Khutbah Jum'at: Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa Serta Umat
Khutbah Jum'at: Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi
Bangsa Serta Umat
Ustadz H. Nafsir Abu Muhammad As Sambasy, S.Ag, M.Si.
Anggota Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
الْحَمْدُ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ.
أَمَّا
بَعْدُ،
فَيَا
عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan
kepada Allah ﷻ. Sebab, hanya dengan
ketakwaan hidup menjadi terarah, hati menjadi tenang, dan masa depan menjadi
penuh harapan.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, bertepatan
dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Menyikapi kondisi
yang semakin memprihatinkan akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika
yang mengancam masa depan generasi bangsa dan umat, Dewan Pimpinan Majelis
Ulama Indonesia mengimbau agar para khatib di seluruh Indonesia mengangkat tema
"Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa serta Umat."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita menjadikan momentum ini bukan
sekadar peringatan tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk bermuhasabah.
Sebab, ketika berbicara tentang narkoba, sesungguhnya kita sedang berbicara
tentang masa depan anak-anak kita, tentang ketahanan keluarga kita, tentang
kekuatan bangsa kita, dan tentang amanah yang kelak akan kita
pertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di antara nikmat terbesar yang Allah karuniakan
kepada kita bukanlah semata-mata harta, jabatan, rumah yang megah, atau
kendaraan yang mewah, melainkan hadirnya generasi penerus. Anak-anak dan
cucu-cucu adalah amanah, harapan keluarga, masa depan bangsa, serta calon
pemimpin umat. Karena itulah Islam memberikan perhatian yang sangat besar
terhadap penjagaan generasi.
Allah ﷻ
berfirman:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Wahai orang-orang yang beriman,
jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS.
At-Tahrim: 6)
Perhatikanlah ayat ini. Allah tidak hanya
memerintahkan kita memberi makan keluarga dan mencukupi kebutuhan mereka,
tetapi Allah memerintahkan kita menjaga mereka. Menjaga iman mereka, menjaga
akhlak mereka, menjaga pergaulan mereka, menjaga masa depan mereka, dan menjaga
mereka dari segala sesuatu yang dapat menghancurkan kehidupan dunia dan
akhiratnya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Setiap zaman memiliki tantangannya. Jika dahulu
orang tua khawatir anak-anaknya kekurangan makanan, maka hari ini banyak orang
tua justru khawatir anak-anaknya kehilangan pegangan hidup. Jika dahulu
pengaruh buruk datang dari lingkungan sekitar, maka hari ini pengaruh buruk
dapat masuk ke rumah melalui layar yang berada dalam genggaman. Karena itu,
menjaga generasi hari ini menjadi tugas yang semakin berat.
Di tengah berbagai ancaman itu, bangsa kita
kembali diingatkan tentang bahaya narkotika yang semakin mengkhawatirkan.
Narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan ancaman terhadap
akal, kesehatan, keluarga, masa depan bangsa, dan masa depan umat.
Padahal Islam sangat memuliakan akal. Rasulullah ﷺ
bersabda:
كُلُّ
مُسْكِرٍ حَرَامٌ
"Setiap yang memabukkan adalah
haram." (HR. Muslim)
Mengapa? Karena akal adalah karunia yang sangat
mulia. Dengan akal manusia mengenal Rabb-nya, memahami Al-Qur'an, membedakan
yang hak dan yang batil, serta membangun peradaban. Maka, segala sesuatu yang
merusak akal wajib dijauhi.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Namun sesungguhnya ancaman terhadap generasi kita
tidak hanya narkoba. Ada ancaman yang terkadang lebih halus, tetapi tidak kalah
berbahaya, yaitu ketika hati menjadi jauh dari Allah ﷻ.
Ketika Al-Qur'an tidak lagi akrab di rumah-rumah kita, ketika anak-anak
kehilangan figur teladan, dan ketika keluarga hidup serumah tetapi tidak lagi
hidup bersama.
Narkoba memang berbahaya. Tetapi sebelum seorang
anak terjerumus kepada narkoba, sering kali ia lebih dahulu terjerumus kepada
kesepian. Sebelum ia mengenal barang haram, terkadang ia lebih dahulu
kehilangan tempat bercerita. Sebelum ia jatuh kepada penyimpangan, terkadang ia
lebih dahulu kehilangan teladan.
Karena itu, ketika kita berbicara tentang
penyelamatan generasi, jangan hanya bertanya, "Apa yang salah dengan
anak-anak kita?" Namun marilah kita bertanya, "Sudahkah kita hadir
dalam kehidupan mereka? Sudahkah kita menjadi tempat mereka mengadu? Sudahkah
rumah kita menjadi tempat pulang yang menenangkan?"
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mungkin inilah saatnya kita semua bermuhasabah.
Sudahkah rumah kita menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk bercerita?
Sudahkah mereka melihat ayahnya bersegera menuju masjid ketika azan
berkumandang? Sudahkah mereka melihat ibunya menjaga salat dan kemuliaan
akhlak? Sudahkah mereka merasakan hangatnya doa dari kedua orang tuanya?
Sebab, anak-anak lebih banyak belajar dari apa
yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Mereka mungkin lupa nasihat
kita, tetapi mereka jarang lupa keteladanan kita.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ada satu kenyataan yang perlu kita renungkan
bersama. Kita mungkin bertemu setiap hari di dalam rumah yang sama, duduk di
ruang yang sama, dan makan di meja yang sama. Namun, sudahkah kita benar-benar
bertemu dalam hati?
Sebab, tidak sedikit keluarga yang tinggal
serumah, tetapi masing-masing hidup dalam dunianya sendiri. Ayah sibuk dengan
pekerjaannya, ibu sibuk dengan urusannya, dan anak sibuk dengan gawainya atau
telepon genggamnya. Lalu perlahan percakapan berkurang, kedekatan memudar, dan
ketika masalah datang, masing-masing merasa sendirian.
Padahal, keluarga seharusnya menjadi benteng
pertama yang melindungi generasi dari berbagai ancaman zaman.
Allah ﷻ
berfirman:
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal
saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam
kesabaran." (QS. Al-Asr: 1-3)
Menyelamatkan generasi bukan tugas sekolah
semata. Bukan tugas pemerintah semata. Bukan tugas aparat semata. Bukan pula
tugas para ustaz semata. Menyelamatkan generasi adalah tugas kita semua.
Karena anak-anak yang hari ini bermain di halaman
masjid, merekalah yang kelak akan menjadi imam, guru, pemimpin, ulama,
pengusaha, dan penyangga negeri ini. Jika mereka selamat, bangsa akan kuat.
Jika mereka selamat, umat akan bermartabat. Dan jika mereka selamat, insya
Allah masa depan Islam akan tetap bercahaya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tidak ada orang tua yang berharap anaknya menjadi
pecandu narkoba. Tidak ada ibu yang bercita-cita melihat anaknya hancur. Tidak
ada ayah yang ingin menyaksikan masa depan keluarganya runtuh.
Karena itu, jangan pernah lelah mendoakan
anak-anak kita. Jangan pernah lelah mendekati mereka. Sebab, bisa jadi satu
pelukan yang tulus, satu nasihat yang lembut, dan satu doa di sepertiga malam
menjadi sebab Allah menyelamatkan mereka dari jalan yang kelam.
أَقُولُ
قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ.
أَمَّا
بَعْدُ،
فَيَا
عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tema bahaya narkoba dan penyelamatan generasi
bukanlah tema tentang orang lain. Ini adalah tema tentang keluarga kita,
tentang anak-anak kita, tentang cucu-cucu kita, serta tentang masa depan bangsa
dan umat.
Karena itu, janganlah kita hanya menjadi penonton
dan jangan pula hanya menjadi pengkritik. Namun, marilah kita menjadi bagian
dari solusi.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin
dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari
dan Muslim)
Maka, marilah kita hidupkan rumah-rumah kita
dengan Al-Qur'an. Kita makmurkan masjid dengan generasi muda. Kita perkuat
pendidikan akhlak. Kita bangun budaya saling menasihati dalam kebaikan. Kita
bentengi generasi dengan iman, ilmu, dan kasih sayang.
Sebab, generasi yang kuat tidak lahir hanya dari
kecerdasan, tetapi lahir dari iman yang kokoh, akhlak yang mulia, dan
lingkungan yang baik.
Marilah kita menundukkan hati dan mengangkat
tangan memohon kepada Allah ﷻ.
اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،
الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ
احْفَظْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا مِنَ الْمُخَدِّرَاتِ وَالْمُسْكِرَاتِ
وَسَائِرِ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
اللَّهُمَّ
أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِينَ.
اللَّهُمَّ
اجْعَلْ أَبْنَاءَنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ عِبَادِكَ
الصَّالِحِينَ.
اللَّهُمَّ
احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْإِيمَانَ
وَالسَّلَامَةَ وَالْإِسْلَامَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.
عِبَادَ
اللَّهِ،
إِنَّ
اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Tidak ada komentar