Header Ads

Header ADS

Dr. Hakimuddin Salim: Empat Bekal Menuju Ramadhan yang Lebih Bermakna


Blimbing – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing menggelar pengajian rutin Ahad Pagi yang berlangsung di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Ahad (8/2/2026) pagi.

Acara bertema “Bekal Menyambut Bulan Ramadhan” ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan, baik putra maupun putri, tua maupun muda, termasuk santriwan dan santriwati pondok pesantren tuan rumah.

Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Dr. KH. Hakimudin Salim, Lc, M.A, Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pembicara. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pada bulan Sya’ban agar jamaah berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

“Ini bentuk tawaduk kita kepada Allah, bapak ibu. Kita merasa bahwa kita tidak tahu usia kita sampai kapan, kita tidak tahu apakah Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi apakah betul-betul kita akan menemuinya atau tidak,” ujarnya.

Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut menyampaikan bahwa setidaknya ada empat hal yang menjadi bekal menyambut datangnya Ramadhan.

“Bekal pertama, Al I’dad Ar Ruhi, persiapan spiritual. Seperti dicontohkan Rasulullah saw yang mempersiapkan Ramadhan dengan memperbanyak berpuasa sunnah,” terangnya.

Mudir ma’had Abu Bakar Ash Shidiq UMS tersebut melanjutkan bahwa persiapan selanjutnya yang penting adalah persiapan ilmu.

“Targetkan dari Ramadhan sebelumnya sampai datang Ramadhan lagi belajar tentang puasa, dari kitab-kitab para ulama, tahun ini belajar “Fiqih Sunnah”-nya Sayyid Sabiq, Ramadhan selanjutnya selesaikan belajar “Fiqih Siyam”-nya Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, menghadapi Ramadhan berikutnya selesaikan membaca “Majelis Syahru Ramadhan”-nya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin,” pesannya.

Alumni Doktoral Universitas Islam Madinah tersebut juga berpesan kepada jamaah agar membahas dan mengupas putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah berkaitan dengan puasa di bulan Ramadhan.

“Fatwa-fatwa Tarjih dari tahun ke tahun pasti ada yang baru, bahas itu, biar puasa kita selalu berada di atas ilmu,” lanjutnya.

Bekal Ramadhan selanjutnya adalah persiapan merencanakan Ramadhan (Al-I’dad At-Takhthithi), mengevaluasai Ramadhan yang lalu untuk memperbaiki Ramadhan yang akan datang.

“Kemudian satu lagi yang sangat penting adalah Tarbiyah Dzatiyah (pendidikan diri). Karena tidak ada yang pahan terhadap diri kita kecuali diri kita sendiri,” ujarnya.

Mengakiri pengajian beliau menyampaikan pesan Rasulullah saw bahwa hendaknya kita shalat seperti mau mati, seperti shalat terakhir, begitu juga dengan Ramadhan.

“Kalau kita ingin ibadah kita maksimal, seolah-olah ini adalah Ramadhan yang terakhir, karena kita tidak bisa memastikan masih ketemu dengan Ramadhan lagi berikutnya,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.