Umur Menjadi Kepastian, Sehat Adalah Pilihan
dr. Indarto, M.Si., M.M.
Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo
Umur manusia adalah kepastian dan sudah ditentukan oleh Allah Ta'ala, sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al-A'raf ayat 34:
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya."
Tak sedikit orang yang berasumsi bahwa karena telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala—dalam artian telah ditakdirkan sejak awal—manusia menjadi kehilangan kehendak serta usaha atas umurnya. Asumsi ini relatif kuat di sebagian masyarakat.
Jika hal tersebut terus dipegang, dunia medis, ilmu kedokteran, dan pengobatan menjadi tidak bermakna. Juga, doa manusia menjadi sesuatu yang sia-sia dan hanya permainan belaka. Padahal, terdapat hadis Nabi SAW yang memberikan inspirasi untuk berdoa memohon panjang umur dan senantiasa berbuat kebaikan:
"Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya, namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya, namun jelek ama
Empat Langkah Ikhtiar Menjaga Kesehatan
Agar panjang umur, sehat, serta senantiasa berbuat kebaikan, selain berdoa tentu saja harus ada ikhtiar untuk menjaga kesehatan. Ada empat hal utama yang perlu dilakukan:
Pola Pikir (Mindset) Positif
Pola pikir harus senantiasa positif. Semisal, meniatkan diri hidup untuk beribadah dan istikamah berbuat kebaikan dengan kesehatan yang prima.
Makanan yang Halal dan Baik
Makanan yang masuk ke dalam perut menjadi poin utama kesehatan seseorang. Sebanyak 80% kesehatan bergantung pada apa yang dimakan secara keseharian dalam jangka panjang.
Gerak Tubuh
Tubuh yang aktif bergerak secara berkesinambungan akan membuat metabolisme berjalan dengan baik.
Tidur yang Cukup
Istirahat yang cukup dan teratur menjaga pemulihan energi serta daya tahan tubuh.
Empat hal di atas, bila dilakukan secara berkelanjutan, akan menghasilkan perilaku yang sehat. Perilaku sehat jelas membuat tubuh senantiasa prima.
Tantangan Kesehatan Saat Ini
Hal ini penting karena keumuman penyakit masyarakat Indonesia saat ini didominasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang juga bersifat katastropik (penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya serta memiliki komplikasi yang dapat mengancam jiwa).
Contohnya antara lain:
- Penyakit jantung dan pembuluh darah- Diabetes melitus
- Kanker
- Penyakit ginjal kronis
Dengan perilaku sehat, tubuh menjadi kuat dan risiko penyakit tidak menular dapat diminimalkan.
Trias Epidemiologi
Dalam ilmu epidemiologi, masalah kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang disebut Trias Epidemiologi, yaitu:
Host (Pejamu/Inang)
Kondisi sedemikian rupa pada manusia yang menjadi faktor risiko atau tempat terjadinya proses alamiah perkembangan penyakit.
Agent (Penyebab)
Semua elemen hidup maupun tidak hidup yang kehadirannya atau ketidakhadirannya—bila diikuti dengan kontak yang efektif dengan host yang rentan—akan menyebabkan terjadinya proses penyakit.
Contoh: virus, bakteri, jamur, zat-zat beracun, maupun makanan yang tidak sehat.
Environment (Lingkungan)
Segala sesuatu yang mengelilingi manusia yang menyebabkan, memungkinkan, atau meningkatkan penularan penyakit.
Contoh: iklim, lingkungan sosial, dan lain-lain.
Makna Sehat
Sehat adalah kondisi fisik, mental, dan sosial yang sejahtera secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan/disabilitas.
Bahwa sehat adalah pilihan, sebagaimana sakit juga merupakan pilihan. Tentu saja kita semua memilih sehat—yaitu dengan jalan berupaya berperilaku sehat serta berdoa agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang untuk terus berbuat kebaikan.
*) Resume singkat dari apa yang disampaikan dalam kajian dan talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah Cabang Sukoharjo di Masjid Sanggrahan, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Ahad, 2 Agustus 2026. Diresumekan oleh Yudi Janaka.


Tidak ada komentar