Kultum Ramadhan: Tanda-Tanda Hari Kiamat
Kultum Ramadhan:
Tanda-Tanda Hari Kiamat
Muhamad
Fikri Aththoriq, S.Pd
Anggota
Majelis Tabligh PCM Blimbing, Guru SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo
﷽
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ
وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا
وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ
رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا
كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدّيْن.
Amma ba’du, segala puji bagi Allah Ta’ala yang
berfirman dalam Muhammad/47 ayat 18,
فَقَدْ جَاء أَشْرَاطُهَا ﴿18﴾
“Maka sesungguhnya telah datang
(hari Kiamat) tanda-tandanya.”
Shalawat
serta salam semoga senantiasa tercurah kepada seseorang yang bersabda dalam
hadits yang diriwayatkan darinya :
(( بُعِثْتُ أَنَا
وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ)). قَالَ: ((وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى))
“(Masa) diutusnya aku
dan (hari terjadinya) Kiamat seperti dua (jari) ini.” (Perawi hadits) berkata,
“Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari
tengahnya.”
Tak lupa
kita juga ingatkan diri kita masing-masing untuk senantiasa meningkatkan
kualitas iman dan takwa kepada Allah ta’ala. Sebagaimana Allah perintahkan
dalam surat Ali Imron/3 ayat 102,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
Kultum Ramadhan: Kunci Pembuka Pintu Surga
Jama’ah yang dirahmati
Allah,
Setiap
manusia pasti akan menghadapi akhir kehidupan, dan alam semesta pun memiliki
akhirnya. Itulah yang disebut hari kiamat, hari ketika seluruh makhluk
dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala amalnya di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ telah mengabarkan kepada kita
berbagai tanda-tanda hari kiamat, baik yang kecil maupun yang besar, agar kita
selalu waspada dan memperbanyak amal shalih. Sebab, semakin banyak tanda-tanda
itu muncul, semakin dekatlah waktu yang dijanjikan itu.
Maka pada
kesempatan kultum kali ini akan kami sampaikan tentang datangnya hari Kiamat,
maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik Malaikat, Nabi, maupun Rasul,
masalah ini adalah perkara ghaib dan hanya Allah ﷻ sajalah yang mengetahuinya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Dalam surat Al-A’raaf/7 ayat 187, Allah
ﷻ
berfirman,
يَسْأَلُونَكَ عَنِ
السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ
حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ
النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang
Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang
hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat
menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya
bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu
melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu
benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya penge-tahuan tentang hari
Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi ke-banyakan manusia tidak mengetahui.’”
Juga firman-Nya dalam surat
Al-Ahzaab/33 ayat 63,
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ
السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ
السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Manusia bertanya kepadamu
tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari
Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh
jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.”
Meskipun
waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah
Ta’ala memberitahukan kepada Rasul-Nya ﷺ tentang tanda-tanda Kiamat
tersebut. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada
ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua:
(pertama) tanda-tanda kecil dan (kedua) tanda-tanda besar.
Tanda-tanda
kecil sangat banyak dan sudah terjadi sejak zaman dahulu dan akan terus terjadi
di antaranya adalah sebagaimana hadis Al-Bukhari (no. 3176) diriwayatkan dari
Sahabat ‘Auf bin Malik Radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,
اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ
يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ
يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى
يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى
بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ
غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.
“Perhatikanlah enam tanda-tanda
hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian
(penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian
bagaikan wabah penyakit qu’ash[1]
yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan
kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak
meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6)
terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun
mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan.
Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.”
Juga sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Al-Bukhari
(no. 80),
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ
السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ،
وَيَظْهَرَ الزِّنَا.
“Sesungguhnya di antara
tanda-tanda hari Kiamat adalah: diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan,
diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan.”
Dari kedua hadits di atas sudah
banyak yang terjadi, khususnya tanda-tanda pada hadits kedua, sangat banyak
terjadi di zaman kita saat ini dan sangat memprihatinkan.
Kemudian
munculnya tanda-tanda yang kedua, yaitu tanda-tanda Kiamat yang besar sebagai
tanda telah dekatnya hari Kiamat. Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang
adanya tanda-tanda Kiamat yang besar (kubra) seperti, keluarnya Imam Mahdi,
Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam dari langit, Ya’juj dan Ma’juj,
terbitnya matahari dari barat, dan yang lainnya.
Dalam hadis riwayat Muslim (no. 2901
(40), dari Sahabat Hudzaifah bin Asiid Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ السَّاعَةَ لاَ
تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ
بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ،
ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا،
وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ
مَرْيَمَ.
“Hari Kiamat tidak akan
terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: (1) penenggelaman permukaan bumi
di timur, (2) penenggelaman permukaan bumi di barat, (3) pe-nenggelaman
permukaan bumi di Jazirah Arab, (4) keluarnya asap, (5) keluarnya Dajjal, (6) keluarnya
binatang besar, (7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj, (8) terbitnya matahari dari
barat, dan (9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang meng-giring manusia,
serta (10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissallam.”
Jama’ah rahimakumullah,
Panglima
Besar Jendral Soedirman pernah berkata, “Dalam menghadapi keadaan yang
bagaimanapun juga tetap jangan lengah, karena kelengahan dapat menyebabkan
kelamahan, dan kelemahan menyebabkan kekalahan, berarti penderitaan.”
Semoga
dengan kita mengetahui tanda-tanda hari kiamat kecil maupun besar, kita bisa
semakin menambah keimanan terhadap hari akhir dan berhati-hati serta
benar-benar mempersiapkan sebaik-baik bekal berupa ketakwaan dalam menghadapi
hari yang telah janjikan akan terjadi sebagai akhir dari kehidupan dunia menuju
kehidupan yang kekal abadi kelak di akhirat. Aamiin. Wallahu ta’ala a’laa wa
a’lam
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ،
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ
الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
[1]Wabah "quash" (atau ṭāʿūn) adalah sebuah wabah penyakit menular yang pernah terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, tepatnya pada tahun 638–639 M di wilayah Syam (sekarang Levant), yang dikenal sebagai Wabah Amwas. Wabah ini menghancurkan pasukan Muslim dan menyebabkan banyak kematian, di mana salah satu sumbernya menyebutkan bahwa penyakit ini menyerang hewan ternak dengan gejala mengeluarkan banyak lendir dan mati seketika, serta juga menjangkiti manusia.

Tidak ada komentar