Header Ads

Header ADS

Pesan Keadilan di Lapangan Jati Kencana: Memaknai Idul Fitri 1447 H Tanpa Kedzaliman

Sekumpulan jamaah Muslim duduk khidmat di Lapangan Jati Kencana, Ngasem, mendengarkan khotbah dari khotib di bawah tenda hijau saat shalat Idul Fitri 1447 H, Karanganyar.
Jamaah Muslim di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar, duduk di atas tikar sambil mendengarkan khotbah dari Khotib Muhammad Subhi Apriantoro, Lc, M.H pada penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Jati Kencana.

Karanganyar – Keadilan dan keseimbangan hidup menjadi tema sentral yang diangkat dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Jati Kencana, Ngasem, Colomadu yang berhasil mempertemukan kembali ratusan warga dalam suasana ibadah yang khidmat, Jumat pagi (20/3/2026).

Pesan mendalam mengenai esensi keadilan ini mengemuka di hadapan sekitar 750 jamaah yang memadati Lapangan Jati Kencana. Ustadz Muhammad Subhi Apriantoro, Lc, M.H. menekankan bahwa Ramadan merupakan madrasah untuk melatih kepekaan sosial dan spiritual secara proporsional.

"Ramadan mengajarkan kita supaya adil, dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya, serta proporsional dalam mengambil kebijakan," ujar Muhammad Subhi Apriantoro dalam khotbahnya.

Beliau menambahkan bahwa kegagalan dalam bersikap adil merupakan bentuk nyata dari sebuah kedzaliman.

Keseimbangan Alam dan Bahaya Kedzaliman

Khotib memberikan ilustrasi konkret mengenai penerapan keadilan dalam menjaga ekosistem lingkungan. Menurutnya, meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, seperti mengalihfungsikan lahan secara sembarangan, adalah tindakan yang melanggar prinsip keseimbangan yang Allah tetapkan.

"Sebagai contoh, area sawah lebih baik ditanami padi, bukan ditanami beton. Semua harus serba seimbang dan terukur," tegas Muhammad Subhi Apriantoro.

Beliau mengingatkan bahwa penyimpangan dari aturan ini setara dengan melakukan kedzaliman, bahkan bisa menyerempet pada perilaku syirik.

Kebangkitan Syiar di PRM Ngasem

Penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1447 H ini menjadi momentum emosional bagi warga setempat. Hal ini lantaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem sempat absen menyelenggarakan shalat Id di lapangan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Ketua PRM Ngasem, Muhammad Nasir, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh panitia dan DKM Baiturrahman. Beliau merasa bersyukur karena kegiatan ini akhirnya dapat kembali terlaksana dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme tinggi dari masyarakat.

"Semoga dengan penyelenggaraan kegiatan ini kita bisa istiqomah dalam berbuat kebaikan," tutur Muhammad Nasir.

Beliau juga berharap kolaborasi antara PRM Ngasem dan DKM Baiturrahman terus berlanjut guna menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi umat ke depannya. [Kontributor: Puspitasari Dwi Arianti, S.Psi]

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.