Header Ads

Header ADS

Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa


Serial Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan (8)

 

1.  Mengerjakan Qiyamul-Lail di malam bulan Ramadhan (Qiyamu Ramadhan/ Shalat Tarawih). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُرَغِّبُهُمْ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah menganjurkan qiyam (shalat) Ramadhan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan qiyam (shalat) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al Bukhari dan Muslim)

 

2.  Mengakhirkan makan di waktu sahur. Dasarnya adalah hadits Nabi :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ يَكُونُ سُرْعَةً بِأَنْ أُدْرِكَ صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ (رواه البخاري كتاب الصيام باب تأخير السحور)

Dari Sahl Ibnu Sa’ad radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya makan sahur di keluarga saya, kemudian saya berangkat terburu-buru sehingga saya mendapatkan shalat subuh bersama Rasulullah .” (HR. al-Bukhari, dalam kitab ash-Shiyam, Bab Ta’khir as-Sahr)

 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ (رواه أحمد)

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah bersabda: “Umatku senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan menta’khirkan sahur.” (HR. Ahmad)

 

3.  Menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib (ta‘jil). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ قَالَ: لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَعْجَلُوا الْفِطْرَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Dari Sahl bin Sa‘ad radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) Rasulullah bersabda: “Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘Alaih)

 

4.  Berdoa ketika berbuka puasa, dengan doa yang dituntunkan yang menunjukkan kepada rasa syukur kepada Allah . Misalnya doa Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah. Hal ini diterangkan dalam hadits berikut:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.“ (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Apabila Rasulullah berbuka, beliau berdoa: Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah [Hilanglah rasa haus dan basahlah uraturat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala].” (HR. Abu Dawud)

 

5.  Memperbanyak shadaqah dan mempelajari/ membaca Al-Qur’an

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَرِّسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ ﷺ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

“Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” (Muttafaq ‘Alaih)

 

Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa


6.  Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara iktikaf di masjid, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah .

عَنْ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. [مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ]

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘Alaih)

 

Sumber: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2019). Tuntunan ibadah pada bulan Ramadhan (Cetakan ke-9). Yogyakarta: Gramasurya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.