Header Ads

Header ADS

Air Mata dan Harapan Warnai Akhirusanah Angkatan Ke-48 MTs Muhammadiyah Tawangsari


SUKOHARJO – Atmosfer haru berbaur dengan riuh tepuk tangan yang membahana di Aula Muhammad Darwis. Hari itu, menjadi saksi perjalanan Angkatan ke-48 yang telah ditempa di bawah naungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Tawangsari, Selasa (2/6/026). Agenda tahunan Akhirusanah dan Purna Siswa Tahun Pelajaran 2025/2026 ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan momentum pengukuhan generasi baru yang siap menaklukkan dunia tanpa kehilangan arah pulang.

Keberhasilan perhelatan besar ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran dewan guru beserta karyawan madrasah yang mengonsep serta mempersiapkan acara dengan matang. Di bawah bimbingan dan arahan para guru, rekan-rekan dari Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah Tawangsari turut sigap membantu kelancaran berbagai kebutuhan teknis acara sekaligus mengambil bagian di atas panggung untuk menampilkan kreasi seni demi menyemarakkan suasana.

Acara dibuka secara resmi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara syahdu oleh Ananda Refinka Ayu Septiana, siswi berprestasi yang merupakan Juara II OlympicAD tingkat kabupaten tahun 2026. Getaran religius tersebut kemudian disusul dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya yang dibawakan penuh penjiwaan oleh tim paduan suara yang seluruhnya beranggotakan siswa-siswi madrasah. Perpaduan ini seolah menegaskan identitas siswa madrasah: nasionalis sekaligus beriman teguh.

Pesan Epik Para Pemimpin: Jangan Pernah Tinggalkan Sujud

Saat sesi sambutan dimulai, aula mendadak hening. Setiap untaian nasihat yang keluar dari lisan para tokoh pendidikan hari itu terasa seperti bekal spiritual yang membakar semangat para lulusan.

Kepala MTs Muhammadiyah Tawangsari, Nardi, S.Pd., M.Pd., memberikan tamparan realitas sekaligus suntikan motivasi mendalam bagi para siswa.

“Kesuksesan saat ini hanyalah sejengkal dari jalan kehidupan yang panjang. Bermimpilah setinggi langit, dan janganlah kamu tinggalkan salat lima waktu ketika kamu sudah sukses nanti,” tegas Nardi dengan penuh penekanan.

Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah, Dra. Zaidatul Hidayah, M.Si., menyampaikan pentingnya keseimbangan karakter di era modern. Menurut beliau, tantangan zaman hanya dapat dijawab oleh manusia-manusia yang utuh.

“Jadilah generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar hingga berguna bagi nusa dan bangsa. Salehah, cerdas, dan berkarakter adalah pilihan tepat untuk menyekolahkan anak di MTs Muhammadiyah Tawangsari,” ujar Zaidatul, membangkitkan kebanggaan para wali murid yang hadir.

Tak kalah menggetarkan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tawangsari, Drs. H. Muh. Subekti, menyampaikan pesan penutup yang visioner sekaligus mengikat nilai ideologis. Beliau menantang para lulusan untuk berani menjelajahi dunia luar.

“Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, karena dengan ilmu langkah kita akan menjadi ringan untuk melangkah ke mana pun, bahkan hingga ke luar benua. Dan ketika engkau telah sukses, tetaplah kembali kepada Muhammadiyah,” pesan Subekti yang disambut tepuk tangan meriah.

Puncak Kehormatan dan Isak Haru Guru

Suasana berubah khidmat dan emosional saat prosesi pengalungan samir kepada para purna siswa dimulai. Satu per satu siswa dari Program Khusus IT Tahfiz hingga Program Reguler dan Boarding School berjalan gagah menuju panggung.

Di antara deretan lulusan, nama Ananda Giselle Farhana Naila Wowwiling dari kelas IX B serta Ananda Zunnur Aini Sabrina Qaisara dari kelas IX C diumumkan sebagai siswi peraih nilai akademik tertinggi dari program masing-masing.

Ketegangan yang dibangun oleh capaian prestasi itu kemudian mencair menjadi tangis haru saat persembahan lagu “Mama” karya Eddy Silitonga dibawakan secara duet oleh Zunnur Aini dan Najwa Aulia Perwita Jati. Isak tangis orang tua dan guru pecah di berbagai sudut aula, menyadari betapa cepat waktu berlalu; anak-anak yang dahulu datang mencari ilmu kini telah siap dilepas untuk terbang mandiri atas bimbingan dan didikan tulus para guru.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan tangguh dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan MTs Muhammadiyah Tawangsari bertema “Burung Mengepakkan Sayapnya”. Sebuah simbolisasi sempurna bahwa para alumni Angkatan ke-48 kini telah memiliki sayap kokoh untuk terbang tinggi melintasi benua, tetapi hati mereka akan selalu terpaut pada sajadah dan persyarikatan.

Kontributor: Janan Qoni’ah

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.