4 Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan Sesuai Tarjih Muhammadiyah
![]() |
| Ilustrasi amalan utama di fase akhir Ramadan yang meliputi aspek kesalehan sosial melalui sedekah dan kesalehan spiritual melalui tadarus, qiyamul lail, serta iktikaf. (Sumber: AI Generated/Redaksi) |
SUKOHARJO – Ratusan jemaah Masjid ICMA Blimbing Sukoharjo diajak memperbanyak sedekah hingga iktikaf guna menjemput malam Lailatul Qadar, Rabu (11/3/2026) malam. Pada kultumnya Ustaz Misbahul Munir menegaskan pentingnya amalan tersebut sesuai panduan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, Ustaz Misbahul Munir, S.Pd.I., menekankan pentingnya persiapan fisik dan batin. Beliau menyebutkan bahwa umat Islam harus merujuk pada tuntunan ibadah yang kuat. Salah satunya adalah mengikuti Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dalam memaksimalkan sisa bulan suci.
"Amalan utama bulan Ramadan terutama pada 10 hari terakhir sebagaimana disebutkan dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah meliputi sedekah, tadarus Al-Qur'an, qiyamul lail, dan iktikaf," ujar Ustaz Misbahul Munir di hadapan ratusan jemaah.
Strategi Iktikaf Ramadan dan Raih Lailatul Qadar
Menurut Ustaz Misbah, fase akhir Ramadan merupakan puncak dari segala ibadah pada bulan suci tersebut. Pasalnya, Al-Qur'an diturunkan ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar yang terjadi di rentang waktu tersebut. Oleh karena itu, jemaah perlu memahami cara mendapatkan Lailatul Qadar dengan konsistensi amalan yang nyata.
"Maka mari perbanyak amal saleh agar memperoleh Lailatul Qadar," ajak beliau dengan tegas.
Pesan ini menjadi pengingat bagi jemaah laki-laki, perempuan, tua, muda hingga anak-anak yang memadati masjid agar tidak mengendorkan semangat ibadah di penghujung bulan suci ini.
Memperkuat Kesalehan Sosial Melalui Sedekah
Selain ibadah privat seperti tadarus, sedekah menjadi poin pertama dalam daftar amalan 10 hari terakhir Ramadan. Ustaz Misbah menjelaskan bahwa kedermawanan adalah bukti keimanan yang bersifat kepedulian sosial. Hal ini selaras dengan semangat filantropi yang terus didorong Muhammadiyah di antaranya melalui Lazismu.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa seluruh kitab suci, Taurat, Zabur, dan Injil, termasuk Suhuf Ibrahim diturunkan pada bulan Ramadan. Namun, Al-Qur'an adalah penyempurna yang harus terus dibaca dan diamalkan. Kesadaran sejarah ini diharapkan mampu memicu jemaah untuk lebih giat dalam menghidupkan sisa 10 malam Ramadan hingga akhir masa puasa nanti.

Tidak ada komentar