntunan amalan harian bagi para jamaah. Beliau merincikan empat waktu terbaik untuk membaca tasbih demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Waktu-waktu utama tersebut meliputi satu jam sebelum matahari terbit, setelah matahari tenggelam, sehabis magrib, serta setelah isya. Dengan mengamalkan zikir pada waktu tersebut, hati kita akan semakin tenang dan tertuntun," ungkapnya.

Sebelumnya, rangkaian Safari Dakwah Muhammadiyah Solo Raya ini juga melingkupi kegiatan iktikaf malam di Masjid Assofa dan shalat Subuh berjamaah di Masjid Baitussalam Syukur. Panitia membagikan puluhan doorprize menarik di akhir acara sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir.


Kontributor: Puspitasari Dwi Ariyanti, S.Psi

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.