Kultum Ramadhan: Bagaimana Beriman kepada Kitab-Kitab yang Allah Turunkan?
Kultum Ramadhan: Bagaimana Beriman kepada Kitab-Kitab
yang Allah Turunkan?
Endro Setiawan, Lc
Anggota Majelis Tabligh PDM Sukoharjo
اَلسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ:
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Di antara simpul keimanan adalah beriman kepada
kitab-kitab yang Allah ﷻ turunkan. Inilah keistimewaan umat Nabi Muhammad ﷺ, dimana kita beriman kepada semua kitab,
dan Allah ﷻ jadikan
Al-Qur’an sebagai penyempurna. Al-Qur’an adalah kalamullah, mukjizat terbesar
yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk seluruh umat manusia.
Kitab-kitab ini kemudian disebut dengan Kitab Samawi
yang maknanya ; Kitab yang turun dari langit yakni datang dari Allah ﷻ, dengan tujuan yang sama yaitu agar
manusia beribadah hanya kepada Allah ﷻ, menjadi pedoman hidup di dunia serta
menuntun kepada kebahagiaan akhirat.
Lalu, bagaimana kita beriman kepada Kitab-kitab yan Alah turunkan?
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Setidaknya ada 4 hal yang menjadi bagian dari Iman
kepada Kitab-kitab:
1) Beriman Bahwasanya Kitab Ini Benar-benar Turun Dari
Allah ﷻ
Kita meyakini bahwa semua kitab Allah ﷻ adalah firman-Nya
yang diwahyukan kepada para Rasul ‘alaihimussalam
agar mereka menyampaikan kepada manusia syari’at-Nya. Kitab Allah ﷻ bukanlah makhluk karena
firman termasuk sifat-sifat-Nya sedangkan sifat-sifat-Nya bukanlah makhluk.
Dalam QS. An-Nisa' [4] ayat 136, Allah ﷻ berfirman secara hakiki sebagaimana yang
Dia kehendaki sesuai yang Dia inginkan.
﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ
وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ
مِنْ قَبْلُ ۗ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah
beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang
diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya.”
Kultum Ramadhan: Menjaga Lisan
2) Beriman kepada kitab-kitab Allah baik secara ijmal
(global) maupun tafshil (rinci)
Secara ijmal maksudnya kita mengimani bahwa Allah ﷻ telah menurunkan
kitab-kitab kepada rasul-rasul-Nya meskipun tidak disebutkan namanya. Sedangkan
secara tafshil maksudnya kita mengimani penjelasan Al Qur’an dan As Sunnah yang
menyebutkan tentang kitab-kitab Allah tersebut secara rinci. Sebagaimana dalam QS.
Al-Baqarah [2] ayat 136, Allah ﷻ firmankan,
﴿قُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ
اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ
وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَمَآ اُوْتِيَ
النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْۖ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ﴾
“Katakanlah
(wahai orang-orang yang beriman), “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang
diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq,
Ya‘qub dan keturunannya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta
pada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak
membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan (hanya) kepada-Nya kami
berserah diri.”
Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
rahimahullah,
“Dalam ayat ini, Allah
memerintahkan untuk beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya, kepada al-Quran
dan kitab-kitab sebelumnya. Semua itu adalah di antara keimanan yang wajib di
mana seorang hamba tidaklah dikatakan beriman kecuali dengannya; beriman secara
global, apabila tidak sampai kepadanya rincian tentangnya, dan beriman secara
rinci bila hal bersangkutan diketahui secara rinci.”
3) Meyakini bahwa diturunkannya Kitab merupakan
kesempurnaan sifat Rububiyyah Allah
Di antara bentuk rahmat dan kasih sayang Allah ﷻ kepada para hamba-Nya adalah Dia
mengutus para Rasul untuk membimbing manusia kepada jalan yang lurus dan
menurunkan kitab-kitab-Nya sebagai pedoman yang di dalamnya berisi cahaya dan
hidayah.
Dan disebutkan kata "Mirr rabbihim"
(dari Tuhan mereka) terdapat isyarat bahwa termasuk kesempurnaan Rububiyyah
(kepengurusan) Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah dengan menurunkan kepada
mereka kitab-kitab dan mengutus para Rasul, dan Rububiyyah-Nya kepada
hamba-hamba-Nya menghendaki untuk tidak membiarkan mereka begitu saja dalam
kebingungan. (Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an)
4) Beramal, ridha dan berserah diri dengan hukum-hukum
yang belum dihapus (naskh) di dalam kitab-kitab Allāh
Termasuk dalam konsekuensi Iman kepada Kitab Allah
adalah Mengamalkan hukum-hukum dalam kitab-kitab tersebut selama tidak dihapus
(mansukh), dengan penuh ridha dan penerimaan, baik kita memahami hikmah
di balik hukum-hukum tersebut ataukah tidak. Adapun kitab-kitab terdahulu maka
semuanya telah dihapus dengan doturunkannya Al-Qur`anul Karim.
Dalam QS. Al-Ma'idah/5 ayat 48, Allah ﷻ berfirman:
﴿وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ
الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ... ﴾
“ Kami telah menurunkan kitab suci
(Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai
pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan
kebenaran terhadapnya).”
Muhaimin yakni
sebagai hakim terhadap kitab-kitab terdahulu. Atas dasar itu tidak boleh
mengamalkan hukum apapun yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu kecuali jika
dibenarkan dalam Al-Qur`an.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Al-Qur`anul Karim
sebagai penyempurna
Sebagaimana kita meyakini kebenaran Kitab-kitab
terdahulu, kitapun meyakini bahwa Al-Qur`anul Karim adalah kitab penyempurna,
diturunkan kepada Nabi paling mulia, membawa syari’at paling agung dari Allah ﷻ.
Al-Qur`an merupakan kitab yang terakhir, membenarkan
kitab-kitab terdahulu sekaligus menyempurnakan syari’at-syari’at sebelumnya.
Maka Wajib bagi setiap manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ untuk beriman dengan Alquran. Sebagaimana
dijelaskan dalam hadis Riwayat Imam Muslim, Nabi ﷺ bersabda,
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ
هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ
بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, tidaklah seorang
pun dari umat ini, baik seorang yahudi atau Nasrani, lalu ia mati dan tidak
beriman dengan yang aku diutus dengannya, melainkan ia adalah penghuni neraka.”
Demikianlah sekilas
tentang bagaimana beriman kepada kitab-kitab Allah. Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk senantiasa
istiqamah di atas jalan yang diridhai-Nya, aamin.
اِتَّقُوا
اللَّهَ وَأَطِيعُوهُ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
وَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
اللَّهُمَّ
اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ،
وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاعْمَلْنَا
بِمَا فِيهِ مِنَ الْهُدَى وَالنُّورِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar