Kultum Ramadhan: Doa yang Diaminkan Malaikat
Kultum Ramadhan: Doa
yang Diaminkan Malaikat
Yusuf Faiquddin,
S.E
Sekretaris Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العالَمِينَ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ
اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ،
Kaum muslimin yang
berbahagia,
Salah satu sunnah yang mungkin jarang kita lakukan adalah mendoakan sesama muslim, semisal teman, sahabat, guru dan lain-lain tanpa sepengetahuan dia. Kita doakan dia dengan ikhlas dan tulus agar dia mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.
Tidak mudah melakukan sunnah ini, karena butuh keimanan yang tinggi serta hati yang tulus dan ikhlas. Hal ini karena sifat dasar manusia yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja. Setelah semua kebutuhan manusia terpenuhi, barulah dia memperhatikan orang lain. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa sunnah ini adalah tanda jujurnya keimanan seseorang.
Dalam Syarh Riyadhus Shalihin [6: 54] Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
الدُّعَاءُ بِظَهْرِ الْغَيْبِ يَدُلُّ دَلَالَةً
وَاضِحَةً عَلَى صِدْقِ الْإِيمَانِ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: (لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ)
“Mendoakan
saudaranya tanpa sepengetahuannya menunjukkan jujurnya keimanan seseorang. Hal
ini karena Nabi shallallahu ‘alahi
wa sallam bersabda, ‘Tidaklah sempurna keimanan kalian sampai ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri’.”
Kultum Ramadhan: Sunnah yang Terlupakan di Bulan Ramadhan
Kaum muslimin yang
berbahagia,
Mengenai sunnah ini, terdapat dalil hadits
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan
keutamaan sunnah ini. Yaitu apabila kita mendoakan saudara muslim, maka
malaikat akan mendoakan bagi kita yang semisal doa yang kita panjatkan. Jadi
apa yang kita doakan kepada saudara kita, kita pun akan mendapatkannya dengan
izin Allah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ
الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan
kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan
malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’”
Kaum muslimin yang
berbahagia,
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah generasi terbaik umat
ini dengan keimanan yang jujur dan ikhlas. Dalam hadits riwayat Muslim dari Shafwan,
ia adalah Ibnu 'Abdillah bin Shafwan, dan umur ad-Darda' di bawahnya, dia
berkata:
“Aku pergi ke Syam dan mengunjungi
Abu Darda' Radhiyallahu anhu di rumahnya, tetapi dia tidak ada di rumah, yang
ada hanya Ummu Darda', ia berkata: 'Apakah tahun ini kamu akan pergi haji?'
'Ya,' jawabku. Dia berkata: 'Do'akan kami dengan kebaikan, karena Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ
الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا
لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْل
“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” ('Aunul Ma'buud IV/275-276)
'Abdullah berkata : “Lalu aku pergi ke pasar dan bertemu dengan Abu Darda' Radhiyallahu anhu, lalu beliau berkata seperti yang katakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (Shahiih Muslim kitab adz-Dzikr wad Du'aa' wat Taubah wal Istighfaar bab Fadhlud Du'aa' lil Muslimiin bi Zhahril Ghaib (IV/ 2094 no. 2733 (88)).
Dari hadits yang mulia ini kita bisa mengetahui bahwa ada dua golongan manusia yang mendapatkan do'a dari para Malaikat yaitu,
- Orang yang dido'akan oleh saudaranya sesama muslim sedangkan dia tidak mengetahuinya, karena Malaikat mengucapkan: “Aamiin,” yang berarti “Ya Allah, kabulkanlah do'anya bagi saudaranya.” ('Aunul Ma'buud (IV/276).
- Orang yang mendo'akannya, karena Malaikat yang diutus kepadanya berkata: “Dan kamu pun mendapatkan apa yang didapat oleh saudaramu.” ('Aunul Ma'buud (IV/276).
Ibnu Hibban
menulis sebuah bab dalam Sahihnya berjudul “Anjuran untuk Memperbanyak Berdo'a
kepada saudara sesama Muslim tanpa sepengetahuan Orang yang Dido'akan, dengan
harapan permohonan untuk keduanya dikabulkan.” (Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahih Ibni Hibban kitab ar-Raqaa-iq bab
al-Ad'iyah (III/278)
Imam An-Nawawi
dalam Syarh Sahih Muslim (XVII/49), menjelaskan pula, “Dalam
hadits ini ada sebuah keutamaan do'a bagi saudaranya tanpa sepengetahuan orang
yang dido'akannya. Seandainya seseorang berdo'a untuk satu kelompok umat Islam,
maka ia akan mendapatkan pahala yang telah ditetapkan, dan jika ia berdo'a
untuk seluruh kaum muslimin, maka yang aku fahami, ia pun mendapatkan pahala
yang telah ditentukan.”
Orang yang
mengetahui akan keutamaan ini dan luar biasanya doa malaikat, maka akan
bersemangat dalam mendo'akan saudara mereka sesama muslim tanpa sepengetahuan
saudara yang dido'akannya.
Al-Qadhi
'Iyadh berkata “Jika generasi Salaf ingin berdo'a untuk dirinya sendiri, mereka
juga berdo'a untuk saudaranya sesama muslim dengan do'a tersebut, karena do'a
tersebut adalah do'a yang mustajab, dan dia pun akan mendapatkan apa yang
diperoleh oleh saudaranya sesama muslim.” (Syarh
an-Nawawi (XVII/49) dan Syarh ath-Thaibi (V/1707).
Kaum muslimin yang
berbahagia,
Dalam Siyar A’lamin Nubala’ (2: 351) Imam Adz Dzahabi menyebutkan dalam satu riwayat dari sahabat Abu
Darda’ radhiyallahu ‘anhu.
Istri beliau, Ummu Darda’ menceritakan,
كانَ لِأَبِي الدَّرْدَاءِ سِتُّونَ وَثَلَاثُ مِائَةِ
خَلِيلٍ فِي اللهِ يَدْعُو لَهُمْ فِي الصَّلَاةِ، فَقُلْتُ لَهُ فِي ذٰلِكَ،
فَقَالَ: إِنَّهُ لَيْسَ رَجُلٌ يَدْعُو لِأَخِيهِ فِي الغَيْبِ إِلَّا وَكَّلَ
اللهُ بِهِ مَلَكَيْنِ يَقُولَانِ: «وَلَكَ بِمِثْلٍ». أَفَلَا أَرْغَبُ أَنْ
تَدْعُوَ لِيَ الْمَلَائِكَةُ؟
“Dahulu Abu Darda’ memiliki sekitar 300 orang
sahabat (pertemanan di dalam ketaatan). Di dalam shalatnya, Abu Darda’
seringkali mendoakan mereka. Aku pun berkata kepadanya tentang apa yang dia
lakukan.”
Maka dia pun berkata, “Sesungguhnya tidaklah seseorang mendoakan bagi saudaranya tanpa sepengetahuanya, kecuali Allah mengutus denganya dua malaikat, yang keduanya akan mengatakan, ‘Begitu juga denganmu.’ Apakah aku tidak boleh mendambakan malaikat mendoakanku?’”
Dalam hadits disebutkan bahwa malaikat ikut mendoakan bagi yang berdoa. Para ulama mejelaskan bahwa doa malaikat itu mustajab.
Dalam Mura’atul Mafatih (5: 309) Abul Hasan Al-Mubarakfuri
rahimahullah berkata,
دُعَاءُ الْمَلَائِكَةِ مُسْتَجَابٌ
“Doa para malaikat itu mustajab.”
Dalam QS. Al-Hasyr/59 ayat 10 Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan pujian kepada para sahabat Muhajirin dan Anshar yang mendokan orang-orang beriman sebelum mereka,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ
رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“ Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo'a: 'Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyayang lagi Maha Penyayang.”
Syaikh Muhammad bin 'Alan ash-Shiddiqi dalam Daliilul Faalihiin li Thuruuqi Riyaadhis Shaalihiin (IV/307) menjelakan tentang ayat ini bahwa “Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji mereka karena do'a-do'a mereka untuk saudara-saudara mereka kaum mukminin yang telah mendahului mereka, pujian tersebut ketika mereka sedang berdo'a.”
Kaum muslimin yang
berbahagia,
Semoga kita
dapat mengamalkan salah satu sunnah yang mulia ini yaitu senantiasa mendo’akan
saudara sesama muslim tanpa sepengetahuan mereka.
بِاللَّهِ فِي سَبِيلِ الْحَقِّ فَاسْتَبِقُوا
الْخَيْرَاتِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar