Header Ads

Header ADS

Cara Istiqamah Ibadah: Tausiyah Ini Ingatkan Pentingnya Pilih Teman Saleh

Ilustrasi metafora tausiyah Ustadz Ahmad Nasri tentang cara istiqamah ibadah. Gambar terbagi dua: sisi kiri dengan penjual minyak wangi (teman saleh) dan sisi kanan dengan pandai besi (teman jelek). Di tengah, seorang jemaah Trah Eyang Reso Sumarto berjalan menuju cahaya berbentuk hati.
Ilustrasi Tausiyah: Metafora teman saleh dan teman buruk yang diibaratkan seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, seperti disampaikan Ustadz Ahmad Nasri dalam Halal bi Halal Trah Eyang Reso Sumarto. Di bagian tengah, figur seorang Muslim berjalan menuju cahaya hati, melambangkan doa peneguh hati, Ya Muqallibal Qulub. (Sumber: Ilustrasi AI).


SUKOHARJO – Ustadz Ahmad Nasri mengingatkan keluarga besar Trah Eyang Reso Sumarto bahwa lingkungan pergaulan menjadi salah satu penentu utama konsistensi iman. Pesan ini disampaikan dalam pengajian halal bi halal keluarga di Wonorejo, Polokarto, Ahad (23/3/2026) pagi.

Dia menekankan bahwa menjaga momentum ibadah setelah Ramadan memerlukan strategi lingkungan yang tepat. Nasri mengibaratkan pergaulan dengan orang saleh seperti berteman dengan penjual minyak wangi yang memberikan aroma harum bagi sekitarnya.

"Perumpamaan teman yang shalih dan yang jelek adalah bagaikan pemilik minyak wangi dan pandai besi," ujar Nasri mengutip hadis riwayat Imam Al-Bukhari.

Menurutnya, lingkungan yang positif akan menjaga seseorang tetap berada dalam jalur kebaikan secara alami.

Pentingnya Lingkungan Positif

Sebaliknya, pergaulan yang buruk diibaratkan seperti mendekati pandai besi yang berisiko memercikkan api pada pakaian. Meskipun tidak terbakar, seseorang tetap akan mendapat bau tidak sedap yang mengganggu kualitas spiritualnya.

Oleh karena itu, pemilihan teman menjadi faktor krusial dalam cara istiqamah ibadah bagi setiap Muslim. Lingkungan yang suportif akan memudahkan seseorang untuk terus menjalankan amalan saleh secara rutin meskipun bulan suci telah berlalu.

Kekuatan Doa Peneguh Hati

Selain faktor eksternal, upaya batiniah melalui doa menjadi pondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan. Nasri mengingatkan bahwa hati manusia sangat mudah berubah dan berbolak-balik tanpa pertolongan Allah.

"Wahai (Allah) Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu," ucapnya saat membacakan doa Ya Muqallibal Qulub.

Doa ini merupakan salah satu amalan pasca lebaran yang paling dianjurkan untuk menjaga stabilitas iman seperti dicontohkan Rasulullah SAW.

Menjaga Konsistensi Pasca Ramadan

Sebagai penutup, dia berpesan agar anggota keluarga besar Eyang Reso Sumarto tidak hanya bersemangat saat Ramadan saja. Tips memilih teman menurut Islam dan merutinkan doa tersebut merupakan langkah nyata agar predikat "pemenang" benar-benar melekat pada diri seorang mukmin.

Melalui sinergi antara lingkungan yang saleh dan permohonan tulus kepada Sang Pencipta, kualitas ibadah diharapkan tetap terjaga. Hal ini menjadi inti dari tausiyah Ustadz Ahmad Nasri dalam silaturahim keluarga besar tersebut.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.