Header Ads

Header ADS

Laki-Laki dan Self-Control: Kenapa Allah Mulai dari Menundukkan Pandangan?


Muhamad Fikri Aththoriq, S.Pd.

Anggota Majelis Tabligh PCM Blimbing Daerah Sukoharjo


Kalau kita jujur, banyak masalah besar dalam hidup laki-laki itu… awalnya kecil.

Bukan dari zina.

Bukan dari keputusan besar.

Tapi dari satu hal sederhana, apa yang dia lihat. Dan ini bukan sekadar opini. Ini langsung dibahas oleh Al-Qur'an.


Allah  Memulai dari Hulu, Bukan Hilir

Allah ﷻ berfirman, 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ

Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Perhatikan! Allah ﷻ tidak mulai dari “jangan zina”. Tapi dari “tundukkan pandangan.” Karena semua berawal dari sana.


Kata Ulama: Pandangan Itu Titik Awal

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah رحمه الله berkata, 

النَّظَرُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ

Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.” (Al-Jawāb al-Kāfī, hlm. 125)

Beliau juga menjelaskan alurnya, 

النَّظَرُ يُوَلِّدُ الْخَاطِرَةَ، وَالْخَاطِرَةُ تُوَلِّدُ الْفِكْرَةَ، وَالْفِكْرَةُ تُوَلِّدُ الشَّهْوَةَ، وَالشَّهْوَةُ تُوَلِّدُ الْإِرَادَةَ، فَتَقْوَى فَتَصِيرُ عَزِيمَةً، فَيَقَعُ الْفِعْلُ لَا مَحَالَةَ

Pandangan melahirkan lintasan hati, lintasan melahirkan pikiran, pikiran melahirkan syahwat, syahwat melahirkan keinginan, lalu menguat menjadi tekad, hingga akhirnya terjadi perbuatan.” (Al-Jawāb al-Kāfī)

Ini persis seperti yang kita bahas, melihat → pikir → ingin → lakukan. Jadi bukan kebetulan Allah ﷻ mulai dari mata.


Self-Control: Definisi Kekuatan yang Sebenarnya

Banyak orang mengira laki-laki itu kuat kalau berani, dominan, tidak kalah

Tapi Nabi ﷺ justru mendefinisikan ulang, 

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Orang kuat bukan yang menang bergulat, tapi yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari no. 6114, Muslim no. 2609)

Jadi jelas mahkota laki-laki = kontrol diri.


Tafsir Ulama: Kenapa Harus Menundukkan Pandangan?

Imam Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan,

هَذَا أَمْرٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ عَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ، فَلَا يَنْظُرُوا إِلَّا إِلَى مَا أَبَاحَ لَهُمْ النَّظَرَ إِلَيْهِ

Ini adalah perintah dari Allah kepada hamba-Nya yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dari apa yang diharamkan, dan tidak melihat kecuali yang Allah bolehkan.” (Tafsir Ibn Katsir, QS. An-Nur: 30)

Artinya, bukan sekadar “jangan lihat zina”, tapi jaga semua input visual.


Masalah Besar: Meremehkan Pandangan

Sering banget kita dengar “cuma lihat kok”, “nggak ngapa-ngapain”. Padahal ulama sudah ingatkan sejak lama.

Imam Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata, 

النَّظَرُ يُوَلِّدُ فِي الْقَلْبِ الشَّهْوَةَ، وَكَفَى بِهَا فِتْنَةً

Pandangan itu menumbuhkan syahwat di dalam hati, dan itu sudah cukup menjadi fitnah.” (Diriwayatkan dalam Az-Zuhd oleh Imam Ahmad)

Jadi walaupun “belum ngapa-ngapain” sebenarnya prosesnya sudah berjalan.


Kenapa Laki-laki Didahulukan?

Urutan ayat laki-laki dulu, baru perempuan Ini menunjukkan, laki-laki harus mulai dari dirinya.

Bukan menyalahkan perempuan, zaman, lingkungan. Tapi, kendalikan pandangan sendiri Self-Control Itu Latihan, Bukan Teori.

Imam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata,

الصَّبْرُ عَنِ الشَّهْوَاتِ أَيْسَرُ مِنَ الصَّبْرِ عَلَى مَا تُوجِبُهُ الشَّهْوَاتُ

Bersabar meninggalkan syahwat itu lebih mudah daripada bersabar atas akibat yang ditimbulkannya.” (Majmū’ al-Fatāwā, 10/635)

Artinya, menahan diri di awal itu ringan, tapi kalau sudah terlanjur → jauh lebih berat.


Laki-laki Itu Diangkat dengan Kontrol Diri

QS. An-Nur ayat 30 bukan sekadar larangan.

Ini adalah cara Allah ﷻ memuliakan laki-laki.

Membentuk laki-laki yang tidak dikendalikan nafsu, tidak reaktif, tidak impulsif.

Karena pada akhirnya, Laki-laki yang gagal menundukkan pandangan, akan sulit menundukkan dirinya.

Dan saat itu terjadi, dia kehilangan mahkotanya: self-control.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.