Header Ads

Header ADS

Memahami Keadilan Allah SWT Melalui Amal Saleh di Bulan Suci Ramadan

Ilustrasi konseptual neraca timbangan yang membandingkan harta dunia seperti rumah dan mobil di sisi kiri dengan cahaya iman dan amal saleh di sisi kanan, berlatar belakang masjid di malam Ramadan.
Ilustrasi Keadilan Allah SWT: Sebuah visualisasi konseptual yang menggambarkan perbedaan balasan bagi amal perbuatan manusia. Sisi kiri mewakili ganjaran duniawi yang bersifat materi, sementara sisi kanan mewakili cahaya iman dan pahala akhirat yang menuntun menuju kehidupan yang baik (Hayatan Tayyibah). (Sumber Gambar: AI Generated/Media Redaksi)

Blimbing - Jaminan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah) dan pahala akhirat bagi seorang mukmin menjadi sorotan utama dalam kultum Ramadan di Masjid ICMA Blimbing, Sukoharjo, Jumat (13/3/2026) malam. Di hadapan ratusan jemaah, Ustadz Muhammad Abduh Zaed Affandi mengingatkan pentingnya menjaga iman agar setiap kebaikan bernilai kekal.

Pernyataan ini mengemuka dalam tausiyah yang disampaikan Ustadz Muhammad Abduh Zaed Affandi yang menjelaskan bahwa hukum amal perbuatan dalam Islam mengatur secara adil setiap balasan tindakan manusia. Hal ini menegaskan bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di mata Sang Pencipta.

"Allah Maha Adil, orang kafir pun jika berbuat baik pasti akan dibalas Allah dengan kebaikan, tapi hanya di dunia," ujar Ustadz Zaed.

Namun, ia menekankan bahwa keberuntungan yang bersifat kekal tetap menjadi hak istimewa bagi mereka yang memiliki fondasi iman.

"Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya," jelasnya saat menyitir Surat At-Tagabun ayat 11.

Keuntungan Ganda bagi Orang Mukmin

Lebih lanjut, Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing tersebut menguraikan bahwa pahala akhirat bagi seorang mukmin merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Allah SWT. Keadilan ini mencakup pemberian petunjuk hati bagi mereka yang beriman.

Selain itu, sebagaimana disampaikan Allah dalam Surat An Nahl ayat 97, jaminan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah) menjadi janji yang pasti bagi laki-laki maupun perempuan yang beramal saleh.

"Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik," terangnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kondisi spiritual seseorang sangat memengaruhi kualitas hidup yang ia rasakan sehari-hari.

Bahaya Berpaling dari Peringatan Allah

Sebagai penutup, Ustadz Zaed memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang mengabaikan sisi spiritualitas. Ketidakhadiran iman dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam rasa hampa yang berkepanjangan. Meskipun secara materi tampak berkecukupan, tapi batin mereka akan terus merasa kekurangan.

"Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit," tegasnya mengutip Surat Toha ayat 124.

Melalui pesan ini, jemaah diharapkan semakin memahami betapa luasnya Keadilan Allah SWT dalam menempatkan balasan atas setiap perbuatan hamba-Nya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.