Kader Muballigh Muhammadiyah Sukoharjo Perkuat Dakwah Digital di Sekolah Tabligh Angkatan 3
SUKOHARJO – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo resmi membuka Sekolah Tabligh Muhammadiyah (STM) Angkatan 3 pada Ahad (26/4/2026). Sebanyak 42 peserta utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo hadir untuk memperkuat kapasitas dakwah yang adaptif dan mencerahkan.
Acara yang berlangsung khidmat di pusat dakwah setempat ini menjadi momentum krusial bagi kaderisasi muballigh. Para peserta dipersiapkan untuk menjawab tantangan dakwah era modern yang semakin kompleks.
Urgensi Pendekatan Dakwah yang Bijak dan Kontekstual
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, hadir sebagai pemateri utama yang membakar semangat para peserta. Beliau menekankan bahwa seorang dai tidak hanya dituntut menguasai teks agama secara mendalam. Lebih dari itu, kemampuan menyampaikan pesan secara bijak menjadi kunci keberhasilan dakwah saat ini.
"Seorang muballigh Muhammadiyah harus mampu menghadirkan wajah Islam yang mencerahkan dan solutif bagi persoalan masyarakat," ujar Dr. KH. Tafsir dalam sesi pengarahannya. Beliau juga menegaskan bahwa pendekatan kontekstual sangat penting agar pesan dakwah dapat diterima oleh berbagai lapisan generasi.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatno, memaparkan arah strategis gerakan. Ia menjelaskan bahwa integritas dan keilmuan harus beriringan dengan kemampuan komunikasi yang prima. Hal ini bertujuan agar kader tabligh mampu membangun narasi positif di tengah dinamika masyarakat yang cepat berubah.
Mencetak Dai Profesional Lewat Kurikulum Berkebajikan
Ketua panitia menjelaskan bahwa STM Angkatan 3 dirancang secara sistematis sebagai program kaderisasi unggulan. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menyentuh aspek tradisional seperti penguatan aqidah dan fiqih dakwah. Namun, terdapat penekanan khusus pada penguasaan retorika dan strategi dakwah digital yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Melalui pelatihan ini, panitia menargetkan lahirnya sosok muballigh yang profesional dan berkemajuan. Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta tampak antusias mengikuti orientasi teknis. Mereka dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak persyarikatan di tingkat cabang hingga ranting.
Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan masyarakat Islam di Sukoharjo. Kader muballigh Muhammadiyah yang kompeten dalam dakwah digital diyakini mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan secara lebih luas dan efektif. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberlangsungan dakwah yang berkelanjutan. (muhamad fikri aththoriq)
Tidak ada komentar