Kultum Ramadhan: Berharap Rahmat Allah ﷻ dalam Setiap Ibadah
Kultum Ramadhan: Berharap Rahmat Allah ﷻ dalam
Setiap Ibadah
KH.
Fathurrahman Kamal, Lc, M.S.I
Ketua
Majelis Tabligh PP Muhammadiyah
بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ، نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَلَاهُ.
Saudara-saudariku,
semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah ﷻ.
Sebagai seorang
hamba, setiap amalan yang dijalankan oleh manusia tercatat dan tak terlewat.
Akan tetapi, setiap ibadah atau amalan apapun harus dilandasi rasa cinta untuk
mendapatkan rahmat dari Allah ﷻ.
Ibadah dan
amalan yang lainnya membutuhkan legitimasi dari Allah ﷻ supaya bisa dikalkulasikan dan menjadikan seorang hamba bisa
masuk surga. Peluang masuk surga selalu ada, bahkan bagi seorang hamba yang
melakukan amalan buruk.
Oleh karena itu,
bagi seorang muslim yang telah menjalankan ibadah atau kebaikan-kebaikan lain,
diharapkan tidak jumawa dan merasa aman atas yang telah dilakukannya.
Kalau kita
berbicara dengan ukuran dosa dan pahala, rasa-rasanya pahala kebaikan kita
tidak akan pernah sanggup memasukkan kita ke dalam surga.
Tidak ada amalan
seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga maupun menyelamatkannya dari
neraka, terkecuali karena rahmat dan cinta Allah ﷻ.
Dalam hadis
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu disebutkan sabda Nabi ﷺ:
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا
مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا
بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ
“Tidak ada
amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya
dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.” (HR.
Muslim no. 2817).
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasûlullâh ﷺ, beliau ﷺ bersabda:
غُفِرَ لِامْرَأَةٍ
مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ
الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ
الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
“Seorang
wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang
menjulurkan lidahnya di pinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan.
Melihat ini, si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan
penutup kepalanya, lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan
sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla.”
(HR. Al-Bukhari)
Kultum Ramadhan: Andaikan Ini Ramadan Terakhir Kita
Saudara-saudariku,
semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah ﷻ.
Maka dari itu,
bisa dikatakan ridha Allah bisa didapatkan bahkan melalui amalan yang terlihat
kecil dan sepele sekalipun. Sebagaimana seorang pezina yang kemudian memberikan
minum kepada seekor anjing dengan begitu ikhlas, Allah kemudian mengampuni
segala dosanya.
Manusia sebagai
makhluk yang pasti memiliki khilaf dan lupa, hendaklah terus introspeksi dan
tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah ﷻ.
Dengan bertaubat
yang sebenar-benarnya dan memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan mengampuni
segala dosa hamba-Nya, bahkan diibaratkan sebanyak buih di lautan. Seperti
dalam firman Allah ﷻ:
قُلْ يٰعِبَادِيَ
الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ
اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
“Katakanlah
(Nabi Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi)
dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.’” (QS. Az-Zumar/39:53)
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ
Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tidak ada komentar