Header Ads

Header ADS

Khutbah Jumat: Pelajaran Tauhid dari Peristiwa Pengangkatan Nabi Isa ‘alaihis salam


H. Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ ٱلْإِيمَانِ وَٱلْإِسْلَامِ، وَعَلَى مَا هَدَانَا إِلَىٰ صِرَاطِهِ ٱلْمُسْتَقِيمِ، وَنَسْأَلُهُ سُبْحَانَهُ أَنْ يُثَبِّتَ قُلُوبَنَا عَلَى ٱلتَّوْحِيدِ، وَأَنْ يَجْعَلَنَا مِنْ عِبَادِهِ ٱلْمُخْلَصِينَ ٱلَّذِينَ لَا يُشْرِكُونَ بِهِ شَيْئًا. وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ٱلَّذِي بَلَّغَ ٱلرِّسَالَةَ وَأَدَّى ٱلْأَمَانَةَ وَدَعَا إِلَىٰ عِبَادَةِ ٱللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَإِنَّ ٱلتَّقْوَىٰ هِيَ سَبَبُ ٱلنَّجَاةِ فِي ٱلدُّنْيَا وَٱلْآخِرَةِ، وَبِهَا يُثَبِّتُ ٱلْعَبْدَ عَلَى ٱلْحَقِّ عِنْدَ ظُهُورِ ٱلْفِتَنِ وَٱخْتِلَافِ ٱلنَّاسِ فِي أُمُورِ ٱلدِّينِ. قَالَ ٱللَّهُ تَعَالَىٰ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْكَرِيمِ:

﴿إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ﴾.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah , Rabb semesta alam, yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat kembali berkumpul di rumah-Nya untuk menunaikan ibadah shalat Jumat. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, karena hanya ketakwaan yang akan menjadi penyelamat kehidupan di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad , keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di tengah berbagai peringatan dan peristiwa yang berkaitan dengan Nabi Isa ‘alaihis salam, seorang nabi mulia yang sangat dihormati dalam Islam, kita perlu memahami kisah beliau dengan cahaya Al-Qur’an dan kemurnian tauhid. Peristiwa pengangkatan Nabi Isa ‘alaihis salam bukan sekadar kisah sejarah, tetapi mengandung pelajaran besar tentang kekuasaan Allah, kemuliaan para nabi, serta pentingnya menempatkan manusia sesuai kedudukannya sebagai hamba Allah agar keimanan kita tetap lurus dan tidak melampaui batas dalam memuliakan makhluk.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah membuka kisah keluarga Imran dengan penegasan tentang kemuliaan para nabi dan orang-orang saleh yang dipilih-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 33:

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seluruh alam (manusia pada zamannya masing-masing).”

Para nabi dan keluarga, menurut ayat ini, yang dimuliakan Allah memperoleh kedudukan tinggi bukan karena memiliki sifat ketuhanan, melainkan karena iman, tauhid, dan ketaatan mereka kepada Allah. Nabi Adam ‘alaihis salam, Nabi Nuh ‘alaihis salam, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, hingga keluarga Imran adalah hamba-hamba pilihan yang menunjukkan ketundukan sempurna kepada Rabb semesta alam. Maka, kemuliaan seorang nabi dalam Islam tidak pernah mengangkatnya menjadi Tuhan atau menyisipkan unsur ilahi, melainkan justru menjadi teladan penghambaan kepada Allah. Inilah fondasi tauhid yang penting untuk kita pahami sebelum membahas kisah Nabi Isa ‘alaihis salam, agar kita dapat menempatkan beliau sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur’an: sebagai nabi yang mulia, hamba Allah, dan utusan-Nya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam Surah Ali 'Imran, Allah juga menjelaskan kemuliaan Maryam sebagai wanita suci yang kehormatannya dijaga. Allah memilih Maryam untuk menerima kabar agung tentang kelahiran Nabi Isa ‘alaihis salam tanpa ayah. Allah berfirman dalam QS Ali Imran/3 ayat 45:

اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang (kelahiran anak yang diciptakan) dengan kalimat dari-Nya, namanya Isa Almasih putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Kelahiran Nabi Isa ‘alaihis salam tanpa ayah adalah mukjizat besar yang menunjukkan kekuasaan Allah, namun mukjizat itu tidak pernah menjadikan Nabi Isa ‘alaihis salam Tuhan. Sebab Allah juga telah menciptakan Nabi Adam ‘alaihis salam dalam keadaan yang lebih menakjubkan, tanpa ayah dan tanpa ibu. Dalam QS. Ali Imran/3 ayat 59 Allah menegaskan:

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.

Karena itu, setiap mukjizat para nabi seharusnya semakin menguatkan tauhid kita kepada Allah, bukan justru mengangkat manusia menjadi sesembahan selain-Nya. Semua terjadi semata-mata karena kehendak dan kekuasaan Allah Rabbul ‘alamin.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Nabi Isa ‘alaihis salam diutus oleh Allah kepada Bani Israil bukan untuk mengajak manusia menyembah dirinya, melainkan untuk menegakkan tauhid dan mengajak manusia kembali beribadah hanya kepada Allah . Beliau membenarkan kitab Taurat yang telah diturunkan sebelumnya dan menjadi rasul yang membawa petunjuk bagi kaumnya. Allah berfirman dalam QS Ali 'Imran/3 ayat 49:

وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙ

(Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu.”

Beliau datang membawa mukjizat atas izin Allah, namun seluruh mukjizat itu justru menjadi bukti bahwa Nabi Isa adalah hamba dan utusan Allah. Oleh karena itu, inti dakwah Nabi Isa ‘alaihis salam adalah ajakan kepada tauhid. Allah mengabadikan perkataan beliau:

اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ

Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu. Oleh karena itu, sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

Inilah inti ajaran seluruh nabi dan rasul: memurnikan ibadah hanya kepada Allah. Maka mencintai Nabi Isa ‘alaihis salam dalam Islam adalah dengan memuliakannya sebagai nabi yang agung, mengikuti ajaran tauhidnya, dan tidak melampaui batas dalam memujinya hingga menempatkannya pada kedudukan ketuhanan.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ketika dakwah Nabi Isa ‘alaihis salam semakin jelas menyeru manusia kepada tauhid, sebagian kaum Bani Israil justru menolak dan merencanakan makar untuk mencelakakan beliau. Mereka tidak menyukai kebenaran yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihis salam. Namun dalam kehidupan ini, sebesar apa pun rencana manusia, keputusan tertinggi tetap

berada di tangan Allah . Allah berfirman dalam QS. Ali 'Imran/3 ayat 54:

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللّٰهُ ۗوَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ

Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka). Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang yang memusuhi kebenaran mungkin mampu menyusun rencana, menyebarkan kebencian, bahkan melakukan kezaliman. Akan tetapi, Allah adalah penguasa seluruh langit dan bumi. Tidak ada satu pun rencana manusia yang dapat mengalahkan kehendak-Nya. Karena itu seorang mukmin tidak boleh putus asa ketika menghadapi tekanan, hinaan, ataupun fitnah dalam mempertahankan iman dan kebenaran. Pertolongan Allah akan datang pada waktu yang paling tepat menurut hikmah-Nya.

Kemudian Allah menunjukkan kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam dengan menyelamatkan dan mengangkat beliau. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran/3 ayat 55:

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa, sesungguhnya Aku mengambilmu, mengangkatmu kepada-Ku, menyucikanmu dari orang-orang yang kufur.”

Peristiwa pengangkatan Nabi Isa ‘alaihis salam merupakan bukti kekuasaan Allah dan kemuliaan yang diberikan kepada nabi-Nya. Allah mampu menyelamatkan siapa pun yang Dia kehendaki dengan cara yang tidak dapat dipahami oleh akal manusia. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa para nabi adalah hamba-hamba pilihan yang dijaga oleh Allah, bukan sosok yang memiliki kekuasaan ketuhanan. Justru seluruh kisah ini semakin menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya pemilik kekuasaan mutlak, pengatur kehidupan, pemberi pertolongan, dan tempat bergantung bagi seluruh makhluk.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari seluruh kisah Nabi Isa ‘alaihis salam yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, kita memahami bahwa beliau adalah hamba Allah dan rasul mulia-Nya. Beliau lahir dengan mukjizat, berdakwah dengan hikmah, serta diangkat dan diselamatkan oleh Allah dari makar orang-orang kafir. Namun, semua itu tidak menjadikan Nabi Isa ‘alaihis salam sebagai Tuhan atau memberikan-Nya sifat ketuhanan. Kekuasaan mutlak tetap hanya milik Allah , Rabb semesta alam. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan: mencintai dan menghormati seluruh nabi, tetapi tidak melampaui batas dalam memuliakan mereka. Sebab keselamatan hidup di dunia dan akhirat terletak pada tauhid yang murni, yaitu menyembah Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.

Maka marilah kita memperkuat iman dan menjaga kemurnian akidah di tengah berbagai fitnah zaman ini. Jadikan kisah para nabi sebagai pelajaran untuk semakin dekat kepada Allah, memperbanyak ketaatan, dan memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan. Hormatilah seluruh nabi dan rasul sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, tanpa merendahkan dan tanpa berlebihan. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas tauhid hingga akhir hayat, mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh, serta menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah di jalan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ ٱللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ ٱلْآيَاتِ وَٱلذِّكْرِ ٱلْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ ٱللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِجَمِيعِ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ.

 

Khutbah Kedua

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ ٱللَّهِ وَرَسُولُهُ. ٱللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ ٱلطَّيِّبِينَ ٱلطَّاهِرِينَ، وَعَلَىٰ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى ٱلتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita mengambil pelajaran dari kisah Nabi Isa ‘alaihis salam yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Semua mukjizat, kemuliaan, dan peristiwa pengangkatan beliau merupakan tanda kekuasaan Allah serta bukti bahwa para nabi adalah hamba-hamba pilihan yang diutus untuk mengajarkan tauhid. Nabi Isa ‘alaihis salam datang menyeru manusia agar menyembah Allah semata, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, serta mengajarkan jalan yang lurus. Oleh karena itu, seorang Muslim mencintai dan memuliakan Nabi Isa ‘alaihis salam sebagaimana ajaran Islam, tanpa mengurangi kemuliaannya dan tanpa melampaui batas hingga menempatkan beliau pada kedudukan ketuhanan. Sebab hanya Allah, satu-satunya Rabb, yang berhak disembah dan menjadi tempat bergantung bagi seluruh makhluk.

Maka marilah kita menjaga kemurnian iman dan ketakwaan di tengah berbagai fitnah pemikiran serta perbedaan keyakinan di zaman ini. Jadikan kisah para nabi sebagai penguat keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu bersama orang-orang yang beriman dan istiqamah pada kebenaran. Perkuat ibadah, perbanyak dzikir dan amal saleh, serta tanamkan dalam hati bahwa keselamatan hidup di dunia dan akhirat hanya dapat diraih melalui tauhid yang murni. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas agama-Nya, menjaga keluarga dan keturunan kita dalam iman, serta mengumpulkan kita kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ ٱلْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ ٱلْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ، ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

ٱللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ ٱلدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ ٱلْحَاجَاتِ، ٱللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي ٱلدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي ٱلْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي ٱلْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي ٱلرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ ٱلْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ ٱلْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ ٱلْمَوْتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ ٱلرَّاحِمِينَ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ ٱلْوَهَّابُ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

ٱللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ ٱلْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى ٱلتَّوْحِيدِ وَٱلْإِيمَانِ، وَٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلْمُخْلَصِينَ ٱلَّذِينَ يَعْبُدُونَكَ وَلَا يُشْرِكُونَ بِكَ شَيْئًا. ٱللَّهُمَّ ٱرْزُقْنَا فَهْمًا صَحِيحًا لِدِينِكَ، وَٱجْعَلِ ٱلْقُرْآنَ ٱلْكَرِيمَ نُورًا لِقُلُوبِنَا وَهُدًى لِحَيَاتِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَىٰ صِرَاطِكَ ٱلْمُسْتَقِيمِ حَتَّىٰ نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.

ٱللَّهُمَّ كَمَا أَكْرَمْتَ أَنْبِيَاءَكَ وَرُسُلَكَ وَعَظَّمْتَ قُدْرَتَكَ، فَٱحْفَظْ أَهْلَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنَ ٱلْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. ٱللَّهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يَعْتَصِمُونَ بِأَنْبِيَائِكَ بِٱلْحَقِّ، وَيَهْتَدُونَ بِهَدْيِهِمْ، وَلَا يَغْلُونَ فِي دِينِهِمْ وَلَا يَنْحَرِفُونَ عَنْ سَبِيلِكَ. ٱللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى ٱلْإِيمَانِ وَٱلتَّوْحِيدِ، وَأَمِتْنَا عَلَى ٱلْإِسْلَامِ وَٱلسُّنَّةِ، وَٱحْشُرْنَا مَعَ ٱلنَّبِيِّينَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَاءِ وَٱلصَّالِحِينَ، يَا أَرْحَمَ ٱلرَّاحِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.