Header Ads

Header ADS

Visitasi Pondok Lansia Qolbun Salim Aisyiyah Nguter: Wujud Nyata Pelayanan Sosial Terpadu


SUKOHARJO – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Nguter menggelar kegiatan visitasi di Pondok Lansia Qolbun Salim yang berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis (20/8/2026). Langkah strategis ini menjadi wujud nyata pelayanan sosial terpadu bagi warga lansia sekaligus memperkuat perintisan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU).

Kegiatan visitasi Pondok Lansia Qolbun Salim ini bertujuan untuk memastikan kualitas pengasuhan, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga lansia berjalan optimal dan bermartabat. Pengurus PCA Nguter secara langsung meninjau fasilitas hunian untuk memastikan kenyamanan para santri lansia selama berada di panti.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bimbingan Kerohanian
Rangkaian acara diawali dengan pemantauan fasilitas hunian panti yang bersih dan layak. Setelah itu, tim medis persyarikatan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penghuni pondok. Para santri lansia mendapatkan layanan cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga konsultasi kesehatan umum.

Selain pemantauan fisik, panitia menyelenggarakan sesi bimbingan kerohanian dan penguatan mental. Melalui tausiyah yang hangat dan komunikatif, para lansia diajak untuk senantiasa memelihara ketenangan jiwa (qolbun salim) serta memperbanyak rasa syukur di usia senja. Suasana penuh kehangatan terlihat saat para pengurus mendampingi para lansia berbincang dan berdoa bersama.

Melanjutkan Spirit PKO dan Langkah Formalisasi LKSLU
Kunjungan rutin ini menjadi bagian penting dari perintisan LKSLU di bawah pembinaan teknis Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo. Langkah formalisasi ini diambil untuk menjamin legalitas, standar pelayanan minimal, serta sistem tata kelola panti yang transparan dan akuntabel sesuai regulasi pemerintah.

Ketua PCA Nguter, Hj. Umi Samsiti, menegaskan pentingnya komitmen pelayanan sosial terpadu dalam gerakan dakwah komunitas ini.

"Kehadiran Pondok Lansia Qolbun Salim di Desa Jetis merupakan wujud nyata dakwah komunitas Aisyiyah Nguter. Gerakan sosial ini melanjutkan spirit Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan, yaitu merawat dan mendampingi kelompok rentan melalui aksi kemanusiaan yang konkret," tegas Hj. Umi Samsiti saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan bahwa pembentukan LKSLU akan memperkuat landasan hukum serta jangkauan manfaat keberadaan pondok lansia ini bagi masyarakat luas.

Dampak Positif dan Penyerahan Bantuan Logistik
Dampak dari kegiatan visitasi ini sangat dirasakan oleh para santri lansia. Kehadiran para relawan dan pengurus memberikan dorongan emosional yang hangat, mengurangi rasa kesepian, serta menguatkan semangat kebersamaan di antara sesama warga pondok. Rintisan LKSLU ini diharapkan mampu memanusiakan para lansia di masa tua mereka.

Kegiatan visitasi ditutup dengan penyerahan bantuan logistik, kebutuhan nutrisi khusus lansia, dan tali asih dari para donatur. Melalui sinergi erat bersama Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo serta dukungan warga persyarikatan, Pondok Lansia Qolbun Salim Aisyiyah Nguter siap berkembang menjadi pusat pelayanan lansia berbasis komunitas keagamaan yang unggul dan menginspirasi. (Kontributor: MPI PCM Nguter)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.