Header Ads

Header ADS

Kumpulan Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah


Oleh: Muhammad Fikri Aththoriq, S.Pd.

Anggota Majelis Tabligh PCM Blimbing


Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah dapat menyebabkan kekeringan, krisis air bersih, serta mengganggu sektor pertanian dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, umat Islam diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, mempererat kepedulian sosial, dan memohon pertolongan kepada Allah ﷻ.

Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan adalah memperbanyak doa memohon hujan, termasuk melalui pelaksanaan shalat istisqa. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, bersedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah ﷻ.

Sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau panjang, masyarakat, takmir masjid, para khatib, dan seluruh elemen umat Islam diimbau untuk menghidupkan doa-doa memohon hujan. Doa istisqa juga dapat disisipkan dalam khutbah Jumat, khususnya khutbah kedua, dengan mengajak jamaah mengaminkannya secara khusyuk.

Berikut kumpulan doa shalat istisqa dan doa memohon hujan yang dapat diamalkan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

 

Adab dan Amalan dalam Memohon Hujan

Sebelum membaca doa memohon hujan, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kekeringan.

1. Memperbanyak Istighfar

Istighfar merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Al-Qur'an. Allah ﷻ menjelaskan ajakan Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada kaumnya untuk memohon ampunan kepada-Nya. Allah ﷻ berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ ۝١٠ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا ۙ ۝١١ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًا ۗ ۝١٢

“Maka, aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.’” (QS. Nuh [71]: 10–12)

Ayat tersebut mengingatkan pentingnya istighfar sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar dapat menjadi salah satu amalan yang dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika masyarakat menghadapi musim kemarau panjang.

 

2. Mengangkat Kedua Tangan ketika Berdoa Memohon Hujan

Dalam hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangan ketika berdoa memohon hujan.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ

“Biasanya Nabi ﷺ tidak mengangkat kedua tangannya dalam doa apa pun, kecuali dalam doa istisqa.” (HR. Al-Bukhari no. 1031, Muslim no. 895)

 

3. Membalik Rida' (Kain atau Selendang) dalam Shalat Istisqa

Dalam riwayat Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ keluar menuju tempat shalat untuk memohon hujan, kemudian menghadap kiblat dan membalik selendang beliau.

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى، فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَقَلَبَ رِدَاءَهُ

“Sesungguhnya Nabi ﷺ keluar menuju tempat shalat untuk memohon hujan. Beliau menghadap kiblat dan membalik selendangnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1012 dan Muslim no. 894)

 

4. Menyambut Hujan sebagai Rahmat Allah ﷻ

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika hujan turun, Rasulullah ﷺ menyingkap sebagian pakaian beliau agar terkena air hujan. Ketika para sahabat bertanya tentang tindakan tersebut, beliau menjelaskan:

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

“Karena hujan ini baru saja diciptakan oleh Tuhannya.” (HR. Muslim no. 898)

Hadis tersebut menjadi salah satu dasar tentang anjuran menyambut air hujan sebagai rahmat yang baru saja Allah ﷻ turunkan.

 

Kumpulan Doa Shalat Istisqa dan Doa Memohon Hujan

1. Doa Istighatsah: Memohon Pertolongan dan Hujan

Doa istighatsah merupakan permohonan pertolongan kepada Allah ﷻ. Ketika Rasulullah ﷺ memohon hujan, beliau pernah mengulang permohonan berikut sebanyak tiga kali.

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

(Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā.)

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR. Al-Bukhari no. 1013–1014 dan Muslim no. 897, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

 

2. Doa Memohon Hujan dalam Khutbah

Doa berikut diriwayatkan dalam hadis tentang permohonan Rasulullah ﷺ ketika berada di atas mimbar.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

(Alḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn, ar-raḥmānir-raḥīm, māliki yaumid-dīn. Lā ilāha illallāhu yaf'alu mā yurīd. Allāhumma antallāhu lā ilāha illā anta, al-ghaniyyu wa naḥnul-fuqarā'. Anzil 'alainal-ghaitsa, waj'al mā anzalta lanā quwwatan wa balāghan ilā ḥīn.)

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Penguasa hari pembalasan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkaulah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau Maha Kaya, sedangkan kami adalah hamba-hamba yang membutuhkan-Mu. Turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami hingga waktu tertentu.” (HR. Abu Dawud, no. 1173, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dinilai hasan oleh Al-Albani)

 

3. Doa Memohon Hujan yang Bermanfaat

Hujan yang diharapkan bukan sekadar hujan yang turun, melainkan hujan yang membawa manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

(Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan marī'an marī'an nāfi'an ghaira ḍārrin, 'ājilan ghaira ājil.)

“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyuburkan, bermanfaat, tidak membahayakan, serta segera datang dan tidak ditunda.” (HR. Abu Dawud no. 1169, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Dinilai shahih oleh Al-Albani)

 

4. Doa Memohon Hujan untuk Manusia dan Hewan

Ketika kemarau panjang terjadi, manusia bukan satu-satunya makhluk yang membutuhkan air. Hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan juga bergantung pada ketersediaan air untuk bertahan hidup.

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

(Allāhumma asqi 'ibādaka wa bahā'imaka, wansyur raḥmataka, wa aḥyi baladakal-mayyit.)

“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.” (HR. Abu Dawud no. 1176 dan Malik dalam al-Muwattha', dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya. Dinilai hasan oleh Al-Albani)

 

5. Doa agar Hujan Turun di Tempat yang Membutuhkan

Ketika hujan turun terlalu deras dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya, umat Islam dianjurkan memohon agar hujan dialihkan ke wilayah yang membutuhkan.

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

(Allāhumma ḥawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal-ākāmi waẓ-ẓirābi wa buṭūnil-awdiyati wa manābitisy-syajar.)

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan menurunkannya sebagai bencana atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari no. 1013 dan Muslim no. 897, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

 

6. Doa Ketika Hujan Turun

Ketika hujan mulai turun, umat Islam dianjurkan membaca doa agar hujan tersebut membawa manfaat.

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

(Allāhumma ṣayyiban nāfi'an.)

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari no. 1032, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

 

7. Doa Ketika Melihat Awan atau Angin

Awan dan angin merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah ﷻ. Ketika melihat awan atau merasakan angin yang bertiup, umat Islam dapat memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukannya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

(Allāhumma innī as'aluka khairahā wa khaira mā fīhā wa khaira mā ursilat bih, wa a'ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā wa syarri mā ursilat bih.)

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang dibawanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim no. 899, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

 

8. Dzikir Setelah Hujan Turun

Setelah hujan turun, umat Islam dianjurkan untuk mengingat bahwa hujan merupakan karunia Allah ﷻ. Salah satu dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah sebagai berikut.

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

(Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih.)

“Kami diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya.” (HR. Al-Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71, dari Zaid bin Khalid al-Juhani. Menjadi penangkal keyakinan jahiliah yang menisbatkan hujan kepada bintang-bintang)

 

Menghidupkan Doa Istisqa sebagai Ikhtiar Bersama

Menghadapi musim kemarau panjang membutuhkan ikhtiar bersama, baik secara spiritual maupun melalui tindakan nyata. Memperbanyak istighfar, membaca doa memohon hujan, melaksanakan shalat istisqa sesuai tuntunan, dan menguatkan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Para khatib dan pengurus masjid dapat mengajak jamaah untuk berdoa bersama, termasuk menyisipkan doa istisqa dalam khutbah Jumat sesuai tuntunan yang berlaku. Pada saat yang sama, masyarakat perlu menjaga sumber air, menghemat penggunaan air bersih, membantu warga yang terdampak kekeringan, dan mendukung upaya penyediaan air bagi wilayah yang membutuhkan.

Semoga Allah ﷻ mengampuni dosa-dosa kita, melimpahkan rahmat-Nya, menurunkan hujan yang membawa manfaat, serta menjauhkan masyarakat dari kekeringan dan bencana.

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

(Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā.)

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.