Kultum Ramadhan: Sudahkah Membaca Al-Qur’an Hari Ini?
Kultum Ramadhan: Sudahkah Membaca Al-Qur’an Hari
Ini?
Andika Rahmawan
Sekretaris KMM Daerah Sukoharjo
ٱلْـحَمْدُ
لِلّٰهِ، ٱلصَّلَوَاتُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ.هُوَ
الَّذِي أُنْزِلَ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ
وَالْفُرْقَانِ.
وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ دَائِمَانِ مُتَلَازِمَانِ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
حَامِلِ ٱلرِّسَالَةِ وَأُسْوَةِ ٱلْأُمَّةِ ٱلْمُشْتَاقَةِ
إِلَى نُورِ ٱلْهُدَى.
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang menjadi petunjuk hidup bagi setiap
muslim. Al Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber ketenangan, penawar
hati, dan cahaya bagi kehidupan. Namun di tengah kesibukan oleh urusan dunia:
bekerja, belajar, mencari rezeki, memenuhi kebutuhan keluarga, ada satu
pertanyaan sederhana yang sering terabaikan: “Sudahkah kita membaca Al-Qur’an
hari ini?” Pertanyaan ini tampak ringan,
tetapi jawabannya sangat menentukan keadaan hati kita. Sebab, Al-Qur’an adalah
sumber kehidupan rohani. Jika kita jarang berinteraksi dengannya, hati akan
gersang, jauh dari ketenangan, mudah gelisah, dan lemah menghadapi ujian. Buya
Hamka pernah mengatakan, "Al-Quran yang dibaca baik-baik adalah
tanda jiwa yang kenyang akan makanan bergizi."
Berbicara tentang Al-Qur’an, maka ia merupakan sebuah pembahasan yang
indah lagi menarik, sebuah pembicaraan yang sangat agung. Karena yang kita
bahas adalah kitab milik Allah Ta’ala Yang Mahamulia. Dalam
QS. Az-Zumar [39] ayat 23, Allah Ta’ala katakan tentangnya,
اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ
كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ
تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْۚ
ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِۗ
ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ
وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ ٢٣
Allah telah menurunkan perkataan yang terbaik, (yaitu) Kitab
(Al-Qur’an) yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Oleh karena itu,
kulit orang yang takut kepada Tuhannya gemetar. Kemudian, kulit dan hati mereka
menjadi lunak ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia
memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dibiarkan sesat
oleh Allah tidak ada yang dapat memberi petunjuk.
Kultum Ramadhan: Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ
Allah telah menurunkan perkataan yang memiliki susunan kata dan
kandungan paling baik, yaitu Al-Qur’an yang serupa keindahan susunan antara
ayat-ayatnya lagi disebut berulang-ulang baik redaksi, hukum, pelajaran, maupun
kisahnya agar membawa pengaruh kuat pada diri pembacanya. Allah menurunkan
Al-Qur’an yang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya
ketika mendengar peringatan dan ancaman di dalamnya, kemudian menjadi tenang
kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah dan mendengar berita serta janji
yang menggembirakan. Itulah petunjuk Allah bagi orang-orang yang mau
mendengarkan; dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia
kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat dari jalan kebenaran oleh Allah
lantaran lebih memilih jalan kesesatan dan berpaling dari kebenaran daripada
mengikuti tuntunan Rasulullah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi-nya
petunjuk dan menuntunnya menuju jalan kebenaran. Di ayat lain, pada QS.
Al-Hadid [57] ayat 17, Allah Ta’ala mengatakan,
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ
ٱللَّهَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ
بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah
matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran
(Kami) supaya kamu memikirkannya.”
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Di dalamnya
(ayat di atas) terdapat indikasi bahwa Yang Mahakuasa melembutkan hati setelah
sebelumnya keras, membimbing mereka yang bingung setelah kesesatan mereka, dan
meringankan kesusahan setelah keparahannya, sebagaimana Dia juga menghidupkan
bumi yang mati, tandus lagi tak bernyawa dengan hujan yang melimpah, Dia juga
membimbing hati yang keras dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan petunjuk-petunjuk
lainnya, dan Dia memasukkan ke dalam hati cahaya setelah sebelumnya tertutup
dan tidak ada apapun yang dapat mencapainya serta menjangkaunya.”
Sungguh, hati kita sangat butuh untuk dihidupkan kembali setelah
sebelumnya mati atau hampir mati! Al-Qur’an adalah sumber mata air dan penyegar
bagi hati, sebagaimana halnya hujan adalah penyegar bagi bumi. Hal ini bisa
kita buktikan sendiri. Lihatlah bagaimana bersihnya hati kita di bulan Ramadan,
saat Al-Qur’an berulang kali diperdengarkan ke telinga kita, dan diri kita pun
banyak membacanya. Kita saksikan juga bagaimana pengaruh yang baik pada hati
ini perlahan-lahan memudar saat diri kita semakin menjauh dan terputus dari
Al-Qur’an.
Betapa besar karunia bagi mereka yang rutin membaca dan mentadabburi
Al-Qur’an. Satu huruf saja bernilai pahala berlipat ganda. Bahkan bagi yang
terbata-bata dalam membacanya, Allah tetap memberikan dua pahala: satu karena
membaca, dan satu lagi karena bersungguh-sungguh.
Namun sayangnya, banyak di antara kita yang lebih sering membuka gawai
daripada mushaf. Kita hafal notifikasi media sosial, tapi lupa ayat terakhir
yang kita baca. Padahal, seandainya kita tahu betapa besar ketenangan yang
Allah turunkan melalui setiap ayat-Nya, niscaya kita akan merindukan waktu
untuk kembali membacanya.
Mari kita hidupkan kembali hubungan kita dengan Al-Qur’an. Jadikan
membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian yang tak tergantikan. Mulailah dari
yang ringan: satu halaman setelah Subuh, atau beberapa ayat sebelum tidur.
Sedikit demi sedikit, Allah akan menumbuhkan cinta di hati kita kepada
kitab-Nya. Bacalah dengan tadabbur, pahami maknanya, amalkan ajarannya. Karena
keberkahan Al-Qur’an bukan hanya dalam bacaannya, tetapi dalam penerapan
nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa menyapa firman-Nya. Ambillah
mushaf, buka lembarannya, biarkan ayat-ayat itu berbicara kepada hati kita. Sebab,
orang yang dekat dengan Al-Qur’an, niscaya akan dekat dengan Allah. Dalam QS.
Fathir [35] ayat 29 Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang
selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan shalat, dan menafkahkan sebagian
rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara diam-diam dan terang-terangan,
mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
Sahabatku, sedang apa kalian sekarang, sudahkah kalian membaca
Al-Qur'an hari ini? Bacalah keistemewaan hamba-hamba Allah yang hidup
bersama Al Qur'an, hati tenang, damai dan bahagia,
"Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi
tenang.”. (Q.S Ar-Ra’d [13]: 28). dan seutama-utama zikir
adallah membaca Al-qur'an. Meraih pertolongan hari kiamat, ”Bacalah
al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat
bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim).
Menjadi manusia terbaik, ”Sebaik-baik kalian adalah yang
mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Bersama para
malaikat yang mulia, ”Orang yang pandai membaca al-Qur’an akan ditempatkan
bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji.
Adapun yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua
pahala.” (H.R Bukhari dan Muslim). Meraih kedudukan
mulia, ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini
dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an.” (H.R Muslim).
Dibanggakan Allah, ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu
rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya,
melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi
oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para
Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
Sepuluh kebaikan, ”Barang siapa yang membaca satu huruf
Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas
dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu
huruf, tapi alif itu satu huruf.” (H.R at-Tirmizi)
Sudah seharusnya seorang muslim memiliki quality time,
waktu khusus dirinya dengan Al-Qur’an, meluangkan sebagian dari dua puluh empat
jam waktunya untuk membaca Al-Qur’an, meskipun hanya satu halaman saja.
Ketahuilah wahai saudaraku, semakin banyak lembaran Al-Qur’an yang kita baca
dan kita renungi setiap harinya, maka hidup yang kita jalani akan semakin
berkah dan semakin bahagia.
Dalam Majmu’ Al-Fatawa [7: 493], Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah mengatakan,
مَا
رَأَيْتُ شَيْئًا يُغَذِّي الْعَقْلَ وَالرُّوحَ، وَيَحْفَظُ الْجِسْمَ،
وَيَضْمَنُ السَّعَادَةَ، أَكْثَرَ مِنْ إِدَامَةِ النَّظَرِ فِي كِتَابِ اللَّهِ
تَعَالَى.
“Aku tidak dapati sesuatu yang dapat memelihara pikiran dan jiwa,
memelihara tubuh, dan menjamin kebahagiaan, melebihi ketekunan seseorang di
dalam melihat dan membaca Kitab Allah Ta’ala.”
Para ahli tafsir juga mengatakan,
اِشْتَغَلْنَا
بِالْقُرْآنِ، فَغَمَرَتْنَا الْبَرَكَاتُ وَالْخَيْرَاتُ فِي الدُّنْيَا.
“Kami tersibukkan dengan Al-Qur’an, sampai-sampai kami dipenuhi dengan
keberkahan dan karunia di dunia ini.”
Jika engkau dapati dirimu tidak senang ketika membaca Al-Qur’an, mudah
bosan, dan tidak ada pengaruh keimanan dalam hatimu, ketahuilah bahwasanya ada
yang salah dengan hatimu. Fitnah syubhat dan syahwat telah
menutupinya sehingga ia tidak mau menerima Al-Qur’an. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam
kitab Al-Jami’ Li Syu’ab Al-Iman, ‘Utsman bin Affan radhiyallahu
‘anhu pernah mengatakan,
لَوْ
طَهُرَتْ قُلُوبُنَا مَا شَبِعْنَا مِنْ كَلَامِ رَبِّنَا، وَإِنِّي لَأَكْرَهُ
أَنْ يَأْتِيَ عَلَيَّ يَوْمٌ لَا أَنْظُرُ فِي الْمُصْحَفِ.
“Kalau hati kita bersih, niscaya kita tidak akan pernah merasa kenyang
untuk membaca Kalamullah (Al-Qur’an). Dan aku sangat membenci apabila terlewat
suatu hari kepadaku, sedangkan aku tidak melihat selembar pun dari mushaf
(Al-Qur’an).”
Malaikat Jibril menjadi pemimpin para malaikat/malaikat yang paling
mulia karena Jibril lah yang membawa turun wahyu Al Qur’an, Nabi Muhammad
menjadi Nabi yang paling mulia karena kepada beliaulah Al Quran diturunkan,
Makkah dan Madinah menjadi kota yang mulia karena disanalah Al Quran
diturunkan, Ramadhan menjadi bulan yang paling mulia karena di bulan itulah Al
Quran diturunkan, dan Al Qadr menjadi malam yang paling mulia karena di malam
itulah Al Quran diturunkan, maka kalau kita juga ingin menjadi seorang manusia
yang mulia, dekat dan bersahabatlah dengan Al Quran, dengan senantiasa
membacanya setiap hari.
Wallahu a’lam bisshawab.
Quotes ;
“ADA YANG ENGGAN BACA AL QURAN KARENA SIBUK
BERBAGAI URUSAN
PADAHAL AL QURAN LAH YANG MEMPERBAIKI BERBAGAI
URUSAN”
اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا
بِالْقُرْآنِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا
وَهُدًى وَرَحْمَةً.
وَصَلَّى اللَّهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَالسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Tidak ada komentar