Header Ads

Header ADS

Ingin Jual Beli Ramadan yang Tidak Merugi? Lakukan 3 Amalan Utama Ini Sekarang

Ilustrasi tangan menimbang Alquran dengan cahaya pahala dan masjid sebagai simbol jual beli Ramadan yang tidak merugi sesuai Surah Fatir 29.
Metafora perniagaan spiritual. Memaksimalkan amalan: Tilawah Alquran, menegakkan salat, dan sedekah sebagai investasi abadi di bulan Ramadan. (Ilustrasi: AI Generated/Gemini)

Wonorejo - Mengkhatamkan Alquran minimal satu kali dan konsisten menegakkan salat malam menjadi target yang harus dikejar umat Islam sebelum Ramadan 2026 berakhir. Panduan praktis ini disampaikan oleh Ustaz Akhmad Azhar Fakhidun untuk memotivasi ratusan jemaah di ICMA Cabang Blimbing, Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, agar tidak melewatkan momentum emas meraih keberkahan tak terbatas, Ahad malam (15/3/2026).

Pesan mendalam ini disampaikan Ustaz Ahmad Azhar Fakhidun, S.Pd.I., anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing, di hadapan ratusan jemaah. Beliau menekankan bahwa sisa hari di bulan suci ini merupakan momentum emas untuk melakukan transaksi spiritual yang selalu menguntungkan.

"Bulan Ramadan tinggal beberapa hari lagi, mari kita maksimalkan melalui jual beli dengan Allah. Ini adalah bentuk jual beli yang tidak akan pernah rugi," ujar Ustaz Azhar dalam tausiyahnya.

Tiga Pilar Amalan Ramadan yang Menguntungkan

Menurutnya, perniagaan dengan Sang Pencipta ini melibatkan tiga amalan utama. Pertama, umat Islam harus terus membangun kedekatan dengan Alquran. Target minimal adalah mengkhatamkan seluruh ayat suci tersebut setidaknya satu kali selama bulan puasa.

"Jika pada bulan Ramadan saja kita tidak bisa khatam tilawahnya, apalagi di luar bulan suci. Meskipun demikian, kita tetap harus berinteraksi dengan Alquran, tidak hanya membaca, tapi juga mempelajari dan mengamalkan kapan pun dan di mana pun," lanjutnya.

Beliau menegaskan bahwa keutamaan tilawah menjadi salah satu fondasi utama dalam meraih rida Allah SWT.

Menegakkan Salat dan Kekuatan Sedekah

Pilar kedua dalam perniagaan ini adalah konsistensi dalam beribadah salat. Beliau mengajak jemaah untuk senantiasa berdiri tegak, baik dalam menunaikan salat wajib maupun salat-salat sunah nafilah, termasuk salat tarawih yang menjadi ciri khas bulan suci.

Selanjutnya, selain dimensi hablum minallah pada dua amalan di atas, aspek hablum minannas terdapat pada amalan ketiga yang menjadi pelengkap adalah konsistensi dalam berinfak. Ustaz Azhar menjelaskan bahwa sedekah dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi demi menjaga keikhlasan hati, maupun secara terang-terangan sebagai bentuk inspirasi bagi sesama.

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi," jelasnya saat mengutip Ayat Alquran tentang perniagaan dengan Allah, yakni Surah Fatir ayat 29.

Sebagai penutup, beliau mengingatkan jemaah bahwa keuntungan dari perniagaan spiritual ini bersifat abadi. Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat masih hidup di dunia, namun juga menjadi bekal investasi terbaik di akhirat kelak.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.