Khutbah Jumat: Kemerdekaan dan Bahaya "Londo Ireng" di Era Modern
Khutbah Jumat: Kemerdekaan dan Bahaya "Londo Ireng" di Era Modern
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ،
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ
وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ،
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي
النَّارِ.
Jamaah Jumat hafizhakumullah,
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan Republik Indonesia, marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat
Allah ﷻ atas nikmat kemerdekaan yang dianugerahkan
kepada bangsa ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi
Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikut
beliau hingga hari kiamat.
Khutbah Jum’at: Diikat oleh Iman, Bukan Kepentingan
Jamaah Jumat hafizhakumullah,
Sejarah mencatat bahwa penjajah tidak akan
bertahan lama tanpa bantuan para pengkhianat dari bangsa yang dijajah. Di
negeri ini, mereka dikenal dengan sebutan “londo ireng”, yaitu
orang-orang pribumi yang rela menjadi kaki tangan penjajah demi jabatan, harta,
dan kepentingan pribadi. Mereka bukan sekadar berpihak kepada musuh, tetapi
mengkhianati sesama anak bangsanya sendiri.
Hari ini, penjajahan fisik memang telah
berakhir. Namun, jangan sampai semangat “londo ireng” tetap hidup.
Ketika ada orang yang menjual amanah demi keuntungan pribadi, menggadaikan
kepentingan rakyat demi kelompoknya, memecah belah persatuan, atau menggunakan
kekuasaan untuk menindas sesama anak bangsa, maka hakikatnya ia sedang
menghidupkan kembali watak pengkhianat yang dahulu menjadi alat penjajah.
Allah ﷻ
berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا
تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ
تَعْلَمُوْنَ ٢٧
"Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati
amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS.
Al-Anfal [8]: 27)
Ayat ini mengingatkan bahwa pengkhianatan
bukan hanya terhadap agama, tetapi juga terhadap setiap amanah yang Allah ﷻ titipkan.
Jabatan adalah amanah, harta adalah amanah, ilmu adalah amanah, dan kecintaan
kepada bangsa juga merupakan amanah yang harus dijaga. Jangan sampai kita
menjadi “londo ireng” di zaman kemerdekaan: wajahnya pribumi, lisannya
mengaku cinta tanah air, tetapi perbuatannya justru mengkhianati rakyat dan
merusak negeri. Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus kita isi dengan
kejujuran, amanah, keadilan, dan persatuan, bukan dengan pengkhianatan yang
menguntungkan diri sendiri tetapi menyengsarakan bangsa.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ،
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ،
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jamaah Jumat hafizhakumullah,
“Londo ireng” pada masa kini tidak lagi
mengangkat senjata bersama penjajah. Mereka dapat berwujud siapa saja yang
mengkhianati amanah rakyat, menyalahgunakan kekuasaan, memperkaya diri dengan
mengorbankan kepentingan umum, atau membiarkan kezaliman terus berlangsung demi
mempertahankan kedudukan. Padahal setiap amanah akan dimintai
pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ
رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ
اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah
oleh Allah untuk memimpin suatu kaum, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan
menipu rakyat yang dipimpinnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Karena itu, marilah kita berdoa agar Allah ﷻ
menjaga negeri ini dari para pengkhianat amanah, menjauhkan bangsa ini dari
siapa pun yang menjadikan rakyat sebagai korban demi kepentingan pribadi atau
golongan, serta menumbuhkan pemimpin dan warga negara yang jujur, adil, amanah,
dan bertakwa. Dengan demikian, kemerdekaan Indonesia tidak hanya kita rayakan
setiap tahun, tetapi benar-benar kita jaga sebagai amanah yang
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ.
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ
النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ
وَالتَّابِعِينَ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى
وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَا وَ
الْمُسلِمِين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا
الْمُسْلِمِيْنَ المُجَاهِدِينَ وَاْلمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فِلَسْطِين
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا
الْمُسْلِمِيْنَ المُجَاهِدِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا
عَلَى دِينِكَ، اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ
قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Tidak ada komentar