Kesehatan Paripurna Jasmani Rohani: PRM-PRA Jombor Edukasi Interaksi Obat dan Manfaat Waktu
SUKOHARJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Jombor menggelar Pengajian Rutin dan edukasi kesehatan umum. Agenda strategis ini berlangsung khidmat di Masjid Nurul Iman Gambusan, Jombor, Sukoharjo, pada Ahad (17/5). Puluhan jamaah tampak memadati ruang utama masjid untuk mendapatkan wawasan keagamaan sekaligus pemahaman medis demi mewujudkan kesehatan paripurna jasmani rohani.
Melalui sinergi bersama Tim RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, panitia mengupas tuntas materi penting mengenai panduan konsumsi medis. Berdasarkan pantauan visual di lokasi, jamaah dengan tekun menyimak pemaparan materi dari para ahli farmasi yang menggunakan media presentasi interaktif. Langkah nyata ini menjadi bagian dari syiar Islam yang berkemajuan guna membangun umat yang tangguh secara fisik dan mental.
Cerdas Memahami Aturan Konsumsi dan Interaksi Obat
Sesi pertama pengajian langsung mengulas edukasi kesehatan bersama pakar farmasi Apt. Fauzan Mubarok, S.Farm. dan Kepala SDI RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Novita Yuliani, S.KM., M.Kes. Keduanya secara gamblang membeberkan bahaya laten interaksi obat dengan makanan atau minuman tertentu yang kerap diabaikan masyarakat. Menurut penuturan tim medis, kesalahan pola konsumsi dapat mengubah, mengurangi, bahkan menggagalkan efek terapi obat dalam tubuh.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa obat pereda nyeri wajib dikonsumsi sesudah makan demi melindungi lambung. Sebaliknya, obat hipertensi dan obat lambung harus diminum sekitar 30 menit hingga dua jam sebelum makan. Terlebih untuk penderita penyakit menular seperti TBC, pasien wajib meminum obat secara rutin sebelum sarapan pagi selama enam bulan penuh tanpa terputus.
"Masyarakat harus paham bahwa beberapa jenis buah seperti pisang memiliki kandungan kalium tinggi yang bisa membuat efek obat tidak maksimal," ujar Apt. Fauzan Mubarok saat memberikan edukasi kesehatan di hadapan jamaah.
Selain itu, ia melarang keras jamaah meminum obat bersama dengan susu, kopi, maupun teh. Zat di dalam kopi dapat memicu jantung berdebar, sedangkan air panas berisiko merusak struktur kimia obat. Oleh karena itu, para jamaah wajib menggunakan air putih dan selalu membaca label perintah pengobatan dengan cermat. Jika muncul reaksi alergi atau gatal-gatal setelah meminum parasetamol atau amoksilin, konsumsi obat harus segera dihentikan untuk kemudian diganti dengan antihistamin sesuai anjuran dokter.
Manajemen Waktu untuk Meraih Kesehatan Paripurna
Setelah materi medis selesai, Ketua Majelis Tabligh PCM Tawangsari, Ustadz Drs. Suyamto, M.Pd., melanjutkan acara dengan memberikan siraman rohani. Ia menyampaikan tausiyah mendalam mengenai urgensi memanfaatkan waktu demi meraih keberkahan hidup berkelanjutan. Suasana masjid terasa makin hening saat penceramah mengajak jamaah merenungkan hakikat kehidupan dunia yang fana.
Ustadz Suyamto menekankan bahwa kesehatan fisik manusia sebenarnya bermula dari hati yang tenang dan bersih. Berada di dalam majelis ilmu bukan sekadar berkumpul, melainkan laksana duduk di taman-taman surga yang mendatangkan ketenteraman jiwa. Pengondisian batin yang positif inilah yang mendukung terciptanya kesehatan paripurna jasmani rohani yang seimbang.
"Waktu adalah sejarah yang tidak bisa diulang maupun diubah, sedangkan masa depan adalah misteri. Kita sendiri yang membuat sejarah tersebut, apakah menjadi sejarah yang baik atau tidak baik," tutur Ustadz Suyamto dengan nada humanis.
Oleh karena itu, beliau mengimbau seluruh jamaah untuk memperbanyak amal saleh dan tidak menunda pekerjaan baik. Kesadaran akan akhirat yang kian mendekat harus menjadi pelecut semangat umat untuk terus beribadah secara optimal. "Jadilah anak-anak akhirat, bukan anak-anak dunia. Hari ini di dunia adalah waktu untuk beramal tanpa perhitungan, sedangkan di akhirat kelak adalah hari perhitungan," pungkasnya di akhir khutbah pengajian.
Sinergi Masjid dan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Ketua PRM Jombor, Wikan Roso Mulyono, S.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret kepedulian organisasi terhadap umat. Pihaknya sengaja memadukan aspek sains dan agama agar masyarakat mendapatkan edukasi yang menyeluruh. "Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah ilmu tentang agama dan kesehatan. Kami berharap melalui acara ini, dalam diri kita semua tumbuh kesehatan yang paripurna, baik secara jasmani maupun rohani," kata Wikan.
Langkah kolaboratif ini mendapat respons positif dari Takmir Masjid Nurul Iman, H. Ragil Suroto. Ia menegaskan pintu masjid selalu terbuka lebar untuk kegiatan syiar Islam, edukasi kesehatan umum, dan pengajian masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan sarana ibadah, pengurus PRM Jombor menyerahkan kenang-kenangan berupa Majalah Suara Muhammadiyah kepada pihak takmir.
Pada kesempatan terpisah, Sekretaris PRM Jombor, Sinung Aribowo, S.E., membocorkan rencana program strategis ke depan. Pengajian sinergis semacam ini akan bertransformasi menjadi agenda rutin bulanan yang bergulir setiap Ahad pekan ketiga.
Selain pengajian berkala, PRM Jombor tengah merancang program kemasyarakatan yang jauh lebih besar dan berdampak luas. Mereka berencana menyelenggarakan bakti sosial berupa Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi warga berkolaborasi kembali dengan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Guna menyemarakkan momentum Milad Muhammadiyah, panitia juga akan menggelar Tabligh Akbar yang diramaikan dengan kompetisi olahraga lomba ping-pong antarjamaah serta jalan sehat bersama.

Tidak ada komentar