Masjid Jami' Al-Qibli
Suatu ketika sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu
bertanya kepada Rasulullah ï·º tentang masjid yang
pertama kali dibangun di muka bumi. Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” Abu
Dzar bertanya lagi, “Kemudian masjid apa?” Rasulullah menjawab, “Masjidil
Aqsha.” Abu Dzar melanjutkan pertanyaannya, “Berapa jarak (pembangunan) antara
keduanya?” Rasulullah menjawab, “Empat puluh tahun.” (Muttafaq ‘alaih)
ADAPUN
semua jenis bangunan di dalamnya hanyalah bagian dari Masjidil Aqsha
keseluruhan. Salah satunya adalah bangunan masjid berkubah perak atau abu-abu
di sisi selatan kompleks. Ia adalah Masjid Jami' yang keseharian dipakai untuk
shalat lima waktu berjamaah juga khutbah dan shalat Jumat. Di situlah dahulu
Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu (memerintah 634–644 M)
mendirikan shalat setelah memasuki kompleks al-Aqsha pasca-Pembebasan Baitul
Maqdis (637/8 M), kemudian membangun masjid. Pembangunan ini dilanjutkan
Gubernur Syam Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu. Masjid itu
disebut Jami' al-Qibli. Kadang juga disebut Jami' al-Aqsha, tetapi bukan
al-Aqsha yang kompleks besar. Sebut saja sebagai al-Aqsha mini dan yang
dipakai.
Qubbah Ash-Shakhrah
Khalifah Umayyiyah Abdul Malik bin Marwan
(memerintah 685–705 M) dan putranya, Khalifah Walid bin Abdul Malik (705–715
M), juga membaguskan bangunannya mirip yang kita lihat hingga kini. Kerusakan
akibat bencana alam gempa selama berabad-abad silih berganti dengan renovasi
dan pengembangan yang dilakukan oleh dinasti-dinasti penguasa Muslim, termasuk
Nuruddin Zanki dan penerusnya, Shalahuddin al-Ayyubi yang menambahkan mimbar
setelah berhasil membebaskan Baitul Maqdis pasca-Perang Salib II.
Sumber: Kalender tahun 2024, Spesial Series: Baitul Maqdis. Yogyakarta: Pro-U Media.

Tidak ada komentar