Khutbah Jumat: Ramadhan Madrasah Takwa
Khutbah Jumat: Ramadhan Madrasah Takwa
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ
نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
اتَّقِ
اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ
النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Jamaah Jumat yang berbahagia...
Setelah memanjatkan syukur ke hadirat Allah ﷻ dan bershalawat atas Rasulullah ﷺ, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita
kepada Allah ﷻ dengan
sebenar-benarnya takwa, terlebih di bulan Ramadhan yang mulia ini.
Jamaah Jumat yang berbahagia...
Ramadhan adalah madrasah takwa. Sebagaimana firman
Allah ﷻ dalam ayat tentang kewajiban puasa: “la’allakum
tattaqun, agar kamu bertakwa”. Maka sangat relevan bila kita merenungkan
ciri-ciri orang bertakwa sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al Baqarah/2 ayat 2-4,
terlebih di bulan Ramadhan ini. Allah ﷻ berfirman,
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا
رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ٢ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ
وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ ٣ وَالَّذِيْنَ
يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَۚ وَبِالْاٰخِرَةِ
هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ ٤
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di
dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan
sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman
pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab
suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.” (QS.
Al Baqarah [2]: 2-4)
Pertama, beriman kepada yang ghaib.
Di bulan Ramadhan, keimanan kepada yang ghaib semakin
terasa. Kita berpuasa meski tidak ada manusia yang melihat apakah kita makan
atau tidak. Namun kita yakin Allah ﷻ Maha
Melihat. Kita meyakini adanya pahala yang berlipat ganda, malam Lailatul Qadar
yang lebih baik dari seribu bulan, serta balasan surga bagi orang-orang yang
berpuasa dengan ikhlas. Inilah latihan keimanan sejati, keyakinan tanpa
melihat.
Kedua, mendirikan shalat.
Ramadhan adalah bulan yang dihiasi dengan
shalat-shalat istimewa. Selain menjaga shalat wajib lima waktu, kaum muslimin
bersemangat menunaikan shalat tarawih, qiyamul lail, dan memperbanyak sujud
kepada Allah ﷻ.
Shalat bukan sekadar gerakan, tetapi menjadi kekuatan yang menjaga kita dari
perbuatan keji dan mungkar. Ramadhan seharusnya menjadikan shalat kita lebih
khusyuk, lebih tepat waktu, dan lebih bermakna.
Ketiga, menginfakkan sebagian rezeki.
Di bulan Ramadhan, pahala sedekah dilipatgandakan.
Rasulullah ﷺ adalah
orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.
Memberi makan orang berbuka, menunaikan zakat dan infak, membantu fakir miskin,
menyantuni anak yatim, semua itu adalah wujud nyata takwa. Karena hakikat
rezeki adalah titipan Allah ﷻ,
dan keberkahan harta terletak pada apa yang kita infakkan di jalan-Nya.
Keempat, beriman kepada kitab-kitab Allah ﷻ.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Di bulan inilah wahyu
pertama diturunkan. Maka ciri orang bertakwa adalah menjadikan Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup. Ramadhan seharusnya bukan hanya ramai dengan lantunan
tilawah, tetapi juga dengan tadabbur, pengamalan, dan perubahan akhlak sesuai
tuntunan Al-Qur’an.
Kelima, yakin kepada akhirat.
Puasa mengingatkan kita bahwa dunia ini sementara.
Lapar dan dahaga yang kita rasakan mengajarkan kepedulian sosial, kesabaran,
dan kesadaran bahwa kehidupan akhirat jauh lebih kekal. Orang yang yakin kepada
akhirat akan bersungguh-sungguh mengisi Ramadhan dengan amal shalih, karena ia
sadar bahwa kesempatan bertemu Ramadhan belum tentu datang kembali.
Jamaah Jumat yang berbahagia…
Pada QS. Al-Baqarah/2 ayat 5 Allah ﷻ berfirman:
اُولٰۤىِٕكَ
عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ
هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ٥
“Merekalah yang mendapat petunjuk
dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah [2]: 5)
Artinya, keberuntungan sejati bukanlah sekadar bertemu
Ramadhan, tetapi menjadi hamba yang keluar dari Ramadhan dalam keadaan lebih
bertakwa. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan,
pandangan, hati, dan perbuatan.
Ramadhan boleh saja berlalu, namun nilai takwa harus
tetap tinggal dalam diri kita.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Jum'at: Ramadhan Bulan Mujahadah
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ رَبِّ
العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ
وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Jamaah Jumat yang berbahagia…
Marilah kita manfaatkan hari-hari Ramadhan ini dengan
sebaik-baiknya. Perbanyak istighfar, perbanyak doa, hidupkan malam-malamnya,
dan jadikan Ramadhan sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Semoga Allah ﷻ menerima puasa kita, shalat kita, sedekah kita, dan seluruh
amal ibadah kita. Sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa,
yang mendapatkan petunjuk dan keberuntungan sebagaimana disebutkan dalam Surah
Al-Baqarah ayat 5.
اُولٰۤىِٕكَ
عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ
هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ٥
“Merekalah yang mendapat petunjuk
dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah
[2]: 5)
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ
رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Sumber: Majelistabligh.id

Tidak ada komentar