Header Ads

Header ADS

Dakwah dengan Kisah, Simpel dan Inspiratif


KH. Ihsan Saifuddin, S.Ag.

Penasihat Majelis Tabligh PDM Sukoharjo

 

Dakwah Terus Pantang Putus

Dakwah itu ibarat mendayung di tengah arus yang deras. Manakala tidak bergerak, akan hanyut terbawa arus entah ke mana.

Ibarat berada di tengah derasnya arus, juru dakwah harus pandai berselancar agar tidak hanyut atau tenggelam.

Juru dakwah tidak boleh menyerah, apa pun keadaannya. Karena itulah, wahai para juru dakwah, para dai dan daiyah, para mubaligh dan mubalighah, mari bangkit menyambut seruan Nabi untuk menerima estafet tugas dakwah.

 

Kisah Dakwah Nabi

Untuk menyulut semangat dakwah agar dakwah terus pantang putus, teladanilah Nabi Muhammad selaku panglima dakwah.

Dalam lembaran sirah nabawiyah disebutkan bahwa ketika masyarakat membujuk agar Nabi berhenti berdakwah dengan iming-iming diangkat menjadi pemimpin tertinggi dan tawaran harta yang melimpah, dengan tegas beliau menjawab:

واللّٰهِ لَوْ وَضَعُوا الشَّمْسَ فِي يَمِينِي وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَىٰ أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الْأَمْرَ مَا تَرَكْتُهُ أَوْ أَهْلِكَ دُونَهُ.

Demi Allah, kalau sekiranya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah, aku tak akan meninggalkannya hingga Islam ini menang atau aku mati di jalan dakwah ini.”

Tekad baja Nabi tersebut terus diperjuangkan oleh para pengikut setianya hingga hari kiamat. Karena itulah, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ، فَإِنِ ابْتَغَيْنَا الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللَّهُ.

Kami adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Ketika kami mencari kemuliaan selainnya, maka Allah hinakan kami.”

Goresan di atas adalah sepenggal kisah dakwah Nabi kita yang mulia, Muhammad . Kisah dakwah tersebut sangat inspiratif sehingga mampu mendongkrak semangat dakwah.

Begitulah, nilai plus membaca kisah akan mampu membakar semangat pembacanya.

 

Berdakwah dengan Kisah

Berdakwah dengan kisah memiliki keunikan tersendiri, antara lain:

1. Mudah diingat

Mengingat kisah relatif lebih mudah ketimbang mengingat kesimpulan hukum, apalagi dalil-dalil.

2. Mudah dipahami

Adanya kisah lebih mudah dipahami sehingga nantinya juga lebih mudah diamalkan.

3. Lebih inspiratif

Oleh karena kisah itu lebih mudah diingat dan dipahami, maka kisah juga lebih inspiratif.

4. Selalu aktual

Perjalanan hidup manusia akan selalu aktual dikisahkan sepanjang zaman. Sejarah akan selalu berulang sama, hanya pelakunya saja yang berbeda.

5. Sepertiga Al-Qur’an

Berdakwah dengan kisah ternyata telah memenuhi penyampaian sepertiga bagian Al-Qur’an. Kandungan Al-Qur’an ada tiga bagian, yaitu akidah, syariah, dan kisah.

 

Al-Qur’an Mengutamakan Kisah

Demi mendongkrak semangat Nabi Muhammad dalam berdakwah, Allah mengetengahkan kisah-kisah para nabi sebelumnya agar menguatkan Nabi dalam mengemban tugas dakwah. Allah berfirman:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۝١٢٠

Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin.” (QS. Hud [11]: 120)

 

*) Disampaikan dalam Pengajian Rutin PRM & PRA Jombor, Ahad, 23 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB–selesai, bertempat di Masjid Sahid (Kampus Univet Bantara Sukoharjo).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.