Header Ads

Header ADS

Cara Membalas Keburukan Ala Nabi: Mengubah Musuh Jadi Sahabat dengan Doa


Klaten - Mengambil teladan dari kisah Nabi Muhammad di Thaif, Ustadz Rifky Ja'far Thalib menjelaskan cara membalas keburukan pada level tertinggi dalam acara Pengajian Syawwalan 1447 H, Senin (13/4/2026) malam. Bertempat di Masjid Besar Nuurul Jaami Wedi, Klaten, beliau menekankan pentingnya manajemen emosi agar permusuhan berubah menjadi persahabatan erat di hadapan ratusan jemaah.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menjadi momentum bagi warga Klaten untuk memperkuat iman pasca-Ramadan. Ustadz Rifky menyebut bahwa setiap orang yang hidup di dunia pasti akan menghadapi gangguan dari sesamanya. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan mengenai tingkat kedewasaan spiritual seseorang saat menghadapi perlakuan buruk tersebut.


Empat Level Membalas Keburukan

Level pertama adalah membalas secara setimpal sesuai kadar kezaliman yang diterima. Meskipun diperbolehkan secara syariat, pilihan ini hanya memberikan kelegaan sesaat di hati tanpa mendatangkan pahala tambahan. "Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang serupa. Boleh, ayatnya mengatakan demikian," ujar Ustadz Rifky Ja'far Thalib.

Pilihan kedua adalah tidak membalas di dunia, namun menuntut hak di hadapan Allah kelak. Cara membalas keburukan ini membuat pahala pelaku kezaliman berpindah kepada orang yang dizalimi secara otomatis. Dampaknya, orang yang menyakiti tersebut terancam "bangkrut" di hari kiamat karena seluruh amalannya habis untuk membayar utang kezaliman.


Keutamaan Memaafkan Tanpa Syarat

Level ketiga jauh lebih mulia, yakni memaafkan di dunia dan tidak menuntut di akhirat. Ustadz Rifky menjelaskan bahwa orang pada level ini akan mendapatkan ganjaran langsung dari Allah secara luar biasa. Beliau mengibaratkan perbandingan pahalanya seperti perbedaan antara satu gelas dan satu galon.

"Barang siapa memaafkan dan tidak menuntut di akhirat, Allah langsung yang menanggung pahalanya," ujar Ustadz Rifky Ja'far Thalib. Tingkat ini merupakan ciri calon penghuni surga yang mampu menahan amarah dan memperbaiki hubungan sesama manusia.


Puncak Akhlak: Membalas dengan Kebaikan

Level tertinggi dalam manajemen konflik adalah membalas kejahatan dengan kebaikan atau doa. Ustadz Rifky mencontohkan kisah Nabi Muhammad saat menghadapi penduduk Thaif yang melukainya. Alih-alih mengutuk, Rasulullah justru mendoakan agar keturunan mereka menjadi hamba yang beriman kepada Allah.

"Setiap orang hanya mampu memberi apa yang dia punya," ujar Ustadz Rifky Ja'far Thalib. Jika hati seseorang penuh kebaikan, maka hanya kebaikan pula yang akan keluar meskipun ia disakiti. Sikap ini terbukti mampu mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat terbaik di kemudian hari.


Kontributor: Muhammad Farhan Al Yuflih

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.