Filosofi Pemimpin Seperti Penggembala, Muhammadiyah Blimbing Tekankan Etika Kepemimpinan dan Dukungan Kader
POLOKARTO
– Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI)
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing menggelar Pengajian Pimpinan
Putaran Ke-10 bertema "Kepemimpinan dalam Manhaj Muhammadiyah" di
Aula ICMA Cabang Blimbing, Sukoharjo, Ahad (30/8/2026). Kegiatan ini menegaskan
pentingnya etika kepemimpinan Islami serta komitmen persyarikatan dalam
mendukung kader yang berjuang di ranah publik dan kemasyarakatan.
Sebanyak
lebih dari 150 hadirin yang terdiri dari jajaran pimpinan dan perwakilan
organisasi otonom memadati lokasi acara sejak pukul 09.00 WIB. Suasana
pengajian berlangsung khidmat dan hangat, dipenuhi antusiasme peserta dari
unsur PCM, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah
(PRM), hingga Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) se-Cabang Blimbing.
Filosofi
Penggembala dan Larangan Mengemis Jabatan
Wakil
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Ustadz K.H. Sholakhuddin
Sirizar, Lc., M.A., dalam materinya menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah
berat yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Beliau mengibaratkan idealisme
seorang pemimpin dengan peran seorang penggembala yang mengutamakan
kesejahteraan rakyatnya.
“Filosofi
pemimpin adalah seperti penggembala, penggembala tidak akan makan sebelum
gembalaannya kenyang,” ujar Ustadz Sholakhuddin di hadapan ratusan jamaah.
Merujuk
pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dan hadits-hadits Nabi
SAW, beliau mengingatkan agar warga persyarikatan tidak mengejar atau mengemis
jabatan, tetapi siap jika diberi amanah. Pemimpin yang adil dan amanah akan
memperoleh naungan Allah, sedangkan pemimpin yang zalim serta khianat hanya
akan memanen penyesalan.
Dukungan
Konkret bagi Kader Muhammadiyah
Sementara
itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo yang juga
menjabat Kepala Desa Wonorejo Polokarto, Ustadz H. Yusuf Aziz Rahma, S.Pd.,
M.M., menyoroti momentum politik lokal di wilayah Polokarto. Beliau
mengungkapkan bahwa dari 17 desa yang ada di Kecamatan Polokarto, sebanyak 13
desa bakal menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun ini.
“Tahun
ini ada 13 dari 17 desa di Kecamatan Polokarto yang mengadakan pemilihan kepala
desa. Kalau ada kader Muhammadiyah yang maju, wajib didukung oleh pimpinan
ranting Muhammadiyahnya, kalau perlu dibiayai oleh warga Muhammadiyah, bukan
malah kita mengemis pada calon tersebut,” tegas Yusuf Aziz.
Yusuf
Aziz menambahkan bahwa dukungan warga Muhammadiyah kepada kader potensial harus
diwujudkan secara nyata dan mandiri. Dengan demikian, kader yang terpilih kelak
mampu menjalankan kepemimpinan secara murni tanpa beban politik transaksional.
Komitmen
Membangun Kepemimpinan Berkemajuan
Acara
ini turut dihadiri oleh Ketua PCM Blimbing H. Andi Asadudin, S.Psi., Ketua PCA
Blimbing Nur Husna, S.Pd., beserta jajaran pimpinan ortom tingkat cabang.
Kehadiran para tokoh ini memperkuat konsolidasi organisasi dalam mengawal
kepemimpinan Islami di tingkat lokal.
Melalui
Pengajian Pimpinan ini, Muhammadiyah Cabang Blimbing berharap seluruh elemen
persyarikatan dapat meneladani prinsip kepemimpinan proporsional dan
transparan. Langkah ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan
kepemimpinan yang memberi kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas.

Tidak ada komentar