Header Ads

Header ADS

Khutbah Idul Adha: Mendidik Anak Shalih: Belajar dari Nabi Ibrahim


Mendidik Anak Shalih: Belajar dari Nabi Ibrahim

Oleh: KH. Ihsan Saifuddin, S.Ag

Penasihat Majelis Tabligh PDM Sukoharjo

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

أمَّا بَعْدُ:

اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، لا إله إلا الله ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ولله الحمد

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لا إله إلا الله ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ولله الحمد وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 

Jama'ah shalat Idul Adha rahimakumullah

Pada pagi ini, Allah telah melimpahkan nikmat yang besar kepada kita semua, atas nikmat-nikmat yang kita terima, tidak ada yang pantas untuk kita ucapkan selain tahmid, tasbih, tahlil dan takbir.

Di antara hamparan nikmat Allah , pagi ini kita berada dalam keadaan sehat wal afiyat, sehingga dapat menunaikan shalat Idul Adha bersama seluruh kaum muslimin dengan penuh di tempat yang penuh barakah ini.

 

Khutbah Idul Adha: Meneladani Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam


Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamdu,

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Termasuk juga nikmat Allah yang sangat besar adalah kita dimampukan melaksanakan shalat dan sembelihan qurban yang keduanya merupakan dua syi'ar Idul Adha yang sangat diutamakan. Apa jadinya jika di hari raya Idul Adha tidak ada shalat dan tidak ada sembelihan qurban. Ketiadaan shalat dan sembelihan qurban, sama halnya dengan tidak ada hari raya Idul Adha.

 

Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamdu,

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Idul Adha artinya hari raya penyembelihan, yaitu menyembelih unta, sapi, atau kambing yang dilakukan setelah salat Idul Adha, sebagaimana yang hari ini kita lakukan.

Memaknai Idul Adha tidak dapat dipisahkan dari sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il. Kedua nama tersebut sangat erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa besar yang menyertai Idul Adha, terutama peristiwa disembelihnya Nabi Isma’il ‘alaihissalām.

Berkaitan dengan ketaatan Nabi Isma’il ketika akan disembelih, inilah yang akan kita ambil pelajarannya sebagai hikmah Idul Adha pada hari ini.

 

Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamdu,

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Rahasia mencetak anak shalih seshalih nabi Isma'il, sedemikian shalihnya hingga akan disembelihpun tetap nurut perintah orang tua, disebabkan karena beberapa faktor, secara singkat dapat kita jelaskan sebagai berikut:

 

1) Ketaatan orang tua

Ketaatan orang tua (Nabi Ibrahim) kepada Allah itulah yang membuahkan Isma’il, sang anak, juga menaati orang tuanya. Hal ini sesuai dengan pepatah, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, atau dalam istilah Jawa, “Kacang ora ninggal lanjaran”. Dalam bahasa Inggris juga ada pepatah, “The apple doesn’t fall far from the tree.”

Pepatah-pepatah tersebut mengajarkan bahwa perilaku anak akan meniru orang tuanya. Karena itu, orang tua yang menginginkan anaknya taat kepadanya hendaknya terlebih dahulu taat kepada Allah.

Ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah adalah ketaatan yang nyaris di luar batas akal manusia. Betapa tidak, beliau tetap taat padahal diperintah meninggalkan anak dan istrinya di suatu lembah yang tidak berpenghuni, tidak ada tanaman, serta kering kerontang. Namun, demi ketaatannya kepada Allah, perintah tersebut tetap beliau laksanakan.

Ketaatan Ibrahim ‘alaihissalām kepada Allah diabadikan dalam Al-Qur’an pada Surah Ibrahim ayat 37. Allah berfirman:

رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ

"Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur".

 

Termasuk bentuk ketaatan Ibrahim kepada Allah adalah kesiapan beliau melaksanakan perintah untuk menyembelih anaknya.

Ujian ketaatan Ibrahim kepada Allah tidak terhenti pada perintah meninggalkan anak dan istrinya di lembah tandus tanpa penghuni, tetapi terus berlanjut. Ketika sang anak beranjak dewasa, Allah memerintahkan agar anak tersebut disembelih. Perintah itu pun beliau laksanakan dengan penuh ketaatan.

Sebagai balasan atas ketaatannya, Allah memujinya dan menyelamatkan anaknya dari penyembelihan, bahkan menggantinya dengan seekor domba yang gemuk.

Inilah ayat Allah yang berisi pujian kepada Ibrahim atas ketaatannya. Dalam Surah Ash-Shaffat ayat 105, Allah berfirman:

قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

"Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.”Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik".

 

Ketaatan Isma’il juga merupakan berkah dari ketaatan sang ibu kepada suaminya, yaitu Siti Hajar. Sebagai ibu dari Nabi Isma’il, beliau sangat taat kepada Nabi Ibrahim. Sang ibu bersedia ditinggalkan di suatu lembah yang tidak berpenghuni, padahal saat itu beliau baru saja melahirkan.

Ketika Siti Hajar hendak ditinggal oleh suaminya, beliau bertanya:

أَيْنَ تَذْهَبُ وَتَتْرُكُنَا بِهَذَا الْوَادِي الَّذِي لَيْسَ فِيهِ إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ، فَقَالَتْ لَهُ ذَلِكَ مِرَارًا.

"Ke mana kau hendak pergi meninggalkan kami di lembah yang tak ada manusia juga tak ada sesuatu apapun."

 

Pertanyaan itu diulang-ulang beberapa kali. Oleh karena Ibrahim tidak menjawabnya, maka Siti Hajar mengalihkan pertanyaannya:

آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَتْ: إِذًا لَا يُضَيِّعُنَا.

"Apakah Allah menyuruhmu meninggalkan kami di sini?" Ibrahim menjawab, "Ya". Siti Hajar berkomentar, "Jika demikian, Allah tak akan menelantarkan kami".

 

Itulah bentuk ketaatan isteri kepada suami yang membuahkan anak taat kepada orang tua.

 

2) Keteladanan orang tua

Sukses mendidik anak tidak dapat dilepaskan dari keteladanan orang tua. Hal inilah yang juga berlaku pada Nabi Ibrahim dalam mendidik Isma’il.

Nabi Ibrahim memberikan contoh keteladanan sekaligus mengajak sang anak terlibat langsung dalam aktivitas nyata. Keteladanan dan bimbingan langsung inilah yang membekas kuat dalam benak sang anak, sehingga anak mudah menerima apa pun yang dicontohkan oleh orang tuanya.

Keteladanan dan pelibatan langsung bersama sang anak, misalnya tampak dalam peristiwa pembangunan Ka‘bah sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 127 berikut:

وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٰهِـۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

 

3) Pendidikan tauhid

Ketaatan Isma’il ‘alaihissalām juga merupakan buah dari pendidikan berbasis tauhid. Orang tua sangat menekankan nilai-nilai tauhid dalam mendidik anak. Pendidikan berbasis tauhid tersebut terlihat dari doa-doa Nabi Ibrahim agar dirinya dan keturunannya senantiasa dibimbing di jalan keimanan.

Peristiwa tersebut diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 128 berikut ini:

رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَیۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّیَّتِنَاۤ أُمَّة مُّسۡلِمَة لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima taubat, Maha Penyayang."

 

Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamdu,

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Itulah tiga rahasia mendidik anak saleh sesaleh Nabi Isma’il, yaitu dengan memperhatikan tiga hal: ketaatan orang tua, keteladanan orang tua, serta pendidikan berbasis tauhid.

Pada penghujung khutbah Idul Adha ini, kami mengajak diri kami dan jamaah sekalian, di Hari Raya Idul Adha ini, selain melaksanakan salat dan penyembelihan hewan kurban, marilah kita meneladani pendidikan model Nabi Ibrahim ‘alaihissalām dalam mencetak anak saleh sesaleh Nabi Isma’il. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita semua anak-anak yang saleh dan salehah, yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, bahkan dunia dan akhirat.

Mari kita akhiri dengan bermunajat kepada Allah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua agar mampu meneladani keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalām, sehingga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan fid-dīn wad-dunyā wal-ākhirah. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ انك حميد مجيد

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً, وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.