Header Ads

Header ADS

Anehnya Wacana Penghapusan Prodi Kependidikan


Alumni S-2 Kebijakan Pendidikan, King Saud University (KSU), Riyadh;
Lajnah Fatwa Majelis Tarjih dan Tabligh PCIM Arab Saudi.

Ada wacana bahwa program studi (prodi) kependidikan akan dihapus oleh pemerintah Indonesia. Alasannya, terlalu banyak alumni yang tidak terserap kerja. Dari sekitar 2 juta lulusan, yang memperoleh pekerjaan hanya 490 ribu.

Yang menjadi pertanyaan, ini sebenarnya salah siapa?

Di Indonesia, untuk menjadi guru tidak harus sarjana kependidikan. Lulusan dari jurusan apa pun bisa menjadi guru, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Bukan hanya di dunia pendidikan, dalam lingkungan perusahaan pun demikian. Alumni hukum bekerja sebagai admin, alumni sastra Inggris menjadi editor, alumni filsafat menjadi jurnalis, dan lain-lain.

Untuk menjadi anggota DPR, apalagi, tidak ada syarat harus sarjana, baik dari kependidikan maupun nonkependidikan. Bahkan, untuk menjadi presiden pun demikian; ijazah SMA pun bisa.

Seandainya nanti prodi kependidikan ditutup, apakah serta-merta pengangguran dapat diatasi? Hal ini terasa sangat tidak logis.

Faktanya, lulusan nonkependidikan pun tidak mudah mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Tidak sedikit sarjana yang akhirnya mengadu nasib ke luar negeri sebagai pekerja migran karena sulitnya mencari pekerjaan di tanah air.

Jika sarjana pendidikan memiliki kemampuan mengajar yang baik, keterampilan bahasa asing yang memadai, kreatif, memiliki jaringan pertemanan luas, serta menguasai keterampilan masa kini seperti desain, editing, dan copywriting, insyaallah dunia kerja akan terbuka.

Masalah pengangguran berkaitan erat dengan kondisi ekonomi negara. Jika ekonomi membaik, lapangan pekerjaan akan semakin banyak. Sarjana pendidikan pun dapat mengisi berbagai jenis lowongan, sebagaimana lulusan nonkependidikan yang bisa menjadi guru.

Seharusnya, prodi kependidikan tidak ditutup. Masih banyak daerah di Indonesia yang sangat membutuhkan kehadiran guru.

Jika pemerintah memiliki anggaran, sebaiknya digunakan untuk membangun lebih banyak sekolah di daerah terpencil dan mengirim para sarjana pendidikan yang muda serta bersemangat. Tentu, mereka juga perlu diberikan upah yang layak. Insyaallah, akan banyak peminatnya.

Langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas prodi kependidikan, memperketat seleksi masuk dan kelulusan, memperbaiki proses pembelajaran, mengganti mata kuliah yang tidak relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan saat ini, meningkatkan penguasaan bahasa asing, serta memperkuat jaringan nasional dan internasional.

Dengan langkah-langkah tersebut, insyaallah alumni kependidikan akan berjaya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.