Menemukan Hikmah Ujian Hidup: Ustaz Ini Ungkap Rahasia Mental Tangguh
Sukoharjo - Ujian hidup bukanlah penghalang, melainkan bahan bakar untuk pertumbuhan mental bagi mereka yang memahami esensi sabar dan syukur. Pesan mendalam ini mewarnai suasana kegiatan Taraweh Ramadan di Masjid An Nur Sukoharjo, Ahad (15/03/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Pengasuh Ma'had Shiratun Najah Miri Sukoharjo Ustaz Awaludin Mufti Effendi, M.Si., yang hadir sebagai pembicara, saat mengulas bagaimana seorang mukmin memiliki kualitas respon yang melampaui batas kewajaran manusia pada umumnya. Menurutnya, ketangguhan mental ini berakar pada kemampuan mengelola persepsi terhadap setiap kejadian yang menimpa.
"Perkara seorang mukmin sangat mengagumkan. Segala apa yang terjadi, itu yang terbaik untuknya," ujar Ustaz Awaludin saat menyitir Hadits Muslim tentang sabar dan syukur.
Beliau menjelaskan bahwa keajaiban ini lahir karena seorang mukmin memiliki kemampuan menjaga stabilitas mental, baik saat banjir kenikmatan maupun ketika tertimpa musibah.
Makna 'Ajaban dalam Hadits dan Respon Otak
Ustaz Awaludin membedah kata 'ajaban yang berarti takjub atau terpana. Secara psikologis, emosi ini menggerakkan seseorang untuk bertindak melampaui kebiasaan reaktif. Oleh karena itu, keajaiban iman seorang mukmin terletak pada kemampuannya memberikan jeda filter sebelum bereaksi terhadap masalah.
"Sikap negatif memfokuskan kita pada apa yang mengganggu dan ia adalah resep depresi," tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa iman terdiri dari setengah sabar dan setengah syukur. Secara ilmiah, sabar adalah cara neokorteks memberi jeda agar emosi negatif tidak membajak akal sehat manusia.
Menemukan Hikmah Ujian Hidup melalui Mindset
Lebih lanjut, Ustaz Awaludin menekankan pentingnya memiliki pola pikir tumbuh (growth mindset). Orang yang beriman tidak hanya mencari tantangan, tetapi juga menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Hal inilah yang membuat mereka mampu melihat hikmah ujian hidup sebagai sarana untuk memperkuat otot mental.
"Sabar itu berdiri teguh bersama ujian dengan adab yang baik," jelasnya di hadapan jamaah Tempel RT 01/RW 05 Toriyo, Bendosari.
Ia menutup materi dengan mengingatkan bahwa kedewasaan seorang mukmin terlihat saat emosi terpisah dari reaksi yang tampak. Dengan demikian, setiap peristiwa kehidupan selalu berujung pada kebaikan yang nyata.

Tidak ada komentar