Kultum Ramadhan: Amalan Pembuka Surga
Kultum Ramadhan:
Amalan Pembuka Surga
KH. Ihsan
Saifuddin, S.Ag
Penasihat
Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Melengkapi tema kultum "Amalan
Pembuka Pintu Surga" ada baiknya terlebih dahulu kita bahas taman surga
dan keindahannya. Hal ini menjadi penting agar menumbuhkan kecintaan dan
ketertarikan untuk masuk surga. Sekadar penjelasan singkat, inilah indahnya
taman surga sebagaimana dijelaskan Nabi ﷺ, dalam hadis riwayat Bukhari: 2796, beliau
bersabda:
وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْهُ
رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Jika seandainya wanita penduduk
surga menjulurkan kepalanya ke dunia,
tentu cahayanya akan menerangi langit dan bumi, serta menyebarkan aroma wangi
keseluruh sudutnya, dan sungguh penutup kepala yang dipakai bidadari surga itu
lebih baik dari dunia dan seisinya.”
Ma'syiral muslimin rahimakumullah
Sebagaimana dijelaskan dalam kajian
akidah, seorang akan dimasukkan surga atas berkat rahmat Allah, hal ini
sebagaimana dijelaskan oleh Nabi ﷺ dalam hadits Riwayat Imam Al-Bukhari no.
5673 berikut, beliau ﷺ bersabda:
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ
قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ
يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
“Tidaklah salah seorang di antara
kalian masuk surga hanya berbekal amalnya saja" Ditanyakan
"Tidak juga engaku wahai
Rasulullah?” Beliau menjawab, menjawab, “Akupun juga tidak, kecuali Allah
menaungiku dengan kasih sayang dan rahmat-Nya”.
Kultum Ramadhan: Menggapai Lailatul Qadar
Ma'syiral muslimin rahimakumullah
Masuk surga memang atas berkat rahmat
Allah, tetapi hal yang harus dipahami
bahwa di antara sebab turunnya rahmat Allah adalah perbuatan baik (keimanan)
iman yang benar adalah keyakinan yang dibuktikan dengan perbuatan baik. Hal ini
sebagaimana dijelaskan pada QS. Al Hadiid/57 ayat 21 Allah ﷻ berfirman,
سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah menuju ampunan
Tuhanmu (beramal yang menyebabkan dosa-dosa diampuni) dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada
Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Dalam ayat yang lain, QS. An-Nahl/16
ayat 32 diterangkan juga secara khusus bahwa seseorang masuk surga karena amal
yang dirahmati Allah sehingga Allah membalasnya dengan surga. Allah ﷻ berfirman:
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
"...Yaitu orang-orang yang
ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, para malaikat
mengatakan kepada mereka “Salāmun 'alaikum, masuklah kalian ke surga itu
disebabkan amal yang telah kamu kerjakan.”
Berdasarkan ayat dan hadits tersebut,
dapat dipahami bahwa amal merupakan sebab mendapatkan rahmat Allah dan dengan
rahmat Allah itulah seseorang akan dimasukkan ke surga. Rahmat Allah sangat
dekat dengan orang yang berbuat kebaikan hal ini sejalan dengan makna firman
Allâh ﷻ
pada QS. Al A'raf/7 ayat 56 berikut,
إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
"Sesungguhnya rahmat Allah
sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Berdasarkan uraian di atas, hikmah
yang dapat diambil dari hadits nabi dan ayat al qur'an yang telah diersebutkan,
mengingatkan kita yang merasa telah banyak amal shalihnya agar tidak sombong
karena hanya samata-mata amal tidak memasukkan ke surga. Adapun bagi mereka
yang amalnya masih sedikit agar tidak putus asa dari rahmat Allah dan bahkan
agar optimis akan dibalas surga, sebab rahmat Allah tidak diukur besarnya amal.
Di antara amal pembuka pintu surga
menurut satu baris hadit, antara lain ada 4, penyebutan 4 amal pembuka surga
bukan pembatasan akan tetapi sekadar contoh amal yang dengannya menjadi pembuka
pintu surga. Inilah amal yang menjadi sarana pembuka pintu surga sekaligus
nama-nama pintu surga yang akan dimasukinya, dapat dipahami berdasarkan hadits
Rasulullah ﷺ berikit ini, beliau bersabda,
فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ
مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ
"Barangsiapa shalatnya bagus,
dia akan dipanggil masuk surga lewat Babusholah...”
وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ
مِنْ بَابِ الجِهَادِ
"Barngsiapa jihadnya bagus dia
akan dipanggil masuk surga lewat Babul Jihad..."
وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ
مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
"Barangsiapa sedekahnya bagus,
dia akan dipanggil masuk surga lewat Babushodaqoh..."
وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ
مِنْ بَابِ الصِّيَامِ، وَبَابِ الرَّيَّانِ
"Barangsiapa puasanya bagus dia
akan dipanggil lewat pintu Baburoyyan..."
Abu Bakar berkata, "Jika
seseorang dipanggil dari salah satu pintunya, itu sudah pasti. Apakah ada yang
dipanggil dari semua pintu-pintunya, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Ada, dan aku
berharap kamu termasuk mereka, wahai Abu Bakar!" (HR. Bukhari no. 3257)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Berdasarkan uraian di atas dapat
diambil beberapa kesimpulan, antara lain adalah:
1) Seseorang akan dimasukkan surga
karena rahmat Allah dan di antara sebab turunnya rahmat Allah adalah amal
kebaikan yang dilakukan ikhlas karena Allah dan benar tatacaranya sesuai
tuntunan Rasulullah
2) Sebagian di antara contoh amal
kebaikan yang menjadi sebab pembuka pintu surga adalah : Shalat, jihad, sedekah
dan puasa
3) Nama-nama pintu surga dan pelaku
amal kebaikan yang akan memasukinya misalnya adalah :
Ke-1 : Babusholah : yaitu pintu surga
bagi orang yang bagus amalan shalatnya.
Ke-2 : Babul Jihad
Yaitu pintu Surga bagi orang yang
bagus amalan jihadnya fi sabilillah
Ke-3 : Babushodaqoh : Yaitu pintu
surga bagi orang yang bagus amal sedekahnya
Ke-4 : Baburroyan : Yaiti pintu surga
bagi orang yang bagus amal puasanya
Adapun Abu Bakar Ash-Shidiq adalah
orang yang bagus seluruh amal kebaikannya sehingga dipanggil masuk surga dari
berbagai pintu...
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Sosok hamba yang terdepan dalam
kebaikan, salah satunya adalah Abu Bakar Ash Shidiq. Pantas saja Abu Bakar akan
dipanggil masuk surga dari bergai pintu, karena beliau orang yang paling
bersemangat dalam beramal kebaikan.
Hal ini sebagaimana disebutkan jadits
dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, suatu saat nabi bertanya
kepada para sahabatnya:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا
قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا
Nabi bertanya, "Siapakah di
antara kalian yang hari ini berpuasa?" Abu Bakar menjawab "Saya ya
Rasulullah"
قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ
جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا
Nabi bertanya: "Siapakah di
antara kalian yang hari ini ta'ziyah" Abu Bakar menjawab "Saya ya
Rasulullah "
قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ
مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا
Nabi bertanya: "Siapakah di
antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?" Abu Bakar
menjawab : " Saya ya Rasulullah "
قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ
مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا
Nabi bertanya, " Siapakah yang
hari tilikan orang sakit?" Abu Bakar menjawab, "Saya ya Rasulullah
"
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَا اجْتَمَعْنَ فِي
امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah amalan-amalan
tersebut terkumpul pada diri seseorang, melainkan dia pasti masuk surga"
(HR. Muslim, no. 1028).
Berkenaan dengan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu
’anhu, tersebut di atas, Al Muzanni
berkata:
مَا فَاقَ أَبُوْ بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ أَصْحَابَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ بِصَوْمٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ
كَانَ فِي قَلْبِهِ
"Adapun alasannya kenapa Abu
Bakar radhiyallahu anhu mengungguli para sahabat Rasulullah yang lain bukanlah
semata karena amalan puasa atau shalat, akan tetapi karena keimanan di
hatinya..."
قَالَ : الَّذِي كَانَ فِي قَلْبِهِ الحُبُّ
للهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالنَّصِيْحَةُ فِي
خَلْقِهِ
Mengomentari ucapan Al-Muzani
sebagaimana disebutkan di atas, Ibnu ‘Aliyah mengatakan: "Apa yang ada di hati Abu Bakar adalah
rasa cinta kepada Allah ‘ﷻ dan hati yang tulus untuk terus mewujudkan kebaikan bagi
sesama” (Jami’ Al-’Ulum wa Al-Hikam oleh Ibnu Rajab Al Hanbali 1 : 225)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Sebagai penutup kultum pada
kesempatan hari ini, marilah kita berdoa kepada Allah, Semoga diberi kemampuan
melakukan amal yang dengannya menjadi sebab kemudahan meraih surga.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته
Tidak ada komentar