Header Ads

Header ADS

Prof. Anam Sutopo Paparkan Strategi Muhammadiyah Menghadapi Tantangan Era AI

Semarang – Muhammadiyah perlu merespons perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan strategi yang tepat agar dakwah dan gerakan persyarikatan tetap relevan di era digital.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Anam Sutopo, M.Hum., dalam Diskusi Publik bertema “Strategi dan Tantangan Muhammadiyah di Era AI” pada rangkaian Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah di BPSDM Semarang, Jumat (6/3/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Anam menyebutkan bahwa MPI memperoleh kehormatan sekaligus tanggung jawab sebagai leading sector dalam transformasi digital di lingkungan Muhammadiyah.

“MPI mendapatkan kehormatan sebagai leading sector transformasi digital Muhammadiyah,” ujarnya.

Selain itu, MPI juga menjadi penggerak utama dalam mendukung program Satu Data Muhammadiyah, yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta integrasi data di seluruh amal usaha dan struktur persyarikatan.

Lebih lanjut, Prof. Anam mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini menghadapi setidaknya empat tantangan utama. Pertama, tantangan di bidang ideologi dan penguatan Al-Islam Kemuhammadiyahan agar tetap kokoh di tengah arus informasi yang sangat cepat.

Kedua, tantangan dalam tata kelola organisasi, terutama dalam menyesuaikan sistem manajemen dengan perkembangan teknologi digital,” lanjutnya.

Ketiga, tantangan dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang jumlahnya sangat besar dan membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi.

Keempat, tantangan dalam interaksi sosial, yakni bagaimana Muhammadiyah tetap mampu berinteraksi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di tengah perubahan pola komunikasi dan kehidupan sosial akibat perkembangan teknologi.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Prof. Anam menawarkan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan oleh Muhammadiyah.

Di antaranya adalah memperkuat digitalisasi dakwah agar pesan-pesan persyarikatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui berbagai platform media,” ujarnya.

Selain itu, menurut Prof. Anam Muhammadiyah juga perlu mendorong kaderisasi dakwah digital, sehingga lahir generasi kader yang mampu berdakwah secara efektif di ruang digital.

Langkah lainnya adalah mengembangkan pendidikan berbasis digital, baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, maupun lembaga pendidikan Muhammadiyah lainnya.

Diskusi publik ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dengan tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta yang merupakan pengelola media Muhammadiyah dan perwakilan MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.