Header Ads

Header ADS

Menjadi Wali Jalur "Bojo Galak"


Oleh: KH. Hatta Syamsuddin, Lc., M.H.

Gus Baha sering menyebut bahwa salah satu jalur menjadi “wali” adalah melalui jalur bojo galak.

Awalnya saya kira sekadar bercanda. Namun ternyata, Imam Ghazali pun telah menyebutkan dalam kitab monumentalnya, Ihya Ulumuddin:

الصبر على لسان النساء مما يمتحن به الأولياء

Bersabar atas lisan istri (yang cerewet) adalah salah satu cobaan para wali.

Lebih lanjut, dahulu saya mencari referensi di internet yang mengarah pada tema tersebut, dan memang menemukannya, bahkan dalam bentuk semacam kumpulan kisah dan biografi para ulama yang menempuh jalur tersebut. Judulnya:

صَفَحَاتٌ مِنْ أَخْبَارِ
الأَنْبِيَاءِ وَالْعُلَمَاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالْحُكَمَاءِ
فِي
الصَّبْرِ عَلَى الزَّوْجَاتِ
وَالْحِلْمِ عَلَيْهِنَّ

Lembaran-lembaran kisah dari kabar para nabi, ulama, wali, dan ahli hikmah tentang kesabaran menghadapi (perilaku) istri-istri dan bersikap lembut terhadap mereka.”

Bagi yang berminat, silakan japri atau unduh sendiri saja, ya.


Kabar gembira bagi para suami: jika ilmu dan harta tak seberapa, ibadah pun masih apa adanya, maka wali jalur bojo galak bisa menjadi alternatif yang bersahaja.

Kabar gembira bagi para istri: dalam lisan Anda ternyata ada sarana akselerasi level “kewalian” para suami. Lanjutkan dan tingkatkan. #eh

#RefreshPagi

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.