Raih IPK 3,93, Motivator Nasional Andie Kusuma Brata Resmi Sandang Gelar Doktor Ke-99 UIN Surakarta
SURAKARTA – Pelaksanaan Ujian Terbuka Doktor UIN Raden Mas Said Surakarta yang berlangsung khidmat di Aula Pascasarjana Lantai 1 Kampus II Pakis, Klaten, pada Senin (15/6/2026), memunculkan kisah inspiratif yang luar biasa dari seorang promovendus tangguh.
Meskipun harus menghadiri persidangan akademik menggunakan kursi roda karena kondisi kesehatan yang sedang menurun, H. Andie Kusuma Brata berhasil mempertahankan Disertasi Doktor miliknya dengan sangat gemilang.
Oleh karena itu, seluruh dewan penguji sepakat memberikan predikat kelulusan sangat memuaskan dengan raihan IPK 3,93, yang sekaligus menobatkan dirinya sebagai doktor ke-99 dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Surakarta.
Spiritual Building Training Atasi Kemerosotan Moral
Dalam pemaparannya yang lugas, Andie Kusuma Brata menegaskan bahwa Manajemen Pendidikan Spiritual menjadi instrumen krusial dalam mengatasi degradasi moral generasi muda saat ini. Ia memaparkan keprihatinan mendalam terhadap fenomena perundungan serta kekerasan remaja yang marak terjadi belakangan ini.
“Hal itu mencerminkan melemahnya identitas moral yang seharusnya terbentuk pada masa transisi dari anak-anak menuju remaja,” papar Andie secara lugas di hadapan dewan penguji.
Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak boleh tinggal diam melihat fenomena sosial ini.
“Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter Islami siswa melalui pembinaan spiritual yang terarah dan sistematis,” lanjutnya.
Selanjutnya, riset multikasus di MTsN 1 Surakarta dan MTsN 2 Surakarta ini membuktikan bahwa program Spiritual Building Training (SBT) yang terstruktur terbukti efektif dalam melakukan penguatan Karakter Islami Siswa secara berkelanjutan.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Spiritual Building Training (SBT) yang diterapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam penguatan nilai-nilai keislaman,” tegas Andie Kusuma Brata.
Melalui Ujian Terbuka Doktor UIN Surakarta dengan Ketegaran
Perjalanan akademik Andie Kusuma Brata untuk menyelesaikan pendidikan tingkat tertinggi di Pascasarjana UIN Surakarta ini dipenuhi dengan ujian kehidupan yang sangat berat. Sebelum berhasil melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor UIN Surakarta hari ini, ia harus kehilangan promotor utamanya, Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, M.Ag., yang wafat mendahuluinya di tengah-tengah proses bimbingan.
Tidak lama berselang, duka mendalam kembali menghampiri dirinya ketika istri tercintanya berpulang ke Rahmatullah, demikian juga dengan kondisi fisik dirinya sendiri yang sudah beberapa waktu sakit hingga memerlukan bantuan kursi roda. Namun, segala keterbatasan fisik dan cobaan emosional tersebut terbukti tidak mampu menyurutkan semangat sang motivator nasional ini untuk menyelesaikan Disertasi Doktor MPI tepat pada waktunya.
Ketua Sidang, Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., mengagumi keteguhan tersebut secara langsung saat membacakan keputusan sidang.
“Promovendus Dr. H. Andie Kusuma Brata, M.M., M.Si resmi menyandang gelar doktor ke-99 dari Program Studi manajemen pendidikan islam Pascasarjana UIN Surakarta pada tahun 2026 dengan IPK 3,93,” ujar Prof. Zainul Abas.
Fondasi Karakter Berbasis Rahmatan lil Alamin
Keberhasilan pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor UIN Surakarta ini diharapkan mampu memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang signifikan bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Melalui kesimpulan akhir risetnya, Andie menjelaskan bahwa pengelolaan spiritualitas di madrasah akan membentuk profil lulusan yang toleran, cinta damai, dan berakhlak mulia.
“Manajemen pendidikan spiritual secara keseluruhan menjadi fondasi penting dalam membentuk profil siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (PPRA),” ungkap Andie saat menutup sesi tanya jawab.
Ia berharap konsep ini bisa diimplementasikan secara luas demi menjawab tantangan global.
“Siswa harus beriman, berakhlak mulia, toleran, cinta damai, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan spiritual yang kuat,” pungkas sang doktor baru tersebut.
Acara yang berlangsung penuh keharuan tersebut ditutup dengan jabat tangan takzim dari para dewan penguji kepada sang doktor baru, diiringi isak tangis bangga dari keluarga serta kolega yang memadati ruang aula sidang.
Tidak ada komentar