Header Ads

Header ADS

Khutbah Jum’at: Nabi Ibrahim dan Jalan Cinta Kepada Allah


Muhamad Fikri Aththoriq, S.Pd.

Anggota Majelis Tabligh PCM Blimbing Daerah Sukoharjo, Peserta Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Angkatan 3

 

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ﷺ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

Amma ba’du.

Jemaah yang dimuliakan Allah ,

Setelah memanjatkan syukur kepada Allah dan berselawat atas Rasulullah Muhammad , marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa dengan sebenar-benarnya takwa, dengan terus memperbanyak amal saleh, khususnya di sepuluh hari terbaik ini.

Di antara pelajaran terbesar dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam adalah tentang bagaimana seorang hamba menjadikan Allah sebagai pusat cintanya, pusat takutnya, dan pusat harapannya.

Karena hakikat ibadah bukan sekadar gerakan tubuh, banyaknya amal, atau panjangnya ibadah. Akan tetapi, ibadah adalah amalan hati.

Para ulama menjelaskan bahwa ibadah dibangun di atas tiga perkara: mahabbah (cinta kepada Allah), khauf (takut kepada Allah), dan raja’ (harap kepada rahmat Allah).

Dan ketiganya terkumpul dalam kehidupan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Allah berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

"Orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah." (QS. Al-Baqarah: 165)

 

Jemaah yang dimuliakan Allah ,

Cinta kepada Allah bukan sekadar ucapan di lisan. Akan tetapi, cinta yang membuat seorang hamba taat kepada Allah, rela berkorban, dan mendahulukan Allah di atas segala-galanya.

Karena itu, Allah menguji Nabi Ibrahim dengan sesuatu yang paling beliau cintai, yaitu putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Allah berfirman,

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ

"Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu." (QS. Ash-Shaffat: 102)

Ini bukan sekadar ujian penyembelihan, tetapi ujian tentang siapa yang paling dicintai dalam hati.

Dan Nabi Ibrahim memilih Allah. Karena itulah Allah menjadikannya khalilullah, kekasih Allah.

Allah berfirman,

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

"Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai khalil." (QS. An-Nisa’: 125)

 

Jemaah yang dimuliakan Allah ,

Namun, ibadah tidak cukup hanya dengan cinta. Seorang mukmin juga harus memiliki rasa takut kepada Allah.

Anehnya, hari ini banyak manusia takut kehilangan pekerjaan, kehilangan harta, kehilangan manusia, tetapi sedikit takut kehilangan Allah.

Padahal Nabi Ibrahim yang merupakan imam tauhid saja masih takut terjatuh ke dalam syirik.

Beliau berdoa,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

"Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala." (QS. Ibrahim: 35)

Lihatlah, seorang nabi, penghancur berhala, khalilullah, masih takut kepada syirik. Maka para salaf berkata,

وَمَنْ يَأْمَنُ الْبَلَاءَ بَعْدَ إِبْرَاهِيمَ؟

"Siapa yang merasa aman dari ujian setelah Ibrahim?"

Karena semakin seseorang mengenal Allah, semakin takut ia kepada-Nya.

Namun, selain cinta dan takut, seorang mukmin juga harus memiliki harapan kepada Allah.

Jangan sampai dosa membuat kita putus asa dari rahmat Allah.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam mengajarkan itu ketika beliau membangun Ka’bah bersama Ismail. Beliau tetap berdoa,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا

"Ya Rabb kami, terimalah dari kami." (QS. Al-Baqarah: 127)

Padahal beliau sedang melakukan amal yang sangat besar.

Akan tetapi, hati orang beriman tidak ujub, tidak merasa suci, dan terus berharap kepada Allah.

 

Jemaah yang dimuliakan Allah ,

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata,

القَلْبُ فِي سَيْرِهِ إِلَى اللَّهِ كَالطَّائِرِ، الْمَحَبَّةُ رَأْسُهُ، وَالْخَوْفُ وَالرَّجَاءُ جَنَاحَاهُ

"Hati dalam perjalanan menuju Allah seperti seekor burung. Cinta adalah kepalanya, sedangkan takut dan harap adalah kedua sayapnya."

Artinya, cinta tanpa takut membuat manusia meremehkan dosa, takut tanpa harap membuat manusia putus asa, dan harapan tanpa amal hanya menjadi angan-angan kosong.

Karena itu, jalan Nabi Ibrahim adalah jalan keseimbangan: mencintai Allah, takut kepada Allah, dan berharap hanya kepada Allah.


Jemaah yang dimuliakan Allah ,

Mungkin hari ini kita masih salat, masih mengaji, dan masih berzikir. Akan tetapi, pertanyaannya: siapa yang paling memenuhi hati kita?

Karena seseorang akan selalu bergerak menuju apa yang paling ia cintai, paling ia takutkan, dan paling ia harapkan.

Maka marilah kita belajar dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salam: memurnikan cinta, menjaga tauhid, dan menyerahkan hidup sepenuhnya hanya kepada Allah


KHUTBAH KEDUA

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ،

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ. اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.