Header Ads

Header ADS

Mengulas Makna Khalifah Fil Ardh Melalui Aksi Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah Palur

Sekelompok tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah Palur berfoto bersama warga dhuafa dan anak yatim penerima manfaat yang membawa bingkisan kuning dan angpao di depan spanduk acara Ramadhan Berbagi & Menginspirasi 1447 H di Masjid An Nuur Turen, Mojolaban, Sukoharjo.
Sejumlah warga dhuafa (kiri) membawa bingkisan dan anak-anak yatim (kanan) memegang angpao berfoto bersama tokoh Muhammadiyah Palur (bapak H. Ali Sofyan, paling kiri) dan Dra. Sri Karyani, M.Pd. (Ketua Panitia/Aisyiyah, paling kanan) dalam acara 'Ramadhan Berbagi & Menginspirasi 1447 H' di Masjid An Nuur Turen, Palur, Sukoharjo, Ahad (15/3/2026). Kegiatan ini menyalurkan total donasi Rp85,1 juta. (Foto: Kontributor/Wahyuti, S.Pd.)


Sukoharjo - Sebanyak 112 guru TPQ dan ratusan warga kurang mampu di Desa Palur menerima kado Ramadhan dalam acara yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PRM-PRA) Palur, Ahad (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan makna khalifah fil ardh melalui aksi nyata menyejahterakan sesama muslim di akhir bulan suci.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, H. Djumari S.Ag, M.S.I, menegaskan pentingnya filosofi berbagi dalam Islam sebagai wujud nyata tugas manusia di bumi. Beliau mengibaratkan seorang muslim yang gemar berbagi layaknya matahari yang senantiasa menyinari dunia tanpa pamrih.

"Seorang muslim itu hendaklah bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi, sebagaimana matahari yang senantiasa bersinar menerangi bumi mengusir kabut hitam," ujar H. Djumari dalam sambutannya di Masjid An Nuur Turen, Palur, Mojolaban, Sukoharjo.

Implementasi Makna Khalifah Fil Ardh

Menurut H. Djumari, makna khalifah fil ardh tidak sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk menggerakkan kepedulian sosial. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk aktif mewujudkan amalan nyata yang diridhai Allah SWT melalui aksi filantropi.

"Berbagi bukan masalah besar atau kecilnya, tapi bagaimana menggugah rasa empati dan peduli kita," tandas Djumari di hadapan ratusan jamaah.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian penyerahan bingkisan bagi warga yang membutuhkan di Desa Palur.

Capaian Donasi Muhammadiyah Palur

Ketua panitia kegiatan, Dra. Sri Karyani, M.Pd, melaporkan bahwa semangat berbagi warga sangat tinggi. Meskipun sibuk sebagai pengawas sekolah, beliau berhasil mengoordinasi pengumpulan dana yang mencapai puluhan juta rupiah untuk disalurkan kepada kaum dhuafa.

"Alhamdulillah, atas dukungan semua pihak terkumpul dana sebesar Rp. 85.130.000," ujar Sri Karyani.

Dana tersebut kemudian dikonversikan menjadi paket santunan senilai Rp100.000 untuk 525 dhuafa, 184 anak yatim, dan 112 guru TPQ di seluruh Desa Palur.

Membangun Karakter dalam Tabligh Akbar

Seusai penyerahan simbolis oleh sesepuh Muhammadiyah H. Ali Sofyan, melengkapi aksi sosial tersebut, agenda Tabligh Akbar ini menghadirkan Ustadz Nasrul Harahap, M.Pd., Kepala SMA Muhammadiyah Al-Kautsar PK Kartasura untuk memberikan tausiyah. Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum emas untuk mengubah karakter buruk menjadi baik melalui kebiasaan yang konsisten.

Ustadz Nasrul menjelaskan bahwa kebiasaan baik akan menetap menjadi karakter jika dilakukan rutin minimal selama 21 hari. Selain berbagi kepada sesama, beliau juga menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional di dalam keluarga melalui pujian, sentuhan fisik, waktu berkualitas, dan apresiasi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Palur ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bekonang Darmadi, S.Pd. dan pelepasan armada penyalur bingkisan. Melalui gerakan ini, para kader berharap semangat "Matahari" terus menginspirasi masyarakat untuk istiqomah dalam jalur kebaikan. [Kontributor: Wahyuti, S.Pd]

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.