Header Ads

Header ADS

Kematian: Ayat Kauniah yang Tak Pernah Berdusta


Ust. H. Nafsir Abu Muhammad As Sambasy, S.Ag., M.Si.

Anggota Majelis Tabligh PDM Sukoharjo

 

Hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, saya berdiri di antara para pelayat yang mengantarkan seorang teman seusia saya menuju peristirahatan terakhirnya.

Beberapa pekan yang lalu, beliau masih berjuang untuk sembuh. Awalnya, beliau hanya mengeluhkan sulit buang air besar. Setelah diperiksa, ternyata terdapat benjolan pada tulang dan ususnya. Beliau sempat dirawat di rumah sakit, kemudian kembali dirawat untuk kedua kalinya. Bahkan, telah direncanakan tindakan operasi.

Namun, Allah memiliki ketetapan yang lebih dahulu berlaku.

Hari ini, saya tidak hanya mendengar kabar wafatnya. Saya datang melayat. Saya ikut menyalatkannya. Saya ikut mengantarkan jenazahnya ke pemakaman. Saya melihat sendiri bagaimana seseorang yang belum lama masih berbicara, berjalan, dan memiliki berbagai rencana kehidupan, kini terbujur diam menunggu dimasukkan ke liang lahat.

Saat tanah mulai menutup pusaranya, hati ini bertanya:

"Suatu hari nanti, bukankah aku juga akan berada di tempat yang sama? Bukankah orang-orang yang hari ini mengantarkan, kelak juga akan mengantarkanku?"

Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian." (QS. Ali 'Imran [3]: 185)

Kematian tidak selalu datang setelah usia tua.

Tidak selalu setelah sakit yang panjang.

Tidak selalu setelah semua urusan selesai.

Kematian datang tepat pada waktu yang telah Allah tetapkan.

Di pemakaman hari ini, saya kembali menyadari bahwa yang benar-benar kita miliki bukanlah umur yang panjang, melainkan kesempatan yang masih tersisa.

Kesempatan untuk memperbaiki salat.

Kesempatan untuk membaca Al-Qur'an.

Kesempatan untuk meminta maaf dan memberi maaf.

Kesempatan untuk bertobat sebelum terlambat.

Karena suatu hari akan datang saat ketika tidak ada lagi kesempatan. Yang tersisa hanyalah penyesalan atau kebahagiaan atas amal yang pernah kita lakukan.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa almarhum, melapangkan kuburnya, menerangi alam barzakh-nya, menerima amal kebaikannya, serta mengumpulkannya bersama orang-orang yang beriman.

Dan semoga langkah kaki kami yang hari ini mengantarkannya ke pemakaman menjadi pengingat bahwa perjalanan yang sama sedang menunggu setiap dari kami.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan Kembali.” (QS. Al-Baqarah [2]: 156)

Hari ini kami mengantarkan seorang sahabat ke kuburnya.

Entah kapan, tetapi suatu hari nanti, akan ada orang lain yang mengantarkan kita ke kubur kita.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.