Servis Hati di Bulan Ramadhan: Kunci Jasad yang Baik Bermula dari Kalbu
SUKOHARJO – Menjaga kebaikan jasad melalui perbaikan kualitas hati menjadi pesan sentral Ustadz Giyarto dalam kultum Ramadhan di Masjid ICMA Blimbing, Sukoharjo, Senin malam (9/3/2026), demi mencapai pribadi yang lebih bertakwa.
Ustadz Giyarto, S.Pd.I., S.Pd., M.Pd., Gr., menekankan bahwa kondisi hati menentukan kualitas hidup seseorang. Hal ini selaras dengan hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim yang menyatakan bahwa jika hati itu baik, maka baik pula seluruh jasadnya.
"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati," ujar Sekretaris Majelis Tabligh PCM Blimbing tersebut di hadapan jamaah Masjid ICMA.
Metode Servis Hati di Bulan Ramadhan
Guru SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus Gatak (MUHSAGA) tersebut menjelaskan bahwa manusia seringkali terlalu fokus merawat materi namun melupakan kondisi batin. Padahal, hati membutuhkan perawatan berkala agar fungsinya sebagai penunjuk arah hidup manusia tetap tajam. Ramadhan hadir sebagai bengkel spiritual untuk memperbaiki kerusakan tersebut melalui berbagai amalan utama Ramadhan.
"Seperti halnya kendaraan yang harus servis rutin, Ramadhan adalah momen servis hati. Agar hati tetap hidup dan bersih," lanjut Ustadz Giyarto.
Menurutnya, proses pembersihan ini tidak terjadi secara otomatis. Di bulan suci Ramadhan umat Islam perlu mengoptimalkan tiga instrumen utama, di antaranya yakni puasa, shalat tarawih, dan tilawah Al-Qur'an.
Target Akhir: Kembali Suci dan Fitrah
Melalui disiplin ibadah tersebut, kotoran hati yang menumpuk selama setahun dapat terkikis. Cara membersihkan hati ini bertujuan membawa hamba mencapai derajat fitrah saat Idulfitri tiba. Ustadz Giyarto mengajak jamaah untuk merenungkan hikmah mendalam dari para salafus saleh.
Beliau mengutip pernyataan kuat dari para ulama salaf saat merayakan hari kemenangan.
"Semoga dengannya kita fitrah. Seperti para ulama salaf mengatakan, 'Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka'," pungkasnya.
Dengan demikian, momentum ini menjadi kesempatan besar bagi setiap muslim untuk kembali suci dan memulai lembaran baru yang lebih bersih.

Tidak ada komentar