Kultum Ramadhan: Sabar dan Syukur atas Ketentuan Allah ﷻ
Sabar
dan Syukur atas Ketentuan Allah
M.
Wisnu Jadmika, S.Pd.
Ketua
Majelis Tabligh PCM Weru
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ
ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَقَالَﺍﻟﻠﻪ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ
الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Ammaa ba’du
Jama’ah yang diberkahi Allah ﷻ,
Sebagai orang yang beriman kita yakin bahwa Allah ﷻ telah menetapkan nasib manusia. Ketetapan Allah ﷻ ini tidak dapat kita pungkiri karena ini merupakan takdir hidup
manusia, baik yang berupa qadha’ maupun qadar. Manusia tinggal berikhtiar untuk
mendapatkan ridha dari Allah ﷻ, baik itu yang
berupa rezeki, ajal, amal, dan kebahagiaan atau kesengsaraan. Berusaha atau
berikhtiar inilah yang dapat merubah nasib suatu kaum. Dalam QS. Ar Ra’du (13) ayat
11 Allah ﷻ berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا
بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
“... Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum
hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki
keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali
tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Dari ayat tersebut di atas menggambarkan bahwa manusia
diperintahkan untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi hasilnya
semua atas kehendak Allah ﷻ . Kita sebagai
umat beriman diperintahkan untuk selalu bersabar apabila usaha dan do’a-do’anya
belum dikabulkan. Apabila do’a dan usaha kita dikabulkan Allah ﷻ kita diperintahkan untuk bersyukur. Itulah ciri umat muslim
apabila diuji dengan kenikmatan yang melimpah dia akan bersyukur, tetapi
apabila diuji dengan musibah dia akan bersabar.
Allah pasti akan menguji kita dengan kesenangan atau
kebaikan dan kesedihan atau keburukan. Dalam QS. Al Anbiyaa’ (21) ayat 35, Allah
ﷻ berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu
akan dikembalikan.”
Namun apabila kita dapat menghadapi ujian Allah tersebut
dengan sabar dan bersyukur, maka Allah akan menjadikannya amal kebaikan bagi
dirinya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim no. 2999, hal ini telah disampaikan
oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلُّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ
ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ
خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sungguh
semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa
pun kecuali oleh orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia
bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan kesusahan, ia
bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya”.
Sungguh Allah ﷻ telah melebihkan umat muslim dari umat lainnya, ini menunjukkan
bagaimana seorang muslim selalu mendapatkan kebaikan baik saat senang maupun
saat sedih. Hal ini tentu merupakan ujian bagi kita untuk meningkatkan keimanan
dan ketaqwaan kita kepada Allah ﷻ. Tujuan ujian bagi kita tentu saja karena Allah ingin meningkatkan
derajat seseorang di sisi Allah ﷻ, ingin menguji kesabaran dan rasa syukur seseorang, Allah ﷻ ingin menguji keimanan dan keteguhannya , dan Allah ﷻ ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada hambanya.
7 Manusia Pilihan
Jama’ah yang diberkahi Allah ﷻ,
Apabila kita dapat menghadapi cobaan dengan sabar dan
tetap ingat kepada Allah, maka kita akan mendapatkan kegembiraan yang telah dijanjikan
Allah ﷻ . Cobaan-cobaan yang sering menimpa
manusia, antara lain : gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya, gagal
dalam bisnis, kemiskinan, penyakit, bencana alam, gagal panen, meninggalnya
orang-orang yang di cintai, dan kegagalan dalam mencapai cita-cita.
Dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 155-156, Allah ﷻ berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ
الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun.”
Semoga kita diberi kesabaran dan kemudahan mengingat
Allah ﷻ saat mendapatkan musibah dengan mengucap
istirja’ : Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami
milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Dengan amalan
tersebut seseorang akan mendapatkan keberkahan, rahmat, dan petunjuk Allah ﷻ serta pahala.
Jama’ah yang diberkahi Allah ﷻ,
Ujian tidak hanya berupa cobaan kesusahan atau kesedihan
saja, namun juga dapat berupa kesenangan. Seorang muslim apabila mendapatkan
kesenangan seperti rejeki yang melimpah, keluarga yang bahagia, kesehatan,
jabatan, kedudukan, dan nikmat lainnya, maka dia akan selalu bersyukur kepada
Allah ﷻ. Allah telah melimpahkan kenikmatan yang
sangat banyak kepada hambanya, sehingga tidak mungkin manusia mampu menghitung
nikmat tersebut. Hal ini telah ditegaskan Allah ﷻ dalam firmannya pada QS. An Nahl
(16) ayat 18,
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak
akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.”
Sebagai orang yang beriman, tentu akan merasa bersyukur
atas pemberian nikmat tersebut. Allah ﷻ pasti akan menambah nikmat yang
lebih banyak lagi apabila kita mau mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.
Dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7, Allah ﷻ berfirman,
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ
وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras."
Jama’ah yang diberkahi Allah ﷻ,
Marilah kita senantiasa menanamkan kesabaran dan rasa
syukur dalam setiap keadaan, karena bencana, apapun bentuknya, sesungguhnya
merupakan bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepada manusia. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang
sabar ketika diberi cobaan dan bersyukur ketika diberi kenikmatan, sehingga
hidup kita senantiasa berada dalam ridha dan rahmat-Nya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
اَللّٰهُمَّ
اجْعَلْ جَمْعَنَا هٰذَا جَمْعًا مَبْرُوْرًا، وَتَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ
تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلَا تَجْعَلْ فِيْنَا وَلَا مِنَّا وَلَا مَعَنَا
شَقِيًّا وَلَا مَحْرُوْمًا.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ
وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
اَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَلَا
تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِالسُّوْءِ، وَاجْعَلْ عَوَاقِبَ أُمُوْرِنَا إِلَى خَيْرٍ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar