Header Ads

Header ADS

Kultum Ramadhan: Syafaat Al-Qur’an



Kultum Ramadhan: Syafaat Al-Qur’an

Nur Ardiyansyah, Lc, M.A

Anggota Majelis Tabligh PDM Sukoharjo

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ؛ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْـمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الـمُؤْمِنِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمَيَامِيْنِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

 

Salah satu nama lain dari bulan Ramadhan adalah Syahrul Qur’an yaitu bulan Al-Qur’an karena memang bulan Ramadhan identik dan sangat berkaitan dengan Al-Qur’an, maka masyarakat kita di Indonesia khususnya ketika bulan Ramadhan tiba ada tradisi tadarusan atau membaca Al-Qur’an setelah shalat tarawih dan ini hanya ada di bulan Ramadhan saja. Ini menunjukan antusiasme masyarakat dalam membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan meningkat.


Rasulullah adalah orang yang paling bahagia ketika datang bulan Ramadhan dikarenakan malaikat Jibril selalu mendatangi Rasulullah setiap malam di bulan Ramadhan untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an baginda Rasulullah . Para Sahabat ketika bulan Ramadhan menghabiskan malamnya untuk membaca Al-Qur’an. Begitu juga para Tabiin dan orang orang shaleh sebelum kita ketika bulan Ramadhan datang maka ibadah mereka banyak berfokus kepada Al-Qur’an. Imam Malik bin Annas misalnya beliau kalau sudah memasuki bulan Ramadhan maka halaqah ilmu yang biasanya diadakan setiap hari di masjid Nabawi diliburkan karena beliau ingin berfokus kepada Al-Qur’an baik dengan membacanya atau dengan mentadabburinya.


Bukti bahwa Ramadhan adalah Syahrul Qur’an adalah Allah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 185 Allah berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَوَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, siapa di antara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”


Kultum Ramadhan: Bulan Al Qur’an

 

Membaca Al-Qur’an memiliki banyak sekali fadhilah, di antara fadhilah yang paling besar adalah mendapatkan syafaat Al-Qur’an di hari kiamat bagi orang-orang yang senantiasa lidahnya dibasahi dengan bacaan Al-Qur’an. Imam Ahmad meriwayatkan [Shahih At-Targhib: 1429], Rasulullah bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ: ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”


Dalam riwayat yang lain dari Imam Muslim 1910, Nabi bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.”


Dari dua hadist di atas Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa nanti pada hari kiamat Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi orang orang yang sentiasa membaca Al-Qur’an dan juga mengamalkanya. Seperti kita ketahui bahwa nanti pada hari kiamat setiap manusia akan mempertanggung jawabkan atas semua perbuatan yang dia lakukan di dunia. Pada hari kiamat ketika manusia di kumpulkan oleh Allah di padang mahsyar manusia akan sibuk dengan  nasib dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib orang lain. Bahkan orang tua lupa dengan anaknya, anak lupa dengan orang tuanya, adik lupa dengan kakaknya, istri lupa dengan suaminya, begitu pula sebaliknya suami lupa dengan istrinya. Setiap manusia hanya peduli dengan nasib mereka sendiri karena di mahsyar keadaan di sana sangat menakutkan dan sangat mencekam. Matahari hanya sejengkal di atas kepala, keringat keluar berucuran dari tubuh manusia ada yang keringatnya sampai perutnya bahkan ada yang keringatnya sampai menutupi wajahnya.


Maka Al-Qur’an datang pada hari kiamat untuk memberi pertolongan dan memberi syafaat bagi orang-orang yang senantiasa membacanya dan mengamalkanya di dunia. Syafaat Al-Qur’anlah yang kita harapkan untuk menolong kita nanti pada hari kiamat. Sebelum kita membahas tentang syafaat Al-Qur’an alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang pengertian syafaat, arti syafaat menurut para ulama adalah:

الشَّفَاعَة هِيَ التَّوَاسط لِلْغَيْرِ فِيْ جَلْبِ المَنْفَعَةِ أوْ دَفْعِ المَضَرَّةِ

“pengertian syafaat adalah sebagai penengah / wasilah bagi yang lain untuk mendatangkan manfaaat dan mencegah bahaya /madharat”


Syafaat bisa  didapatkan seseorang di dunia dan di akhirat. Syafaat di dunia bisa berupa syafaat yang baik dan syafaat yang buruk, akan tetapi syafaat di akhirat semuanya adalah syafaat yang mendatangkan kebaikan seperti: syafaat Al-Qur’an, syafaat baginda Nabi Muhammad , syafaat orang yang mati syahid di jalan Allah dan sebagainya. Syafaat di akhirat tidak diberikan kecuali dengan izin dan ridha Allah . Dalam QS. An-Najm [53] ayat 26, Allah berfirman,

وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لاَتُغْنِى شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلاَّ مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَى

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

Dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 255 Allah berfirman,

مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Lalu firman Allah dalam QS. Thaha [20] ayat 109,

يَوْمَئِذٍ لاَتَنفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلاَّ مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلاً

Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.”  


Syafaat Al-Qur’an hanya akan diberikan kepada hamba-hamba Allah yang senantiasa melantukan ayat suci Al-Qur’an di pagi dan malam hari. Syafaat Al-Qur’an hanya akan diberikan kepada hamba-hamba Allah yang senantiasa menyibukan dirinya dengan Al-Qur’an baik dengan menghafalnya atau memahami maknanya. Syafaat Al-Qur’an hanya akan diberikan kepada hamba-hamba Allah yang senatiasa mengamalkan Al-Qur’an dalam keseharian mereka. Syafaat Al-Qur’an hanya akan diberikan kepada hamba-hamba Allah yang senantiasa memperjuangkan Al-Qur’an. Mudah-mudahan kita diberikan oleh Allah kekuatan untuk selalu membaca Al-Qur’an, menghafalnya, memahami maknanya, mengamalkannya serta memperjuangkanya, Amin ya Rabbal ‘Alamin.


Lalu apa saja bentuk syafaat Al-Qur’an selain syafaat di padang mahsyar?

Yang pertama: memberikan mahkota bagi orang tua.

Diriwayatkan Imam Al Hakim, dari Abdullah bin Buraidah Al-Aslamiy, dari bapaknya radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah bersabda:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولانِ: بِمَا كُسِيْنَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ .

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur (cahaya), sinarnya seperti sinar matahari. Kedua orang tuanya akan dipakaikan sepasang pakaian yang tiada bandingannya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya, “Mengapa kami diberi pakaian ini?” Maka dijawab, “Disebabkan anakmu berpegang dengan Al-Qur’an”. (HR. Al-Hakim, no. 2086; dan dia menshohihkannya. Syaikh Al-Albani berkata: “Hasan lighoirihi”. Lihat: Shohih At-Targhib, no. 1434)

 

Kedua: penentu derajat seseorang di syurga

Rasûlullâh bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Imam Abu Daud  no. 1464 dan Imam Tirmidzi, no. 2914, dan Ibnu Hibbân no. 1790)

 

Yang ketiga: dapat memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya

Diriwayatkan Imam Ahmad/1875, dari sahabat Ali radhiyallaahu ‘anhu semoga Allah memuliakanya dia berkata, Rasulullah bersabda:

مَن قَرأ القُرانَ فَاستَظهَرَه فَحَلٌ حَلآلَه وَحَرٌمَ حَرَامَهُ اَدخَلَهُ اللٌهُ الجَنٌةَ وَشَفٌعَه فيِ عَشَرةَ مِن اَهلِ بَيِته كُلٌهٌم قَد وَجبت لَهُ النٌارُ.

"Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah Ta'ala akan memasukannya ke dalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka."


Sebagai penutup, marilah kita senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup yang selalu kita baca, kita pelajari, dan kita amalkan. Sebab, kelak di hari kiamat, tidak ada penolong yang lebih mulia selain syafaat dari amal-amal shaleh, dan di antaranya adalah syafaat Al-Qur’an bagi para pembacanya. Jadikanlah waktu-waktu kita dipenuhi dengan lantunan ayat suci, karena setiap hurufnya adalah cahaya yang menerangi hati di dunia dan menjadi penolong di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan Ahlul Qur’an, orang-orang yang dicintai dan dimuliakan oleh-Nya. Wallahu a‘lam bish-shawab.

بِاللَّهِ فِي سَبِيلِ الْحَقِّ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.