Sabar dan Syukur: 2 Sifat Penghuni Surga
Sabar dan Syukur: 2 Sifat
Penghuni Surga
KH. Ihsan Saifudin, S.Ag
Penasihat Majelis
Tabligh PDM Sukoharjo
Sabar ada batasnya?
Jika dilontarkan pertanyaan, “Apakah sabar
itu ada batasnya?” Jawabannya terpulang pada penjelasan detailnya
bagaimana. Batas kesabaran menahan beban derita hanyalah selama masih hidup di
dunia saja. Di akhirat kelak tidak lagi dituntut kesabaran.
Penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa sabar itu terbatas, yaitu dibatasi selama masih hidup di dunia.
Pengertian di atas selaras dengan piwulang
Jawa, “Nyebar Godhong koro, Sabar sawetoro”.
Perintah sabar hanyalah selama hidup di
dunia, itupun hanya sementara. Kesementaraan hidup di dunia, hanya kisaran “Sittiina
ila sab'iin, antara 60 sampai 70 tahun”, itulah ideal masa hidup di dunia.
Jika kesabaran itu lingkupnya selama hidup di
dunia, maka itulah sabar tanpa batas. Tanpa batas dalam artian, semua kejadian
disikapi dengan sabar. Balasan bagi hamba yang sabar tanpa batas, karena itulah
sabar juga tanpa batas, Allah ﷻ
berfirman:
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ
بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10)
Dalam memaknai "Bighairi hisab"
dalam kitab tafsir Al-Muyassar, diterangkan demikian:
بغير حدٍّ ولا عدٍّ ولا مقدار وهذا تعظيم لجزاء
الصابرين وثوابهم
“Tanpa batas, tanpa itungan dan tanpa
ukuran. Hal itu sebagai pengagungan balasan bagi hamba yang sabar.” (Tafsir
Al-Muyassar)
Balasan bagi hamba yang sabar, Allah ﷻ
tidak mengatakan pahala sabar sepuluh kali lipat. Tidak pula tujuh ratus kali
lipat. Tetapi, tanpa batas.
Balasan kesabaran tanpa batas, karena hanya
Allah ﷻ yang mengetahui berapa banyak air mata yang
meleleh, keringat yang mengucur bahkan darah yang tumpah demi menahan beban
berat selama menjadi kehidupan
Sabar berbuah surga
Termasuk balasan kesabaran "Bighairi
hisab" (tanpa batas) balasan kesabaran di dunia adalah hidup bahagia
dan mati masuk surga.
Balasan surga bagi hamba yang sabar, berupa
sambutan Malaikat di surga kepada hamba yang sabar adalah "Salamun
alaikum bima shobartum, Selamat atas kesabaranmu”.
Inilah ayat Allah ﷻ
berkenaan dengan balasan surga bagi hamba yang sabar, Allah ﷻ
berfirman:
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ
عُقْبَى الدَّارِۗ ٢٤
"Selamat sejahtera atas kalian karena
kesabaran kalian. Maka sungguh alangkah baiknya tempat kesudahan itu adalah
surga." (QS. Ar-Ra'd [13]: 24)
Sabar berbuah surga juga ditegaskan oleh Imam
Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau berkata:
الصبر كنز من كنوز الجنة
"Kesabaran itu perbendaharaan surga."
(Ash-shobru wa tsawab alaihi: 39)
Kepada hamba yang sabar, malaikat tidak
mengatakan, "Selamat karena kenaikan pangkat".
Tetapi, malaikat mengatakan, "Selamat
karena kesabaran".
Sabar membuahkan kebaikan dunia akhirat
karena itulah Rasulullah ﷺ selalu menekankan kesabaran, beliau ﷺ bersabda:
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا
أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
"Barangsiapa berusaha bersabar, Allah
akan menjadikannya iorang yang sabar. Dan tidaklah seseorang diberi suatu
karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Al-Bukhari
: 146)
Kisah kesabaran Nabi Ayub
Di antara hamba yang penyabar yang Allah ﷻ kisahkan dalam
Al-Qur'an, antara lain adalah nabi Ayub ‘alaihissalam. Beliau diuji
dengan bertubi-tubi ujian namun tetap sabar tanpa batas. Hartanya habis,
anak-anaknya wafat, tubuhnya sakit bertahun-tahun.
Dalam sebuah riwayat, beliau mengidap sakit
selama tsamaniyata asyara
(delapan belas tahun) tanpa pernah kehabisan kesabaran, bahkan lebih
banyak memuji Allah ﷻ dalam meski dalam kondisi sakit.
Allah ﷻ mengabadikan
kisahnya dalam ayat Al-Qur'an berikut ini, Allah ﷻ
berfirman:
اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ
الرّٰحِمِيْنَۚ ٨٣
"(Ya Tuhanku), sungguh aku telah
ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua
penyayang." (QS. Al-Anbiya [21]: 83)
Lihatlah bagaimana sangat sabarnya Nabi Ayub ‘alaihissalam,
beliau tidak perlu mengeluh, hanya mengadu kepada Allah ﷻ,
dan Allah ﷻ membalas kesabarannya dengan kesembuhan
sempurna.
Sabar dalam susah dan senang
Jika sesuatu sudah ditetapkan, hal itu pasti
terjadi, apakah kita sabar atau tidak. Mari simak perkataan Imam Ali berikut
ini agar kita sabar terus dan terus sabar. Beliau berkata:
إنَّك إنْ صَبَرْت جَرَى عَلَيْك الْقَلَمُ
وَأَنْتَ مَأْجُورٌ، وَإِنْ جَزِعْتَ جَرَى عَلَيْك الْقَلَمُ وَأَنْتَ مَأْزُورٌ
"Jika
engkau bersabar, takdir tetap berlaku bagimu dan engkau akan mendapatkan
pahala, dan jika engkau berkeluh kesah, takdir juga akan berlaku bagimu dan
engkau akan mendapatkan dosa." (Adabud dunya Waddin: 288)
Syukur berbalas surga
Di taman surga ada salah satu rumah namanya Baitul
Hamdi. Secara bahasa, dapat diartikan dengan rumah pujian. Istana tersebut
dinamakan rumah pujian karena yang akan menempatinya adalah hamba yang selalu
memuji Allah ﷻ.
Bahkan tetap memuji Allah ﷻ
meski dalam keadaan yang kurang menyenangkan.
Inilah sebuah riwayat hadits Nabi Muhammad ﷺ berkenaan dengan Baitul Hamdi yang
dijanjikan bagi hamba yang selalu memuji Allah ﷻ,
pasrah pada ketentuannya serta berharap balasan terbaik atas musibah yang
diterimanya. Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللهُ
لِمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟
"Apabila anak dari seorang hamba
Allah meninggal, Allah bertanya kepada malaikatnya, "Engkau ambil nyawa
anak hamba-Ku?"
فَيَقُولُونَ: نَعَمْ
Malaikat menjawab, "Betul."
فَيَقُولُ: قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟
Allah bertanya, "Engkau ambil nyawa
buah hatinya?"
فَيَقُولُونَ: نَعَمْ
Malaikat menjawab, "Betul."
فَيَقُولُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟
Allah bertanya, "Apa yang dia ucapkan?"
فَيَقُوْلُوْنَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ
Malaikat menjawab, "Mereka memuji-Mu
dan mengharap kebaikan dari-Mu."
فَيَقُولُ اللهُ : ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا
فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
Allah berfirman, "Bangunkan bagi
hamba-ku sebuah rumah di surga, dan berilah nama rumah itu dengan nama
Baitul-hamdi." (HR. At-Tirmidzi : 942)
Resep sabar dan syukur
Cara meraih syukur dan sabar sebenarnya cukup
banyak. Di antara sekian banyak cara bersyukur adalah dengan menyadari besarnya
nikmat Allah ﷻ yang telah kita terima. Untuk menyadari
besarnya nikmat Allah ﷻ
tersebut, seorang ulama menyarankan agar manusia memejamkan matanya. Bakr bin
Abdullah Al Muzani pernah berkata:
إنْ أَرَدْتَ أنْ تَعْلَمَ قَدْرَ ما أَنْعَمَ
اللهُ عَلَيْكَ فَغَمِّضْ عَيْنَيْكَ
“Jika engkau ingin tahu kadar nikmat yang
telah Allah peruntukkan bagimu, maka penjamkanlah matamu”.
Itulah sekilas resep hidup syukur, adapun
resep agar selalu bersabar, salah satunya adalah dengan memahami hakikat hidup
di dunia hanya sementara, sedangkan akhirat selama-lamanya.
Hidup di dunia yang sekadar numpang lewat,
dapat dipahami juga dari dalil Al-Qur'an berkenaan dengan kesementaraan hidup
di dunia dibanding akhirat, Allah ﷻ berfirman:
وَاِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَلْفِ
سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ ٤٧
"Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu
adalah seperti 1000 tahun menurut perhitunganmu di dunia". (QS. Al
Hajj [22]: 47)
Jika sehari dalam kehidupan akhirat "seakan-akan
seribu tahun”, padahal umur manusia di dunia hanya kisaran antara 60 hingga
70 tahun, itu artinya hidup kita di dunia ini hanya sekitar 1 jam. Maka
tepatlah jika dikatakan sementara.
Selalu sabar dan syukur
Harusnya kita selalu bersyukur karena
kenikmatan apapun yang kita terima atau musibah apapaun yang menimpa, semua
hanya sementara. Mari renungi tembang religi dari vocalis Derry Sulaiman
tentang dunia sementara akhirat selama-lamanya, berikut ini:
"Bersyukurlah atas segala apa yang
kita dapatkan, karena semuanya begitu indah. Bersabarlah atas segala musibah
yang menghampiri, karena semuanya tak akan lama.
Sedih sementara, bahagia sementara, sakit
sementara, sehat sementara. Miskin sementara, kayapun sementara, dunia
sementara, akhirat selama-lamanya...
Berharaplah hanya kepada Allah yang maha
segalanya. Yakinkan hati hanya kepadanya. Dunia ini tempat meninggal bukanlah
tempat kita tinggal. Kita semua kan kembali kepadanya..." (Derry Sulaiman)
____________________
*) Disampaikan dalam Kajian & Silaturahmi
PRM Kemasan di Masjid Al Hikmah Jaban Kemasan) Polokarto Sukoharjo, Senin 10
Agustus 2026
Follow : ig fb tiktok _ngajisantunofficial

Tidak ada komentar