Header Ads

Header ADS

Cara Meraih Derajat Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

Ilustrasi konseptual empat pilar kaca berisi simbol yang disusun dalam urutan menurun seperti tangga, menampilkan kaligrafi Arab "Allah", sebuah buku terbuka dengan kaligrafi Arab "Al-Qur'an", sebuah simbol hati, dan sebuah nisan (batu tombstone) di atas permukaan reflektif, dengan latar belakang langit senja Islami, melambangkan langkah-langkah takwa menurut Ali bin Abi Thalib.
Ilustrasi Konseptual Terstruktur: Empat pilar yang disusun menurun melambangkan kriteria takwa menurut Ali bin Abi Thalib, yaitu takut kepada Allah, mengamalkan Al-Qur'an, qanaah, dan persiapan kematian. (Foto: Ilustrasi Gemini AI)

SUKOHARJO – Menjadi pribadi yang bertakwa memerlukan konsistensi dalam mengamalkan Al-Qur'an dan menanamkan rasa takut yang benar kepada Sang Pencipta. Ustaz Kuncoro Aji menegaskan pentingnya perubahan perilaku tersebut sebagai ciri orang bertakwa yang sesungguhnya dalam ceramahnya di Sukoharjo, Selasa malam (17/3/2026).

Bukan kekayaan atau keturunan, dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 disebutkah bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

Ustaz Kuncoro Aji, S.Si. menjelaskan bahwa takwa bukan sekadar identitas, melainkan kualitas batin yang terukur. Beliau merujuk pada pemikiran Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib r.a. untuk membedah indikator tersebut di hadapan jemaah Masjid ICMA Blimbing, Sukoharjo.

Empat Kriteria Utama Takwa

Kriteria pertama adalah rasa takut kepada Allah (al-khaufu minal jalil). Namun, Ustaz Kuncoro memberikan catatan penting mengenai konsep rasa takut ini agar tidak disalahpahami oleh umat.

"Takut kepada makhluk buas atau yang lain akan membuat kita menjauh, namun takut kepada Allah justru membuat kita semakin mendekat pada-Nya," ujar Ustaz Kuncoro Aji dalam tausiyahnya.

Poin kedua adalah al-'amalu bit tanzil atau mengerjakan segala hal yang turun dari Allah kepada Rasulullah melalui Al-Qur’an dan sunah. Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) ini menegaskan bahwa implementasi wahyu menjadi bukti nyata dari keimanan seseorang. Hal ini merupakan cara meraih derajat takwa yang paling fundamental bagi setiap Muslim.

Menanamkan Qanaah dan Kesadaran Akhirat

Selanjutnya, beliau menyoroti pentingnya sifat qanaah atau merasa cukup dengan pemberian yang sedikit (al-qana'atu bil qalil). Sifat ini menjadi ciri orang bertakwa yang memiliki kekayaan hati di tengah gempuran gaya hidup materialistis.

Terakhir, kriteria takwa yang sempurna adalah kesiapan menghadapi hari "kepergian" atau kematian (al-isti’dadu liyahmir rahil). Persiapan ini bukan dengan kata-kata, melainkan melalui akumulasi amal saleh selama hidup di dunia.

"Semoga dengan Ramadan ini kita semua meraih derajat takwa di sisi Allah, sebagaimana tujuan puasa la'allakum tattaqun," pungkasnya saat menutup materi Kultum Ramadan 2026 tersebut.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.